Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Buruh Minta Jokowi Mengkaji Sistem Perindustrian
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Buruh Minta Jokowi Mengkaji Sistem Perindustrian

Telegrafi Rabu, 2 Mei 2018 | 04:49 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Reuters
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Ketua Umum Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI), Rieke Diah Pitaloka meminta agar massa pekerja buruh dari berbagai sektor pekerjaan bersatu memperjuangkan kesejahteraan pekerja.

“Kita bergabung dari pekerjaan industri, PNS (pegawai negeri sipil), pos, dan pelabuhan untuk melakukan karnaval pekerja Indonesia. Hal yang paling mendasar perjuangan, kita siap menjadi bagian agar Indonesia menjadi negara industri berbasis riset nasional,” ujar Rieke, kepada media, di Jakarta, Selasa (01/05/18).

Ia meminta agar Jokowi segera membentuk badan riset nasional dan mengkaji sistem perindustrian di seluruh wilayah dimana pekerja sebagai subyek.

“Industri kuat dengan buruh yang kuat. May Day diperingati di seluruh dunia oleh semua pekerja di semua bidang sektoral. Aksi kita tidak marah-marah, kita gembira, bekerja dengan ikhlas. Jumlah massa kami antara 30.000-50.000 orang,” kata Rieke.

Hasil gambar untuk May Day in Jakarta 2018

Menurut Rieke, diperlukan proteksi bagi pekerja Indonesia dari serbuan tenaga kerja asing yang saat ini tengah menjadi isu hangat.

“Semua kita masukkan dalam Tri Layak Pekerja yang merupakan bagian Panca-Maklumat KRPI. Salah satu poinnya proteksi bagi tenaga kerja Indonesia, tapi tidak anti dengan tenaga kerja asing di pos tertentu yang sudah diatur UU,” katanya.

Menurut hasil pengamatan di lokasi, aksi unjuk rasa damai dimulai sejak pukul 09.15 WIB. Massa KRPI bergerak dari patung kuda Arjuna ke arah depan Istana Merdeka melewati Jalan Medan Merdeka Barat. Belasan ribu buruh KRPI sudah berkumpul di Patung Kuda Arjuna sejak pukul 08.00 WIB, ditambah kedatangan 1.500 massa dari Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI).

Setelah mengatur barisan, kerumunan massa maju dari Jalan Medan Merdeka Barat depan gedung Kementerian Pariwisata Gambir Jakarta Pusat. Mereka berteriak yel-yel “Rakyat Pekerja Indonesia, Bangkit Maju Sejahtera”. Kemudian ada yang menyanyikan lagu-lagu penyemangat perjuangan sembari membawa spanduk, dan poster. Beberapa spanduk yang dominan yakni #2018, Ganti Honorer menjadi PNS. (Red)


Photo Credit : Buruh meminta Jokowi segera bentuk badan riset nasional dan mengkaji sistem perindustrian. | Reuters

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Gebrakan Generasi Z dan Milenial: 54 Persen Kekuatan Pasar Modal Indonesia Kini di Tangan Anak Muda
Waktu Baca 3 Menit
Hacking Hackers
Komdigi dan DPR RI Kembali Perkuat Sistem Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Pemerintah Dorong Ruang Digital Aman Demi Cetak Generasi Emas 2045
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Literasi Digital, DPR Bareng Komdigi Bahas Bahaya Judi Online
Waktu Baca 2 Menit
Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit

Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo

Waktu Baca 12 Menit

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan

Waktu Baca 4 Menit

Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global

Waktu Baca 9 Menit

Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?