Fuad Bawazier: Para Ekonom Pendukung Pemerintah Banyak Yang Berakrobat Kata

Date:



Telegraf, Jakarta – Ketika ada beberapa ekonom baik yang duduk dalam pemerintahan maupun yang berada diluar tetapi dikenal sebagai pendukung kekuasaan, Fuad Bawazier jutru menyangkal akan adanya hal tersebut, “mereka mengatakan bahwa daya beli tidak turun tetapi rakyat menunda konsumsinya, saya amat miris karena ekonom-ekonom ini sudah berakrobat keluar dari disiplin ilmunya sendiri, tentunya demi agenda-agenda pribadinya.” Ucap Fuad Bawazier, mantan Menteri Keuangan RI.

“Sebagai ekonom seharusnya mereka tahu bahwa konsumen tidak mudah (Rigid) untuk mengubah pola atau behaviour konsumsinya, antara lain diuraikan oleh ekonom pemenang Nobel Prof. Milton Friedman dari Chicago University. Begitu rigidnya dalam pola berkonsumsi sampai sampai ketika pendapatannya turun, konsumen tetap mencoba bertahan dengan level konsumsinya dengan cara mengambil tabungannya.” Tambah Fuad dalam rilisnya yang diterima redaksi Telegraf, (14/11/2017).

“Ketika tabungannya habis untuk mempertahankan pola atau kebiasaan konsumsinya atau gaya hidupnya, konsumen mulai menjual aset – asetnya dan setelah asetnya yang bisa dijual habis, kadang di lanjutkan dengan berutang (bila masih ada yang percaya). Karena itu kurang logis bila dikatakan konsumen tiba tiba menunda konsumsinya, kecuali jika terjadi krisis politik atau keamanan, tapi tidak dalam keadaan normal.” Jelas Fuad.

“Alhamdulillah debat kusir soal penurunan daya beli sudah terjawab dengan publikasi BPS yang menyimpulkan bahwa memang ada penurunan daya beli. Sebelum pengumuman BPS itu saya sudah mengingatkan kepada para ekonom akrobat yang bersilat lidah bahwa daya beli tidak turun tetapi masyarakat cuma menunda konsumsinya.” Ujar Fuad dengan sindiran.

Baca Juga :   Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

“Sindiran tersebut dimaksudkan oleh Fuad agar para ekonom akrobat (untuk tidak menyebutnya penjilat) itu nekad meneruskan akrobat konyolnya dengan menambahkan pernyataan-pernyataan kocaknya bahwa rakyat tidak ada yang miskin cuma menunda jadi kaya dan rakyat tidak ada yang menganggur cuma menunda bekerja dan seterusnya. Kata orang dulu, ngono yo ngono ning ojo ngono, atau kata guru agama saya, innalillahi wainnailaihi rojiun.” Tegas Fuad. (Red)

Photo Credit : Antara/Andika Wahyu


Artikel Lainnya

Lainnya Dari Telegraf
Telegraf

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Telegraf - Hingga saat ini, dunia masih menghadapi situasi...

Jokowi Apresiasi Masa Mudik Lebaran 2022

Telegraf - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya kepada...

Tingkatkan Kemampuan Digital, Kominfo dan DPR RI Gelar Webinar

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) bersama Dewan...

Via Medsos, Alumni GMNI Akan Perkuat Narasi Kebangsaan

Telegraf - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) diminta...