Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Fristian Griec, Soal Kandidat Untuk Jadi Ketum Ika FH Unpad
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Fristian Griec, Soal Kandidat Untuk Jadi Ketum Ika FH Unpad

Edo W. Selasa, 21 Januari 2020 | 23:21 WIB Waktu Baca 8 Menit
Bagikan
Bagikan

Teleperson – Fristian Griec merasa terpanggil untuk perlu memajukan lagi almamater khususnya sebagai alumni Fakultas Hukum agar dapat mendorong kaum muda milenial bergerak aktif membangun keluarga besar Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjajaran (Ika FH Unpad) bergaung di tingkat nasional dan tingkat internasional.

“Usung Konsep Media Digital Dalam Perubahan Mindset Alumni”

Malang melintang lama sebagai jurnalis televisi membuat sosok Fristian Griec sangat dikenal akrab oleh publik. Wajah Fris, demikian wanita ini akrab disapa, kerap menyapa anda dalam tayangan program berita Kompas TV sebagai news anchor.

Meski sebenarnya kesehariannya amat sibuk sebagai jurnalis, namun wartawati bernama lengkap Fristian Shamsapeel Griec Humalanggi akhirnya mengalah juga dan bersedia saat namanya diajukan rekan-rekannya sesama alumni dalam pemilihan calon Ketum IKA FH Unpad

Saat maju sebagai Calon Ketum Alumni FH Unpad Fristi punya misi mengusung konsep media digital sebagai awal perubahan bagi wadah ini.

Lantas apa tujuan Fris mengurusi Ika FH Unpad? “Lebih pada pengabdian, mengenalkan FH Unpad ke publik melalui media,” ujarnya dalam sebuah kesempatan berdiskusi di sebuah Kafe Kopi di bilangan Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2020)

Fris melihat era milenial jaman serba digital maka ia harus bisa mengadjustment dengan perubahan yang ada. “Saya berharap media wadah alumni bisa digunakan secara bersama-sama mengumpulkan segala sumber daya manusia untuk bisa maju secara bersama-sama,” paparnya.

“Jadi misalnya alumni sudah bisa membuat chanel Youtube, maka ahli pidana alumni akan bicara pidana yang bisa diswicth ke semua media, jadi kalau ada isu tertentu seharusnya sudah bisa memberikan kontribusi tanpa harus menunggu ditanya oleh media, kita sudah punya channel sendiri kan,” tuturnya.

Sederhananya, lanjut Fris, alumni akan bikin chanel youtube. Nanti para senior dan alumni FH Unpad yang punya kemampuan dibidang tertentu bisa memanfaatkan channel ini untuk menyumbangkan pemikiran dan ilmunya.

“Sekarang era digital. Semua serba terkoneksi. Perkembangan teknologi Informasi bisa membuat kita dengan mudah punya database alumni berbasis digital yang kuat. Apalagi semua menggunakan gawai. Isu ini tak seharusnya jadi masalah klasik yang tak kunjung selesai,” jelas Fristy dengan semangat.

Secara digital, Fris punya impian membawa keluarga ikatan alumni sebagaimana organisasi lainnya untuk hadir dan begitu tertata di dunia digital. Karena bagaimana pun di era konektivitas, semua serba digital. “Itu yang belum dilakukan ya kayaknya oleh Ikatan alumni kita,” katanya.

Apalagi sekarang, menurut presenter cantik ini, kalau kita bisa lihat Ikatan alumni Perguruan Tinggi Negeri itu aja ada, Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Swasta juga ada. “Nah Kita belum bergaul seharusnya kita punya koneksi dengan banyak ikatan alumni perguruan tinggi lainnya,” paparnya.

Bendahara AMDI Asri Hadi bersama Pembawa Berita TV Fristian Griec. FILE/Doc

Terakhir kita lihat di momen banjir kemarin, Ikatan organisasi alumni PT itu bisa mengkoordinir sedemikian banyaknya bantuan obat-obatan buat keluarga korban banjir. Karena dari masing-masing PTN bisa bergabung mereka ada konektivitas melalui media digital.

“Kebayang nggak di ke depan ada asosiasi atau Komisariat Ikatan keluarga alumni Fakultas Hukum seluruh Indonesia misalnya, itu harusnya sudah ada. Dan kita mungkin bisa menjadi inisiatornya untuk menggabungkan. Kita bisa tukar menukar lawyer, tukar menukar informasi, atau ilmu tanpa harus meninggalkan tempat masing-masing,” katanya memaparkan konsep alumni.

