ILUNI UI Jawab Haox Terkait Lari Tidak Boleh Minum

"Resiko cedera berpotensi sangat besar dalam ajang lari. Baik cedera Iangsung (traumatic injury) atau cedera tidak Iangsung (overused injury). Jika penanganan salah maka resikonya kematian mendadak"

ILUNI UI Jawab Haox Terkait Lari Tidak Boleh Minum

Telegraf, Jakarta – Mengingat lari akhir akhir ini menjadi tren, dan berbanding lurus dengan peningkatan korban meninggal saat mengikuti olahraga lari. Berlatar belakang inilah ILUNI Fakultas Kedokteran (FK) UI gelar KedokteRan 2009.

Ajang lari tersebut selain memperingati dies Natalis ke 69 kedokteran UI juga sekaligus menberikan edukasi untuk meluruskan Hoax kesehatan terkait lari di Indonesia.

dr. Jack Pradono Handojo, MHA, Ketua Pelaksana KedokteRAN 2019 mengatakan kasus kematian mendadak yang terjadi saat ajang lari diduga akibat penanganan yang salah dan dipicu oleh hoaks kesehatan terkait olahraga lari. Hoaks kesehatan adalah informasi terkait kesehatan yang keliru dan belum terjamin serta teruji secara medis.

“Resiko cedera berpotensi sangat besar dalam ajang lari. Baik cedera Iangsung (traumatic injury) atau cedera tidak Iangsung (overused injury). Jika penanganan salah maka resikonya kematian mendadak,” ungkap dr. Jack di Jakarta.

dr. Jack mecontohkan bahwa hoax terkait informasi dilarang minum selama berlari yang bisa mengakibatkan muntah saat lari, “Faktanya, aktivitas lari membuat tubuh berkeringat sebagai tanda otot yang sedang bekerja, sehingga tubuh harus terhidrasi agar terhindar dari potensi sengatan tinggi (heat stroke),” tegas dr Jack.

dr. Jack mejelaskan KedokterRan 2019 dilaksanakan di UI depok dengan jarak 3 kilometer, untuk yang mencapai finish akan mendapatakan medali. Lanjut dr Jack sebelum pelaksanaan KedokteRan 219 tersebut akan ada tiga topik edukasi kesehatan yang dibahas yaitu tentang running injury dan sudden death prevention pada bulan Agustus, Pelatihan Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada bulan September, dan hidrasi sehat saat berolahraga pada bulan Oktober.

dr. Jack berharap acara ini dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui ilmu dan profesi kedokteran. “Kami fokus agar tujuan gaya hidup sehat khususnya dalam konteks berolahraga dapat tercapai dengan prinsip zero accident or death,” tegasnya. (Red)

Baca Juga :   Kembangkan Segmen Pasar, Penang Adventist Hospital Buka Cabang di Indonesia

Photo Credit : Ketua Pelaksana KedokteRan 2019 dr. Jack Pradono Handojo, MHA, saat menyampain sambutan di depan jurnalis di Jakarta. TELEGRAF



Komentar Anda