Indonesia Raih Kemajuan Inklusi Keuangan Tercepat

"Kita berharap lebih banyak negara memanfaatkan digitalisasi untuk membantu masyarakatnya memerangi kemiskinan, mengurangi ketidaksetaraan sosial, dan membantu pemerintah lebih efisien,"

Indonesia Raih Kemajuan Inklusi Keuangan Tercepat

Telegraf, Jakarta – Laporan Global Findex yang baru dirilis Bank Dunia menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang memperoleh kemajuan tercepat dalam memperkenalkan masyarakat kepada sistem keuangan formal di tiga tahun terakhir.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (02/05/18), menyatakan pengakuan ini membuat pemerintah semakin yakin dalam meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

“Kita semakin bertekad, dengan adanya pengakuan internasional atas kemajuan yang kita buat, meningkatkan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Iskandar yang juga menjabat sebagai Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif.

Laporan tersebut mencatat sejumlah upaya yang didukung dengan adanya uang elektronik, branchless banking dan digitalisasi sistem transfer bantuan sosial telah menciptakan banyak peluang ekonomi baru bagi jutaan rakyat Indonesia.

Saat ini, sekitar 48,9 persen orang dewasa di Indonesia telah memiliki rekening bank, atau meningkat dari periode 2011 sebesar 20 persen dan 2014 sebanyak 36 persen, yang berarti terlihat adanya lompatan besar dalam peningkatan inklusi keuangan.

Dalam periode 2014-2017, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan pertambahan jumlah kepemilikan rekening bank terbesar dibandingkan negara berkembang lain di wilayah Asia Timur dan Pasifik.

Selain itu, perempuan di Indonesia juga memiliki lima persen kecenderungan lebih tinggi dibandingkan pria dalam kepemilikan rekening bank, yaitu 51 persen berbanding 46 persen.

Meskipun demikian, perempuan maupun pria mempunyai kemungkinan yang sama dalam kepemilikan rekening bank yang aktif.

“Kita bangga terhadap lompatan besar dalam menutup disparitas gender, karena perempuan memiliki kecenderungan lebih besar dalam rekening bank daripada pria di Indonesia,” tambah Iskandar.

Laporan juga mencatat sekitar 60 juta masyarakat Indonesia tidak memiliki rekening bank, namun sebagian besar menggunakan telepon selular, sehingga terdapat kesempatan besar bagi penetrasi pembayaran melalui transaksi berbasis jaringan.

Baca Juga :   Hore! Gaji Ke-13 Akhirnya Cair Juga

Diantaranya adalah 20 juta pegawai swasta yang menerima penghasilan dalam bentuk tunai dan tidak memiliki rekening bank, namun mempunyai telepon selular, sehingga peluang digitalisasi pembayaran gaji di sektor swasta sangat besar dan dapat mengurangi jumlah orang dewasa tanpa rekening bank hingga 29 persen.

Sementara itu, laporan menambahkan sebanyak 71 persen para pemilik rekening tabungan sudah melakukan atau menerima pembayaran secara digital, atau mengalami kenaikan dari sebelumnya sebesar 62 persen pada 2014.

“Kita berharap lebih banyak negara memanfaatkan digitalisasi untuk membantu masyarakatnya memerangi kemiskinan, mengurangi ketidaksetaraan sosial, dan membantu pemerintah lebih efisien,” kata Iskandar.

Laporan Global Findex merupakan laporan yang mendapatkan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation dan diterbitkan setiap tiga tahun sejak 2011 mengenai pola menabung, meminjam, melakukan pembayaran dan mengelola risiko dari orang dewasa.

Pengumpulan data dalam laporan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Gallup Inc serta melalui survei perwakilan nasional terhadap lebih dari 150.000 orang dewasa di 140 negara. (Red)


Photo Credit : Laporan Global Findex yang baru dirilis Bank Dunia nyatakan Indonesia merupakan negara yang memperoleh kemajuan tercepat dalam memperkenalkan masyarakat kepada sistem keuangan formal di tiga tahun terakhir. | Reuters

KBI Telegraf