Kapitalisasi Harga Saham Amblas 4,17 Persen Pekan Ini

"Selain itu, kapitalisasi pasar bursa turut tergerus Rp 254 triliun (4,17 persen) menjadi Rp 5.827,724 triliun dari Rp 6.081,396 triliun pada pekan lalu,"

Kapitalisasi Harga Saham Amblas 4,17 Persen Pekan Ini

Telegraf – Sepanjang pekan ini periode 7 – 11 September 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambles 223 poin (4,26 persen) ke 5.016,712 dari level 5.239,851 pada pekan lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia pada periode 7 – 11 September 2020, kapitalisasi pasar di BEI turun 4,17 persen menjadi Rp5.827,72 triliun dari pekan sebelumnya Rp6.081,39 triliun.

Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tergerus selama sepekan terakhir seiring dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG).

“Selain itu, kapitalisasi pasar bursa turut tergerus Rp 254 triliun (4,17 persen) menjadi Rp 5.827,724 triliun dari Rp 6.081,396 triliun pada pekan lalu,” demikian data yang dipublish Bursa Efek Indonesia (BEI) Sabtu (12/08/2020).

Adapun, IHSG mengalami koreksi paling dalam pada Kamis (10/9/2020) lalu setelah Gubernur DKI Jakarta mengumumkan akan kembali memberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB).

IHSG anjlok 5,01 persen ke level 4.891 pada akhir perdagangan Kamis (10/9/2020). Bursa Efek Indonesia sempat melakukan penghentian perdagangan sementara atau trading halt pada sesi I perdagangan karena IHSG terus turun hingga batas 5 persen.

Namun, IHSG kembali ke atas level 5.000 pada akhir perdagangan Jumat (11/9/2020) dengan penguatan sebesar 2,56 persen menjadi 5.016.

Sementara frekuensi perdagangan turun sebesar 0,41 persen menjadi 712.986 kali transaksi dari pekan lalu sebesar 715.901 kali transaksi.

Volume sepekan juga melemah 11,50 persen menjadi sebesar 11,255 miliar saham dari 12,718 pada pekan sebelumnya. Sedangkan rata-rata nilai transaksi harian naik 1,45 persen menjadi Rp 8,810 triliun dari Rp 8,684 triliun sepekan yang lalu.

Investor asing pada Jumat (11/09/2020) mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 2,263 triliun, sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp 35,833 triliun.

Baca Juga :   14 Triliun Rupiah Dana Banpres Dialokasikan Untuk Usaha Mikro

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali menilai rebound IHSG pada akhir pekan ini masih memiliki risiko karena derasnya aliran modal asing yang keluar.

BEI mencatat dii sepanjang hari perdagangan kemarin investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell senilai Rp2,26 triliun.

“Selain itu yield dari obligasi pada 9 September adalah 6,8 persen kini mencapai 7,01 persen, artinya ada aliran dana keluar secara menyeluruh, bukan hanya pindah aset saja,” jelas Frederik seperti dilansir dari Bisnis, Jumat (11/09/2020).

Adapun, Artha Sekuritas mempertahankan target IHSG hingga akhir tahun ini pada level 5.200 dengan pertimbangan sentimen pasar saham masih berasal dari perkembangan Covid-19.


Photo Credit: Seorang karyawan beraktivitas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. REUTERS/Beawiharta

Didik Fitrianto