Darmin: Pasar Saham Indonesia Tercatat Positif

“Perkembangan pasar modal pada tahun 1977 dari sisi nilai kapitalisasi masih relatif kecil, Rp2,73 miliar. Namun setelah 42 tahun berdiri, per 21 Agustus 2019 nilai kapitalisasi tumbuh 2.628 kali lipat dengan nilai sebesar Rp7.172,7 triliun"

Darmin: Pasar Saham Indonesia Tercatat Positif

Telegraf, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren peningkatan sejak tahun 2015, tercatat pertumbuhan pada tahun 2018 sebesar 5,17%. Namun pada kuartal kedua tahun 2019 mengalami penurunan menjadi 5,05%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar 5,27%, ini disebabkan sejalan dengan perlambatan ekonomi global.

Setelah 42 tahun diaktifkannya kembali pasar modal pada 15 Agustus 1977, tepat pada tanggal 15 Agustus 2019 lalu pasar modal Indonesia menerima kado indah di hari ulang tahunnya. Jumlah Single Investor Identification atau SID saham tercatat 1.000.049 orang, melampaui angka milestone satu juta. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam sambutan acara Capital Market Summit and Expo 2019 di Jakarta.

“Perkembangan pasar modal pada tahun 1977 dari sisi nilai kapitalisasi masih relatif kecil, Rp2,73 miliar. Namun setelah 42 tahun berdiri, per 21 Agustus 2019 nilai kapitalisasi tumbuh 2.628 kali lipat dengan nilai sebesar Rp7.172,7 triliun,” ungkap Darmin Jumat (23/8) .

Pada periode yang sama IHSG telah tumbuh 6.280%. Semula 98 poin di tahun 1977 tumbuh menjadi 6.252,97 poin pada 21 Agustus 2019.

Ini terbukti pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang cukup baik, peningkatan pertumbuhan ekonomi juga dibarengi dengan penurunan rasio gini (penurunan tingkat kemiskinan), tingkat pengangguran dan tingkat ketimpangan yang disertai dengan laju inflasi yang rendah.

“Itu sebenarnya kinerja yang tidak mudah, hanya ada beberapa negara di dunia yang bisa menciptakan pertumbuhan dengan stabilitas harga diiringi dengan penurunan rasio gini secara terus menerus,” ujar   Darmin.

Darmin menjelaskan kondisi perekonomian yang membaik tersebut juga diiringi dengan perbaikan Sovereign Credit Rating Indonesia, dari BBB-/outlook stabil menjadi BBB/outlook stabil dari S&P.

Baca Juga :   Gubernur BI Optimis Rupiah Menguat Pada Akhir Tahun 2020 pada Posissi Rp15.000 Per Dolar AS

“Pada akhir tahun 2018 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menyentuh level 6.194 kemudian meningkat pada level tertinggi sebesar 6.548 pada Februari 2019 sebelum menurun kembali pada level terendah sebesar 5.827 pada Mei 2019, kemudian meningkat kembali ke level 6.253 pada 21 Agustus 2019. Sehingga return pasar saham Indonesia tercatat positif,” ujar Darmin.

Darmin menambahkan bahwa berbagai kebijakan dan strategi turut dilakukan dalam rangka memperkuat pasar modal di Indonesia. Pasar Modal Indonesia yang kuat tentunya harus diiringi dengan supply dan demand yang sama-sama kuat.

Darmin mengatakan kegiatan Capital Market Summit dan Expo 2019 ini mengusung tema “Memperluas Layanan dan Memperkuat Perlindungan Pasar Modal untuk Semua”. Tema tersebut sejalan dengan kebijakan strategis pengembangan pasar modal yakni kemudahan bagi investor, dengan mengakselerasi percepatan pembukaan rekening efek untuk meningkatkan basis investor di pasar modal melalui simplifikasi pembukaan rekening efek. (Red)


Photo Credit : Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution  saat memberikan sambutan di agenda Capital Market Summit dan Expo 2019 di Jakarta Jumat, (23/8). LP6/Angga Yuniar

Tanggapi Artikel