FLPP Untuk Rumah Subsidi Capai Rp 8,9 Triliun Dari Target Pemerintah

“Posisi ini ideal untuk bank pelaksana sehingga penyaluran dana FLPP ini lebih cepat dan tepat sesuai dengan kesepakatan yang ada,”

FLPP Untuk Rumah Subsidi Capai Rp 8,9 Triliun Dari Target Pemerintah

Telegraf – Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) mencatat sampai awal September 2020 telah menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi sebanyak 88.252 unit senilai Rp 8,98 triliun atau 86,10 persen dari target sebesar 102.500 unit yang telah ditetapkan pemerintah. Sehingga total penyaluran dana FLPP dari tahun 2010 – 2020 sebanyak 743.854 unit senilai Rp 53,35 triliun.

Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin mengatakan, seharusnya sesuai perjanjian kerja sama (PKS), idealnya bank pelaksana yang ada per September ini telah menyalurkan dana minimal 70 persen.

“Pertengahan Oktober ini kami akan segera melakukan evaluasi kinerja bank pelaksana untuk triwulan ketiga tahun 2020,” kata Arief, dalam siaran pers, Sabtu (12/09/2020).

Evaluasi triwulan ketiga yang akan dilakukan pada pertengahan Oktober ini sebagai upaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Sehingga jika ada bank pelaksana yang belum optimal menyalurkan dana FLPP, dapat dialihkan kuotanya kepada bank pelaksana yang lebih optimal. Sehingga dana FLPP dapat disalurkan dengan tepat, cepat dan sesuai dengan aturan.

Menurut data PPDPP sampai Jumat (11/9/2020) penyaluran dana FLPP, terdapat 28 bank pelaksana (terdiri dari tujuh bank nasional dan 21 Bank Pembangunan Daerah) yang berada di atas 70 persen.

“Posisi ini ideal untuk bank pelaksana sehingga penyaluran dana FLPP ini lebih cepat dan tepat sesuai dengan kesepakatan yang ada,” terangnya.

Sedangkan 9 bank pelaksana (terdiri dari satu bank nasional dan delapan Bank Pembangunan Daerah) berada di atas 50 persen dan di bawah 70 persen. Sisanya sebanyak lima bank pelaksana (terdiri dari dua bank nasional dan tiga Bank Pembangunan Daerah) lain penyalurannya masih berada di bawah 50 persen.

Tahun 2020 dengan target penyaluran dana FLPP sebesar 102.500 unit senilai Rp 11 triliun, PPDPP optimistis dapat menyelesaikan sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Bahkan diperkirakan dengan anggaran Rp 11 triliun bisa melebihi dari target unit yang ditetapkan pemerintah.

“Diperkirakan dengan anggaran Rp 11 triliun kami bisa menyalurkan dana FLPP 105,72 persen dari target yang ditetapkan pemerintah untuk tahun 2020. Jika sebelumnya ditargetkan sebanyak 102.500 unit. Maka diperkirakan hingga akhir tahun, PPDPP dapat menyalurkan dana FLPP dengan capaian maksimal sekitar 108.363 unit rumah,” ungkapnya.


 

Didik Fitrianto