Kemenkop dan PTI Bentuk Pogram Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner Untuk Para Penyandang Tuli

“Karena memang pemerintah sedang mempersiapkan sebuah kebijakan afirmatif (affirmative action policy) untuk kelompok masyarakat penyandang disabilitas, agar mereka dapat berpartisipasi dan agar terbangun sistem ekonomi inklusif sebagaimana telah diperkenalkan oleh Presiden RI. Sehingga program pelatihan kewirausahaan yang digagas PTI ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam membangun sistem ekonomi inklusif ini,"

Kemenkop dan PTI Bentuk Pogram Pelatihan Wirausaha Berbasis Kuliner Untuk Para Penyandang Tuli

Telegraf – Upaya terhadap keadilan sosial bagi seluruh rakyat indoesia tanpa pandang bulu itu selalu digaungkan dalam dasar negara, untuk mewujudkan itu perlu adannya sumbang sih bukan saja dari pemerintah, dari masyarakat pun harus terus mendorong dan mensuport program dan cita cita luhur yang di tuangkan ada dasar negara yaitu sila ke lima Pancasila.

Pemerinta melalui Kementrian Koperasi dan UMKM (Kemenkop) bekerjasama dengan Perempuan Tangguha Indonesia (PTI) melakukan program pelatihan wirausaha berbasis kuliner untuk para penyandang tuli, yang dilakukan sejak tanggal 8 Agustus 2020 bekerjasama dengan Sekolah Highscope Indonesia Bintaro Care.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki dalam sambutannya mengataan gerakan sosial pada saat ini seharusnya bertransformasi ke dalam bentuk kewirausahaan sosial, karena inilah yang akan menjadi basis keadilan ekonomi, terutama pada saat masyarakat tengah melakukan pemulihan ekonomi di era pandemi Covid 19.

“Karena memang pemerintah sedang mempersiapkan sebuah kebijakan afirmatif (affirmative action policy) untuk kelompok masyarakat penyandang disabilitas, agar mereka dapat berpartisipasi dan agar terbangun sistem ekonomi inklusif sebagaimana telah diperkenalkan oleh Presiden RI. Sehingga program pelatihan kewirausahaan yang digagas PTI ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh pemerintah dalam membangun sistem ekonomi inklusif ini,” ungkap Teten dalam acara penutupan Program Pelatihan Wirausaha berbasis Kuliner untuk para penyandang Tuli.

Ia juga mengungkapkan tanpa dukungan berbagai pihak, mereka tidak akan dapat bertahan dari berbagai kompetisi yang ada dalam masyarakat. Dengan perkembangan teknologi Informasi dan Komunikasi sekarang ini, mengembangkan kewirausahaan sosial bukanlah hal yang sulit, karena sumber daya dukung termasuk dukungan finansial juga bertransformasi.

Baca Juga :   Benarkah Adanya Skema Ponzi di Asuransi Jiwasraya

Dikesempatan yang sama Koordinator Pelatihan Kewirausahaan untuk Penyandang Tuli PTI, Yenee Krisnandari menjelaskan bahwa pelatihan yang telah diselenggarakan sejak tanggal 8 Agustus ini terdiri dari serangkaian kegiatan latih dari mulai pertemuan tatap muka, penumbuhan motivasi yang disampaikan oleh Pemateri Dimas seorang Tuna Netra yang saat ini aktif membangun Komunitas Kartunet melalui Platfrom onlinenya, kemudian dilanjutkan dengan Praktek bersama 2 Chef professional didukung oleh Silafara Carter Catering, Kelas Daring dengan Topik Membuat Kemasan Menarik ala CEO Dus Duk Duk Arief, Dasar-dasar mengatur keuangan bisnis oleh Hydansyah hingga Pemasaran Digital yang disampaikan Oleh Lil Hasnah.

“Kehadiran pak Menteri Koperasi & UKM juga sungguh membuat teman-teman penyandang tuli menjadi sangat optimis bahwa pemerintah memperhatikan dan memberikan dukungan bagi mereka,” ungkapnya. (AK)


Photo Credit: Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki didampingi dari pihak PTI meninjau hasil olahan para penyandang disabilitas. DOK/PPTI

 

Atti K.