Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Arvan Pradiansyah: Selamat Hari Kebahagiaan Internasional, 20 Maret 2019
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Arvan Pradiansyah: Selamat Hari Kebahagiaan Internasional, 20 Maret 2019

A. Chandra S. Selasa, 19 Maret 2019 | 16:02 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional di bidang Leadership and Happiness
Bagikan

Teleperson – Hari Kebahagiaan Internasional adalah hari yang diperingati setiap tahun pada tanggal 20 Maret sejak tahun 2013, kampanye ini diinisiasi dalam Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang kebahagiaan pada 2012 lalu. Sejak saat itu, sebanyak 156 negara anggota PBB berkomitmen untuk menyerukan pentingnya kebahagiaan.

Majunya peradaban dan pergeseran sikap yang terjadi pada umat manusia membuat banyak orang lupa akan kebahagiaan yang hakiki. Kampanye ini mengingatkan warga dunia bahwa kemajuan dan perkembangan tak cuma urusan peningkatan ekonomi, tapi juga kebahagiaan dan kesejahteraan manusia.

Menurut laporan PBB tersebut, kunci dari negara yang bahagia antara lain umur yang panjang dengan pola hidup yang sehat, banyaknya dukungan sosial, kepercayaan pada pemerintah, pendapatan perkapita yang tinggi, dan kedermawanan.

Arvan Pradiansyah, motivator nasional di bidang Leadership & Happiness menjelaskan bahwa seorang penasihat di PBB bernama Jayme Illien menjadi tokoh pemrakarsa tercetusnya Hari Kebahagiaan Sedunia ini. Pria yang lahir di India itu punya ide untuk menciptakan acara berskala internasional untuk menekankan pentingnya mengejar kebahagiaan bagi seluruh umat manusia.

“Jayme Illien mengusulkan dari pengalaman hidupnya. Dimana sebelumnya dia pernah diangkat anak oleh bunda Theresa sampai kemudian dia menjadi seorang aktivis kemanusiaan serta bekerja di PBB. Pengalaman hidupnya itu menginspirasinya untuk mengusulkan kepada PBB agar satu hari dalam setahun itu untuk ditetapkan sebagai hari kebahagiaan internasional.” Papar Arvan.

“Hal ini dirasa perlu agar semua orang menyadari bahwa happiness itu penting. Bahwa didunia  itu yang penting bukan hanya pembangunan ekonomi. Bukan hanya kesuksesan tetapi juga kebahagiaan.” Ujar Arvan, lebih lanjut.

Menurut laporan terbaru yang dikeluarkan World Happiness Report 2018, Finlandia menduduki tempat teratas sebagai negara paling berbahagia di dunia tahun 2018. Lalu, posisi berikutnya ditempati oleh Norwegia, Denmark, Islandia, Swiss, Belanda, Kanada, New Zealand, Swedia dan Australia. Dan Indonesia “harus rela” sebagai negara paling bahagia yang berada di urutan ke 96 dari 156 negara yang tercatat.

Banyak masyarakat umum yang menafsirkan bahwa kebahagiaan akan muncul setelah tercapainya  kesuksesan. Padahal, yang terjadi justru sebaliknya. Orang yang bahagia akan lebih mudah mencapai kesuksesan dibandingkan orang yang tidak bahagia. Ini juga untuk mengingatkan kita bahwa selama ini yang kita lakukan itu adalah upaya untuk mencapai kesuksesan, tetapi banyak sekali orang sukses yang mencapai puncak kejayaan akhirnya justru bunuh diri.

Hal tersebut menunjukkan yang dicari oleh manusia di dunia bukan kesuksesan. Karena setelah mencapai puncak kesuksesan yang dirasakan adalah kehampaan lantaran tidak menemukan meaning dalam hidupnya.

“Yang dicari manusia itu sesungguhnya dalam hidupnya adalah “saya ingin hidup yang berarti, berguna, bermakna.” Orang yang feeling meaningless adalah mereka yang tidak menemukan makna hidup mereka. Siapa pun yang tidak memahami makna hidup, rentan untuk melakukan bunuh diri. Orang-orang yang tidak menemukan makna hidupnya akan mudah frustrasi.” Ujarnya.

Sayangnya, kebanyakan orang setiap hari hanyalah mencari “makan”, bukan mencari “makna”. Selama kita bisa menemukan makna hidup, kita tidak akan bunuh diri. Apakah itu kebahagiaan atau penderitaan yang datang, pasti ada maknanya.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa, kalau hanya mencari makan, ayam pun setiap hari mencari makan. Nah, manusia itu lebih dari itu, manusia adalah mahkluk yang mencari makna.Temukan apa yang dibutuhkan dunia dari diri Anda, itulah calling Anda. Ketika kita bisa menemukan makna hidup, kita akan merasakan gembira” Tutup Arvan sembari tersenyum. (Red)


Photo Credit  : Arvan Pradiansyah, Motivator Nasional Bidang Leadership and Happiness. FILE/Dok/Ist. Photo

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?