Bangkitkan Kesadaran Resistensi Antimikroba Kementan Adakan “Pekan Kesadaran Antibiotik”

Bangkitkan Kesadaran Resistensi Antimikroba Kementan Adakan “Pekan Kesadaran Antibiotik”

“Kegiatan ini merupakan kampanye global peduli penggunaan antlbiotik sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai ancaman resistensi antimikroba"

Bangkitkan Kesadaran Resistensi Antimikroba Kementan Adakan “Pekan Kesadaran Antibiotik”

Telegraf, Jakarta – Dalam rangka kesadaran antibiotik sedunia kementrian pertanian melalui Direktorat Jenderal Petemakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization of the United Nations – Emergency Centre for Transboundary Animal Diseases (FAO ECTAD)dan United States Agency International Development (USAID) adakan Pekan Kesadaran Antibiotik.

“Kegiatan ini merupakan kampanye global peduli penggunaan antlbiotik sebagai salah satu wadah untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat mengenai ancaman resistensi antimikroba”, kata l Ketut Diarmita selaku Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan di kantornya, Jakarta Rabu (08/10/17).

Kegiatan yang akan diadakan pada tanggal 13-14 November mendatang dengan berbagai kegiatan seperti pemberian kuliah umum terkait AMR di Universitas Universitas yang memiliki  fakultas  maupun program studi kedokteran, serta street campaign yang akan berlangsung di Solo pada 19 November 2017.

Diarmita menjelaskan resistensi Antimikroba (AMR), menjadi ancaman tanpa mengenal batas-batas geografls, yang berdampak pada kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, serta kesehatan lingkungan. Antimicroba merupakan temuan yang sangat penting tetapi juga jika pengunaannya ini tidak dilakukan dengan baik makan akan menjadi pemicu dan memunculkan bakteri yang akan resisten terhadap pengobatan antimikroba.

“Untuk itu, harus kita sadari bahwa ancaman Resistensi Antimikroba juga merupakan ancaman serius bagi keberlangsungan ketahanan pangan, khususnya bagi pembangunan di sektor peternakan dan kesehatan hewan”, ungkapnya.

Baca Juga :   BTN Umumkan Pertumbuhan Laba Bersih Kuartal III 2021 Naik 35,32 Persen

Dalam upaya pencegahan dan tersebarnya laju resistensi antimikroba Diarmita menjelaskan Kementan, bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerlan Kelautan dan Perikanan serla Kementerian Pertahanan dalam penyusunan Rencana Aksl Nasional penanggulangan AMR.

“lni bagian dari upaya pemerintah untuk mengatasi kompleksitas dalam mengendalikan masalah resistensi antlmlkroba dengan pendekatan One Health,” jelasnya. (Red)

Photo Credit : Telegraf/Atti Kurnia


 

Atti K.

close