Hasil Blok Mahakam di Tangan Anak Bangsa, Apa Saja?

Date:



Telegraf, Jakarta – Usai mengunjungi lokasi pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP), RU V Balikpapan, Kalimantan Timur, Menteri ESDM, Arifin Tasrif beserta rombongan, Jumat (08/11/19), meninjau North Processing Unit (NPU) Pertamina Hulu Mahakam (PHM) fasilitas produksi di wilayah paling utara dari Blok Mahakam.

“Hari ini saya mengunjungi North Processing Unit Pertamina Hulu Mahakam. Fasilitasi produksi yang dibangun sejak tahun 1998 ini terawat dengan baik dan saat ini seluruh karyawan yang bekerja adalah warga negara Indonesia,” ujar Arifin usai kunjungan.

Ditambahkan Arifin, seluruh karyawan yang bekerja di Pertamina Hulu Mahakam bertekad untuk bisa meningkatkan produksi migas yang ada di lapangan ini untuk memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya untuk negara.

“Saya bertemu dengan semua jajaran karyawan yang bekerja disini, mereka semuanya mempunyai semangat yang tinggi untuk meningkatkan produksi minyak dan gas Blok Mahakam, dan kita berharap bahwa di tangan mereka-mereka inilah kejayaan produksi migas nasional kita dapat kembali,” lanjutnya.

General Manager PHM Jon Anis menyampaikan bahwa fasilitas NPU saat ini dioperasikan oleh sekitar 900 anak bangsa, mereka bekerja menangani produksi dari sekitar 400 sumur, dengan mengedepankan pengelolaan tekanan sumur, untuk menjaga produksi tetap optimal.

Direktur Hulu Pertamina Darmawan Samsu juga menambahkan, bahwa efisiensi dan biaya dan “attention on detail” menjadi fokus bagi semua pekerja di lapangan Blok Mahakam, sehingga kegiatan operasi terus efektif.

Value creation in managing upstream operation” menjadi hal berikut yang menonjol di Blok Mahakam, yang di harapkan dapat di ikuti oleh unit hulu migas lainnya di grup Pertamina,” Darmawan menambahkan.

Baca Juga :   Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Kontrak Kerja Sama WK Mahakam ditandatangani tanggal 6 Oktober 1966, berakhir tanggal 31 Desember 2017 dan selanjutnya pengelolaannya diserahkan ke Pertamina untuk 20 tahun ke depan.

Blok Mahakam mengalami penurunan produksi beberapa tahun belakang karena beberapa hal antara lain, karakteristik reservoir berupa lensa-lensa sehingga dibutuhkan banyak sumur-sumur baru. Tahun 2019 Pertamina Hulu Mahakam telah melakukan 121 pemboran sumur baru tetapi hasilnya akan dirasakan 1-2 tahun ke depan.

Upaya mencegah penurunan produksi minyak dan gas bumi, PHM meningkatkan pemboran untuk pengurasan produksi migas (di tahun 2020 direncanakan dibor 257 sumur baru), menerapkan waterflood pada beberapa lapangan yang ada (Lapangan Handil dan Lapangan Bekasap) dan melakukan workover sumur produksi atau pressure maintenance. (Red)


Photo Credit : Pembangunan fasilitas pengolahan Residuel Fluid Catalytic Craker (RFCC) di area kompleks Pertamina RU IV Lomanis. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Koes Anindya

Artikel Lainnya

Lainnya Dari Telegraf
Telegraf

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Telegraf - Hingga saat ini, dunia masih menghadapi situasi...

Jokowi Apresiasi Masa Mudik Lebaran 2022

Telegraf - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya kepada...

Tingkatkan Kemampuan Digital, Kominfo dan DPR RI Gelar Webinar

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) bersama Dewan...

Via Medsos, Alumni GMNI Akan Perkuat Narasi Kebangsaan

Telegraf - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) diminta...