Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Dicabutnya Moratorium Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Masalah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Dicabutnya Moratorium Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Masalah

Telegrafi Senin, 5 Maret 2018 | 04:05 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Tim Labfor Bareskrim Pori melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pasca robohnya tiang pancang pada proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2). Tiang pancang pada proyek kontruksi pembangunan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) yang roboh pada Selasa (20/2) sekitar pukul 03.00 WIB itu menyebabkan tujuh pekerja dari proyek tersebut terluka. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc/18.
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Meskipun moratorium penghentian proyek konstruksi layang telah dicabut, tapi hal tersebut tidak serta merta menyelesaikan masalah. Komite Keselamatan Konstruksi masih memberi pekerjaan rumah bagi para kontraktor. Dari 38 proyek yang diaudit, ada sebanyak 28 proyek yang mendapatkan rekomendasi lanjut tanpa catatan dan sisanya 10 proyek bisa dilanjutkan dengan catatan.

Selain masih harus membenahi catatan yang diberikan, beberapa perusahaan pelat merah juga masih harus menghadapi pergantian direksi oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Meski pergantian struktur direksi arahnya positif tetapi untuk jangka pendek masih ada gejolak,” ungkap Calvin Athrasal, Analis Henan Putihrai Sekuritas seperti dilansir dari Kontan.

Menurutnya pejabat baru yang terpilih pasti membutuhkan waktu beradaptasi. Kemudian bagi proyek yang mengantongi catatan, tentunya perlu melakukan pembenahan. Ia melihat dalam jangka pendek emiten sektor konstruksi masih mendapatan sedikit tekanan.

Namun untuk jangka panjang prospek sektor ini masih cukup positif ditengah pemerintah yang tengah memfokuskan proyek infrastruktur. Emiten konstruksi akan tetap diuntungkan. Sejak awal tahun saja, index saham konstruksi tercatat telah tumbuh 8,06%.

Calvin melihat dibandingkan kontraktor swasta, kotraktor pelat merah akan jauh lebih diuntungkan. Selain pemerintah memang banyak mengalokasikan proyek ke BUMN, tetapi dari sisi permodalan kemampuan pendanaan pelat merah juga lebih besar. Kebanyakan kontraktor swasta hanya masuk ke pekerjaan subkontrak.

“Pemain swasta itu gak jelek dan gak bagus juga. Tidak ada yang benar-benar menarik,” terangnya.

Baca Juga :  Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Hanya saja, Calvin tetap mengingatkan emiten sektor konstruksi tetap dibayangi sentimen negatif. Jika kasus kecelakaan kerja terulang kembali ini bisa menyebabkan tertundanya proyek sehingga memundurkan pembayaran.

“Perusahaan konstruksi harus pinter muter uang,” terangnya.

Di sisi lain, Nico Omer Jonckheere, VP Research and Analyst Valbury Asia Futures malah menyebut moratorium yang sempat terjadi sama sakali tidak berpengaruh karena pada kenyataannya proyek konstruksi masih tetap berjalan.

“Prospeknya masih sangat bagus seiring banyak proyek yang dikerjakan dalam beberapa tahun kedepan,” terangnya.

Hal itu berlaku untuk emiten konstruksi pelat merah maupun emiten konstruksi swasta. Bagaimana pun perusahaan BUMN tidak akan mungkin mengerjakan semua proyek sekaligus.

Nico hanya mengingatkan emiten konstruksi harus tetap berhati-hati terhadap resiko pelemahan nilai tukar rupiah yang cukup signifikan akhir-akhir ini. Dikhawatirkan itu bisa mempengaruhi proses pendanaannya. Apalagi kecenderungannya perusahaan konstruksi selalu mengalami arus kas yang negatif karena mereka harus mencari pinjaman dana untuk mengerjakan proyek.

“Ditambah lagi penguatan harga komoditas dalam jangka menengah dan jangka panjang ini bisa mempengaruhi margin,” katanya. (Red)


Photo Credit : Moratorium penghentian proyek konstruksi layang telah dicabut, tapi hal tersebut tidak serta merta menyelesaikan masalah. Komite Keselamatan Konstruksi masih memberikan pekerjaan rumah bagi para kontraktor. | Antara/Aprillio Akbar

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?