“Sekarang kan era digital kita bisa berkomunikasi lewat youtube, instagram, media sosial dan lainnya kita akan membawa perubahan seperti itu,” sambungnya.

Itu yang akan menjadi keunggulan Fris bersama dengan rekan alumninya Jauhari Kamal, Fristian menawarkan konsep pada alumninya yaitu “One-tier board system” dimana dengan sistem ini mampu menyerap asiprasi bakal bottom–up bagi seluruh alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.

Mata dan telinga harus sanggup melihat tajam dan mendengar dan menterjemahkan aspirasi para komisioner perwakilan tiap angkatan, perwakilan tiap daerah.

Jadi kalau masih pendekatan old school Ya nggak mungkin kita bisa maju. Kalau masih sistemnya ada kegiatan kasih proposal ke senior agar mau ngasih bantuan seberapa kuat kemampuan finansial dia untuk menunjang kebutuhan seluruh alumni,” kata Fris.

“Nggak segitu juga. Kita mau menghentikan kebiasaan itu dan kita mau bawa bahwa keluarga alumni itu bisa menghubungkan semuanya dan jika sudah terhubung bisa berkolaborasi buat kita semua juga,” lanjutnya.

Contoh sederhana ada senior yang butuh bantuan lawyer muda misalkan ya udah silahkan kita bisa buka lowongan lawyer muda di Ika FH Unpad. Seharusnya kita jadi wadah yang mempertemukan mereka yang perlu dibantu atau bisa kolaborasi dan bisa lebih kuat lagi.

“Itu sering jadi perhatian kita. Kita tidak akan meninggalkan peran ilmu di almamater disitu alumni terbaik bisa hadir. Disitu bertemunya para alumni. Sekarang ada di youtube bisa disebarkan secara meluas,” katanya.

Fris mengaku akan membagikan pengalamannya di dalam dunia media melalui wadah Alumni Fristian dan ingin memajukan bersama.

Wanita kelahiran Jakarta 12 Oktober 1988 ini menjadi pembawa berita di Kompas TV dimana dia diberi kesempatan membawa program primetime talkshow Kompas Malam dan kerap hadir pula dalam program Kompas Petang.

Sosok Fristy memulai kariernya sejak tahun 2012 hingga 2014, di Indosiar sebagai pembawa berita Fokus Pagi, Patroli dan Fokus Sore namun dengan menggunakan nama belakangnya, Fristian Humalanggi.

Nama Fristian Griec baru dipakai oleh penyuka kopi hitam ini sejak pindah ke RTV. Ia menjadi pembawa acara dalam program berita Lensa Indonesia Pagi, Lensa Indonesia Siang, dan Lensa Indonesia Sore di RTV.

Nalurinya sebagai jurnalis mengantarnya pada liputan yang menantang. Perempuan berdarah Manado ini pernah menerobos ke zona merah di Sulu, Filipina, basisnya para milisi Abu Sayyaf.

Wajahnya kian tak asing bagi pemirsa tv ketika ia tampil live dalam persidangan kasus hukum yang menghebohkan tanah air, Jessica dengan kopi “arsenik” Vietnamnya. Tampilan dan pertanyaannya yang tajam baik kepada Jaksa Penuntut Umum hingga pengacara Jessica, Otto Hasibuan membuat acara ini sangat ditunggu-tunggu pemirsa.

Kesibukan adalah suatu hal yang dianggap dinamis bagi Fristy, berawal pagi hari harus dapat mewawancarai Menteri, Ketua DPR, Kapolri, Panglima TNI atau pejabat maupun tokoh lain.

Hari-hari Fristian sebagai jurnalis itulah yang mengasah kemampuannya untuk dapat berkomunikasi baik dengan siapapun. Sebagai seorang jurnalis televisi setiap hari dia beradu dengan kecepatan menyampaikan informasi kepada publik.

“Tapi tak hanya cepat, juga harus secara tepat karena pertanggungjawabannya kepada publik. Apabila salah, tidak hanya nama pribadi dan nama media televisi tempatnya bernaung yang dipertaruhkan, namun juga kepentingan publik,” ujar Fristy.

Liputan-liputan di daerah bencana dan konflik, membuatnya untuk menjadi pribadi yang cepat beradaptasi dengan situasi apapun.

Apakah disela-sela kesibukan ada kegiatan lain yang Fristy tekuni saat ini? Semua orang dapat mengaku sibuk, namun sebagai seorang jurnalis, adalah keharusan bagi saya untuk terus mengikuti berbagai isu nasional maupun lokal. Good luck Fristy!. []


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit
AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan

Waktu Baca 5 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?