Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jajat Sudrajat, Dedikasi Diri di Bidang Rawat Gawat Darurat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Jajat Sudrajat, Dedikasi Diri di Bidang Rawat Gawat Darurat

A. Chandra S. Senin, 31 Oktober 2016 | 09:55 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Teleperson – Di usianya yang ke 17, pria kelahiran 26 Mei 1980, Desa Malabar, cilacap, jawa tengah, ini telah menyandang profesi sebagai perawat. Namun, Ia sama sekali tidak tertarik untuk menjadi pegawai negeri sipil ataupun berpraktek sebagai perawat kesehatan desa (mantri) dan memilih untuk hijrah ke ibukota pada tahun 1998 guna melamar ke sebuah yayasan, sebagai perawat ambulans gawat darurat.

“Menjadi perawat ambulans bagi saya sangat menyenangkan dan sesuai dengan minat saya karena pekerjaan sehari-hari saya tidak monoton dan penuh tantangan.” tuturnya sembari tersenyum, saat ditemui di Nirwana Golden Park Blok C 6-7, Jl. GOR Pakansari, Kec.Cibinong, Kab.Bogor, Jawa Barat.

Menginjak dua bulan masa bekerjanya, dirinya kerap terlibat sebagai tim bantuan medis pada huru-hara 1998. Mulai dari tragedy Trisakti, serta berbagai demonstrasi-demontrasi hingga  pegambilalihan gedung DPR MPR oleh mahasiswa. Atapun tragedi semanggi I, tragedi semanggi II, Bom di hotel JW marriot, Bom di kedubes Filipina dan Australia maupun kejadian lainnya.

Hingga pada tahun 2000, dirinya direkrut menjadi anggota Brigade Siaga Bencana (BSB) Departemen kesehatan, yang membuatnya kerap ditugaskan dibeberapa kejadian bencana baik nasional maupun internasional.

“Bagi saya manusia yang sesungguhnya adalah manusia yang taat pada TuhanNya dan bermanfaat buat orang lain. Satu hal, bagi saya ketika kita memilih profesi sebagai tenaga kesehatan (khususnya Perawat) maka saat itulah kita telah menggadaikan atau menyerahkan hidup kita untuk kemanusiaan.” Ujarnya.

Kejadian yang menjadi titik balik baginya adalah saat dipanggil ke lokasi kejadian, dimana ada bangunan roboh dan ada satu pekerja yang terhimpit kolom beton dengan berat puluhan ton. Dirinya harus menemani korban berjam-jam dengan terus melakukan tindakan medis hingga korban menghembuskan nafas terakhirnya.

“Saat itu dia dipasang infus, oksigen dan lainnya. Dan saya mendampingi dia berjam-jam sampai meninggal karena kolom beton itu tidak juga bisa diangkat. Hal itu yang membuat saya yakin bahwa peran petugas kesehatan diluar rumah sakit sangat diperlukan dan dibutuhkan.” Kenang lirih pria yang juga menjabat sebagai ketua pengurus Indonesian Emergency and Disaster Relief (IEDR) Foundation.

Dirinya pun menyadari, untuk mengurangi angka kematian atau pasien cacat pasca musibah harus dibuat sistem pelayanan gawat darurat terpadu (SPGDT) yang didukung dengan unit ambulans yang memadai, peralatan yang sesuai standard dan petugas yang professional. Sayangnya, ini merupakan pekerjaan besar yang belum disentuh sepenuh hati.

“Oleh karena itu tumbuh keinginan dalam hati saya untuk memfokuskan diri pada usaha ini. Ikut membantu menyelamatkan jiwa seseorang dalam kondisi gawat darurat dari lokasi kejadian sampai dengan ke rumah sakit dan rujukan antar rumah sakit. Lewat pro emergency, saya mencoba untuk menghadirkan pelayanan pra rumah sakit yang mumpuni dan tidak diperhatikan secara serius oleh pemerintah.” paparnya.

Menurutnya IEDR Fundation dan Pro Emergency adalah satu kesatuan, saling mengisi dan menyempurnakan. Pria yang memiliki motto ‘We Want, We Can’ ini yakin, apapapun yang kita inginkan bisa kita raih dengan doa dan usaha maksimal

“karena itu, saya mempraktekan pola subsidi silang agar kegiatan sosial yang kami laksanakan bisa kami danai sendiri tanpa harus mengemis kepada pihak lain. Namun cikal bakal adanya IEDR Fundation adalah Pro Emergency. “imbuhnya.

Selain itu, Ia juga menyadari tenaga medis Indonesia juga harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan darurat dilokasi kejadian dan evakuasi serta penanganan bencana. Hal ini tidak didapatkan di dunia pendidikan.

Terlebih lagi,dirinya menilai bahwa layanan darurat pra rumah sakit sangat terbatas (buruk) maka dari itu perlu setiap individu membekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan dalam Hal ini agar kita mampu menolong diri sendiri dan orang yang terdekat dengan kita.

“Ini sangat penting sebagai upaya untuk menghindari kematian yang sia-sia ataupun melakukan pertolongan darurat untuk mereka yang membutuhkan.” Tandasnya. (ACS)

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?