Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kurikulum Nasional dan Modul Untuk Tingkatkan Produksi Kakau
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Kurikulum Nasional dan Modul Untuk Tingkatkan Produksi Kakau

Atti K. Jumat, 9 Februari 2018 | 23:56 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Guna meningkatkan produksi kakao di Indonesia Badan penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementrian Pertanian (Kementan), bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) dan Cocoa Sustainability Patnership (CSP) meluncurkan kurikulum nasional dan modul pelatihan budi daya berkelanjutan dan paska panen kakau.

Widi Harjono Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Kementan mengatakan hal tersebut di lakukan untuk memberikan acuan standar secara nasional terhadap upaya peningkataan kapasitas para petani berbagai peningkatan mengenai budidaya kakao yang baik serta pasca panen secara berkelanjutan.

“Diharapkan dapat digunakan dalam pelatihan dan bimbingan teknis pada petani serta dapat memperkuat sistem pelatihan, pendampingan dan penyuluhan terpadu antara pemerintah, penyuluh swadaya (lembaga swadaya masyarakat, Gapoktan dan lain lain) serta pihak swasta (industri kakao dan cokelat),” lanjut Widi.

Ditemui di tempat yang sama Musdalifah Machmud Deputi Bidang Pangan dan Pertanian Kementrian Perekonomian mengatakan selama petani Indonesia pengetahuan mengenai teknik pemeliharaan masih kurangnya, sehingga produksi kakao di indonesia belum maksimal, selain pengetahuan, pohon kakao juga sudah tua serta pemeliharaan juga kurang intensif.

“Pohon yah sudah tua dan pemeliharaannya kurang intensif. Misalnya tidak dipupuk tidak dipangkas dan pengetahuan petani yang masih sangat kurang,” tuturnya usai peluncuran.

Musdalifah juga mengatakan culture di Indonesia adalah nerimo ing pandum, berapapun yang dipanen yah itu adalah rejekinya, masyarakatnya adalah tidak pernah merasa tidak puas, berapapun yang dihasilkan saat panen, sehingga efort untuk mengembangkan atau meningkatkan produksi itu kurang.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

“Nyatanya selama tanaman mereka berproduksi mereka berfikir tidak untuk di replanting, kan seberapapun masyarakat kita orangnya sangat humble yah pokonya ada produksi cukup, tidak pernah merasa tidak puas, dia punya pohon ada produksinya dan menghasilkan seberapapun yah itu rejekinya,” kata Musdalifah. (Red)


Photo Credit : Kementrian Pertanian (Kementan), bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakau Indonesia (Puslitkoka) dan Cocoa Sustainability Patnership (CSP) meluncurkan kurikulum nasional dan modul pelatihan budi daya berkelanjutan dan paska panen kakau. Telegraf/Atti Kurnia

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?