Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Indonesia Raih Kemajuan Inklusi Keuangan Tercepat
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Indonesia Raih Kemajuan Inklusi Keuangan Tercepat

Telegrafi Rabu, 2 Mei 2018 | 18:09 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Petugas memeriksa uang di Bank Indonesia dan mencatat adanya aliran modal asing masuk ke RI hingga Rp36,24 triliun. REUTERS
Photo Credit: Petugas memeriksa uang di Bank Indonesia dan mencatat adanya aliran modal asing masuk ke RI hingga Rp36,24 triliun. REUTERS
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Laporan Global Findex yang baru dirilis Bank Dunia menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik yang memperoleh kemajuan tercepat dalam memperkenalkan masyarakat kepada sistem keuangan formal di tiga tahun terakhir.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabu (02/05/18), menyatakan pengakuan ini membuat pemerintah semakin yakin dalam meningkatkan inklusi keuangan di seluruh Indonesia.

“Kita semakin bertekad, dengan adanya pengakuan internasional atas kemajuan yang kita buat, meningkatkan inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia,” kata Iskandar yang juga menjabat sebagai Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif.

Laporan tersebut mencatat sejumlah upaya yang didukung dengan adanya uang elektronik, branchless banking dan digitalisasi sistem transfer bantuan sosial telah menciptakan banyak peluang ekonomi baru bagi jutaan rakyat Indonesia.

Saat ini, sekitar 48,9 persen orang dewasa di Indonesia telah memiliki rekening bank, atau meningkat dari periode 2011 sebesar 20 persen dan 2014 sebanyak 36 persen, yang berarti terlihat adanya lompatan besar dalam peningkatan inklusi keuangan.

Dalam periode 2014-2017, Indonesia juga tercatat sebagai negara dengan pertambahan jumlah kepemilikan rekening bank terbesar dibandingkan negara berkembang lain di wilayah Asia Timur dan Pasifik.

Selain itu, perempuan di Indonesia juga memiliki lima persen kecenderungan lebih tinggi dibandingkan pria dalam kepemilikan rekening bank, yaitu 51 persen berbanding 46 persen.

Meskipun demikian, perempuan maupun pria mempunyai kemungkinan yang sama dalam kepemilikan rekening bank yang aktif.

“Kita bangga terhadap lompatan besar dalam menutup disparitas gender, karena perempuan memiliki kecenderungan lebih besar dalam rekening bank daripada pria di Indonesia,” tambah Iskandar.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Laporan juga mencatat sekitar 60 juta masyarakat Indonesia tidak memiliki rekening bank, namun sebagian besar menggunakan telepon selular, sehingga terdapat kesempatan besar bagi penetrasi pembayaran melalui transaksi berbasis jaringan.

Diantaranya adalah 20 juta pegawai swasta yang menerima penghasilan dalam bentuk tunai dan tidak memiliki rekening bank, namun mempunyai telepon selular, sehingga peluang digitalisasi pembayaran gaji di sektor swasta sangat besar dan dapat mengurangi jumlah orang dewasa tanpa rekening bank hingga 29 persen.

Sementara itu, laporan menambahkan sebanyak 71 persen para pemilik rekening tabungan sudah melakukan atau menerima pembayaran secara digital, atau mengalami kenaikan dari sebelumnya sebesar 62 persen pada 2014.

“Kita berharap lebih banyak negara memanfaatkan digitalisasi untuk membantu masyarakatnya memerangi kemiskinan, mengurangi ketidaksetaraan sosial, dan membantu pemerintah lebih efisien,” kata Iskandar.

Laporan Global Findex merupakan laporan yang mendapatkan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation dan diterbitkan setiap tiga tahun sejak 2011 mengenai pola menabung, meminjam, melakukan pembayaran dan mengelola risiko dari orang dewasa.

Pengumpulan data dalam laporan ini dilakukan melalui kerja sama dengan Gallup Inc serta melalui survei perwakilan nasional terhadap lebih dari 150.000 orang dewasa di 140 negara. (Red)


Photo Credit : Laporan Global Findex yang baru dirilis Bank Dunia nyatakan Indonesia merupakan negara yang memperoleh kemajuan tercepat dalam memperkenalkan masyarakat kepada sistem keuangan formal di tiga tahun terakhir. | Reuters

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026
Waktu Baca 2 Menit
Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?