Arvan Pradiansyah: Selamat Hari Kebahagiaan Internasional, 20 Maret 2019

“Hal ini dirasa perlu agar semua orang menyadari bahwa happiness itu penting. Bahwa didunia  itu yang penting bukan hanya pembangunan ekonomi. Bukan hanya kesuksesan tetapi juga kebahagiaan.”

Arvan Pradiansyah: Selamat Hari Kebahagiaan Internasional, 20 Maret 2019

Teleperson – Hari Kebahagiaan Internasional adalah hari yang diperingati setiap tahun pada tanggal 20 Maret sejak tahun 2013, kampanye ini diinisiasi dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kebahagiaan pada 2012 lalu. Sejak saat itu, sebanyak 156 negara anggota PBB berkomitmen untuk menyerukan pentingnya kebahagiaan.

Majunya peradaban dan pergeseran sikap yang terjadi pada umat manusia membuat banyak orang lupa akan kebahagiaan yang hakiki. Kampanye ini mengingatkan warga dunia bahwa kemajuan dan perkembangan tak cuma urusan peningkatan ekonomi, tapi juga kebahagiaan dan kesejahteraan manusia.

Menurut laporan PBB tersebut, kunci dari negara yang bahagia antara lain umur yang panjang dengan pola hidup yang sehat, banyaknya dukungan sosial, kepercayaan pada pemerintah, pendapatan perkapita yang tinggi, dan kedermawanan.

Arvan Pradiansyah, motivator nasional di bidang Leadership & Happiness menjelaskan bahwa seorang penasihat di PBB bernama Jayme Illien menjadi tokoh pemrakarsa tercetusnya Hari Kebahagiaan Sedunia ini. Pria yang lahir di India itu punya ide untuk menciptakan acara berskala internasional untuk menekankan pentingnya mengejar kebahagiaan bagi seluruh umat manusia.

“Jayme Illien mengusulkan dari pengalaman hidupnya. Dimana sebelumnya dia pernah diangkat anak oleh bunda Theresa sampai kemudian dia menjadi seorang aktivis kemanusiaan serta bekerja di PBB. Pengalaman hidupnya itu menginspirasinya untuk mengusulkan kepada PBB agar satu hari dalam setahun itu untuk ditetapkan sebagai hari kebahagiaan internasional.” Papar Arvan.

“Hal ini dirasa perlu agar semua orang menyadari bahwa happiness itu penting. Bahwa didunia  itu yang penting bukan hanya pembangunan ekonomi. Bukan hanya kesuksesan tetapi juga kebahagiaan.” Ujar Arvan, lebih lanjut.

Menurut laporan terbaru yang dikeluarkan World Happiness Report 2018, Finlandia menduduki tempat teratas sebagai negara paling berbahagia di dunia tahun 2018. Lalu, posisi berikutnya ditempati oleh Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss, Belanda, Kanada, New Zealand, Swedia dan Australia. Dan Indonesia “harus rela” sebagai negara paling bahagia yang berada di urutan ke 96 dari 156 negara yang tercatat.

Banyak masyarakat umum yang menafsirkan bahwa kebahagiaan akan muncul setelah tercapainya  kesuksesan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Orang yang bahagia akan lebih mudah mencapai kesuksesan dibandingkan orang yang tidak bahagia. Ini juga untuk mengingatkan kita bahwa selama ini yang kita lakukan itu adalah upaya untuk mencapai kesuksesan, tetapi banyak sekali orang sukses yang mencapai puncak kejayaan akhirnya justru bunuh diri.

Hal tersebut menunjukkan yang dicari oleh manusia di dunia bukan kesuksesan. Karena setelah mencapai puncak kesuksesan yang dirasakan adalah kehampaan lantaran tidak menemukan meaning dalam hidupnya.

“Yang dicari manusia itu sesungguhnya dalam hidupnya adalah “saya ingin hidup yang berarti, berguna, bermakna.” Orang yang feeling meaningless adalah mereka yang tidak menemukan makna hidup mereka. Siapa pun yang tidak memahami makna hidup, rentan untuk melakukan bunuh diri. Orang-orang yang tidak menemukan makna hidupnya akan mudah frustrasi.” Ujarnya.

Sayangnya, kebanyakan orang setiap hari hanyalah mencari “makan”, bukan mencari “makna”. Selama kita bisa menemukan makna hidup, kita tidak akan bunuh diri. Apakah itu kebahagiaan atau penderitaan yang datang, pasti ada maknanya.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa, kalau hanya mencari makan, ayam pun setiap hari mencari makan. Nah, manusia itu lebih dari itu, manusia adalah mahkluk yang mencari makna.Temukan apa yang dibutuhkan dunia dari diri Anda, itulah calling Anda. Ketika kita bisa menemukan makna hidup, kita akan merasakan gembira” Tutup Arvan sembari tersenyum. (Red)


Photo Credit  : Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional Bidang Leadership and Happiness. FILE/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel



Komentar Anda