AS Musnahkan Semua Dokumen Sensitif di Afghanistan

AS Musnahkan Semua Dokumen Sensitif di Afghanistan

"Metode penghancuran ini tidak sesuai untuk senjata, amunisi dan barang-barang serupa,"

AS Musnahkan Semua Dokumen Sensitif di Afghanistan

Telegraf – Staf kedutaan Amerika Serikat (AS) di Kabul, Afghanistan telah diperintahkan untuk mulai menghancurkan materi dokumen yang sensitif. Pemberitahuan itu menggaris bawahi kebijakan pemerintahan Biden yang sedang mempersiapkan kemungkinan jika kedutaan akan dikuasai oleh Taliban meskipun ada jaminan publik bahwa gedung itu tetap beroperasi.

Pemberitahuan manajemen kepada semua personel Amerika, yang dikirim Jumat pagi dari manajer fasilitas kedutaan, meminta para staf untuk “mengurangi jumlah materi sensitif di kedubes,” menurut salinan seperti dilansir dari Bloomber, Minggu (15/08/2021)

Pihak AS meminta mereka menghancurkan apa pun yang berkaitan dengan logo AS, bendera “atau barang-barang apapun yang dapat disalahgunakan dalam upaya propaganda”.

Email tersebut memerintahkan pada diplomat agar dapat menghancurkan dan memusnahkan semua bahan-bahan yang dinilai sensitif.

Dikatakan bahwa kedutaan akan menawarkan apa yang disebutnya “dukungan penghancuran” antara pukul 08.30 dan 16.00 sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Metode penghancuran ini tidak sesuai untuk senjata, amunisi dan barang-barang serupa,” instruksinya.

Dua pejabat administrasi, yang membahas memo internal dengan syarat anonim, mengatakan prosedur penghancuran adalah standar ketika satu pos AS di luar negeri sedang diminimalisir.

Salah satu pejabat mengatakan kondisi itu konsisten dengan rencana yang ditetapkan untuk sebagian besar pasukan AS di Afghanistan untuk berangkat pada akhir bulan. Tetapi pejabat mengakui ekspansi Taliban kini mempengaruhi itu semua.

John Kirby selaku juru bicara dari Pentagon mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat, bahwa tampaknya Taliban sedang mencoba untuk membuat Kabul terisolasi, tetapi ibu kota itu tidak berada di bawah “ancaman yang akan segera terjadi.”

Kirby mengatakan kecepatan Taliban dalam mengambil alih ibu kota provinsi “sangat memprihatinkan.”

Rombongan pertama dari 3.000 tentara yang didatangkan untuk membantu mengevakuasi banyak pegawai kedutaan pun telah tiba.

Sementara Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price mengatakan pada briefing pada hari Kamis, mengatakan bahwa kedutaan tetap buka untuk saat ini.

“Ini bukan pengabaian, ini bukan evakuasi, ini bukan penarikan besar-besaran,” katanya.

Taliban kembali menaklukan tiga kota lagi di Afghanistan pada hari Jumat, menambah penghitungan pusat konsentrasi utama yang telah mereka rebut dalam beberapa hari terakhir.


Photo Credit: Milisi lokal Afghanistan dan tentara Afghanistan berkonsultasi di Kajaki, provinsi Helmand, Afghanistan. GETTY IMAGES/John Moore

 

Didik Fitrianto

close