Antisipasi Tantangan Pemilu IHSG Februari 2024: Saham dan Strategi Investasi Paling Menjanjikan

Oleh : Idris Daulat
Photo Credit: Seorang karyawan melewati layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta pada tanggal 2 Maret 2020. ANTARA/Galih Pradipta

Telegraf – Indeks CSA Februari 2024 sebesar 59,7 menunjukkan penurunan tingkat optimisme dibandingkan Januari yang mencapai 83,7. Penurunan ini menunjukkan pelaku pasar kurang antusias melakukan perdagangan di bulan Februari.

Alasan yang dikemukakan oleh banyak pelaku pasar atas penurunan ini adalah pemilu yang diadakan pada bulan ini dan melemahnya nilai tukar Rupiah. Meski menurun, angka di atas 50 menunjukkan pelaku pasar masih banyak yang memperkirakan IHSG akan bullish di bulan Februari.

Konsensus IHSG pada penutupan Februari 2024 sebesar 7.258, naik tipis dibandingkan penutupan Januari 2024 sebesar 7.207.

Berdasarkan hasil wawancara mendalam, terlihat bahwa pelaku pasar memandang ketidakpastian akibat pemilu cukup tinggi.

Jika pemilu berakhir dalam satu putaran, hal ini akan menjadi perkembangan positif, sehingga pelaku pasar dapat segera mengalokasikan asetnya untuk menyesuaikan dengan hasil pemilu.

CSA Index IHSG Konsensus Feb 24 (Source : CSA Institute)

CSA Index IHSG Konsensus Feb 24 (Source : CSA Institute)

Namun jika terjadi dua putaran, ketidakpastian masih akan terjadi hingga pemilu putaran kedua digelar.

Selain itu, melemahnya nilai tukar Rupiah dan potensi peningkatan ketegangan geopolitik diyakini akan mempersulit pergerakan IHSG.

Meningkatnya ketegangan geopolitik diperkirakan berdampak signifikan pada rantai pasokan global, sementara ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed pada bulan Maret semakin berkurang. Sebanyak 93,4% pelaku pasar masih optimistis IHSG akan mengalami tren bullish dalam dua belas bulan ke depan.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan optimisme pergerakan tahunan IHSG pada bulan Januari sebesar 93,0%.

Sentimen positif yang paling berpengaruh adalah pelaku pasar meyakini pertumbuhan ekonomi masih baik di tahun 2024, dan adanya harapan The Fed akan terus menurunkan suku bunganya di tahun ini.

Perkiraan Indeks CSA Konsensus IHSG 12M. (Sumber: Institut CSA)

Perkiraan Indeks CSA Konsensus IHSG 12M. (Sumber: Institut CSA)

Ekspektasi membaiknya kinerja emiten pasca pemilu juga menjadi alasan investor meyakini IHSG akan terus tumbuh di tahun 2024.

Pelaku pasar menargetkan IHSG menguat ke level 7.697 dalam dua belas bulan ke depan.

Hal ini mengindikasikan IHSG diperkirakan menguat 489 poin atau 6,78% dari posisi penutupan akhir Januari 2024.

Target tersebut didasarkan pada pengakuan terhadap beberapa sentimen negatif yang mempunyai dampak jangka panjang, seperti peningkatan risiko geopolitik dan perlambatan perekonomian dunia.

Meskipun harga komoditas dan nilai tukar berfluktuasi dalam 12 bulan ke depan, perekonomian Indonesia diperkirakan masih tumbuh.

Pelaku pasar sangat menantikan arah kebijakan pemerintah yang akan dipilih pada pemilu mendatang, yang diharapkan dapat semakin mendukung pertumbuhan IHSG.

CSA Index Sektor Pilihan Feb 24. (Source : CSA Institute)

CSA Index Sektor Pilihan Feb 24. (Source : CSA Institute)

David Sutyanto, CSA, Ketua Umum AAEI menanggapi hasil CSA Index 24 Feb “CSA Index 24 Feb menunjukkan optimisme pelaku pasar yang semakin menurun dalam menghadapi perdagangan Februari 2024.

Hal ini disebabkan oleh peristiwa pemilu dan semakin kecilnya kemungkinan The Fed menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski demikian, IHSG diproyeksikan masih menguat meski terbatas.

Pemilu menjadi faktor utama yang menciptakan ketidakpastian, dan pasar cenderung “wait and see” hingga presiden baru terpilih.

Indeks CSA juga mengkaji sektor-sektor yang akan menjadi penggerak utama IHSG di bulan Februari.

Sektor keuangan menjadi pilihan utama mayoritas pelaku pasar sebagai sektor yang mampu memacu IHSG.

Rilis laporan keuangan perbankan dengan hasil di atas ekspektasi dan valuasi rendah menjadikan sektor ini diunggulkan.

Selain sektor keuangan, sektor barang konsumsi non-primer juga menjadi sektor kedua yang paling disukai.

Hal ini menandakan tingkat konsumsi domestik masih terjaga mencerminkan optimisme terhadap kondisi perekonomian dalam negeri.

Dalam pandangan NS. Aji Martono, Ketua PROPAMI, pasar kemungkinan akan mengambil pendekatan “wait and see” dalam mengevaluasi visi masa depan Indonesia, khususnya di sektor ekonomi dan kebijakan yang berdampak pada pasar modal.

Meskipun mengakui signifikansi historis dan fundamental dari Indeks CSA, Aji menekankan pentingnya kehati-hatian, bahkan selama kenaikan pasar terkait pemilu, dengan mempertimbangkan analisis teknis dan fundamental.

Investor asing pada awal Februari memborong saham dengan net buy Rp 886,17 miliar.

Sepanjang tahun 2024, net buy investor asing mencapai Rp 9,21 triliun.

5 Top Gainers

  1. Shares RSCH (34.69%)
  2. SOTS (34.36%)
  3. PTMP (16.98%)
  4. INPS (15.13%)
  5. CBUT (12.00%)

5 Top Losers Shares

  1. MPXL (-19.44% )
  2. MLPT (-10.56%)
  3. SMGA (-10.08%)
  4. SMMA (-9.13%)
  5. TRUS (-9.09%)

5 Shares Net Buy Foreign Investors

  1. BBCA IDR 543.6 billion
  2. TLKM IDR 198.8 billion
  3. BBRI Rp. 131.0 billion
  4. BBNI Rp. 103.5 billion
  5. ADRO Rp. 35.3 billion

5 Shares Net Sell Foreign Investors

  1. KLBF (Rp. 31.6 billion)
  2. FILM (Rp. 28.5 billion)
  3. MEDC (Rp. 21.5 billion)
  4. BRPT (Rp. 15.2 billion)
  5. INKP ( IDR 15.2 billion)

Lainnya Dari Telegraf


 

Copyright © 2024 Telegraf. KBI Media. All Rights Reserved. Telegraf may receive compensation for some links to products and services on this website. Offers may be subject to change without notice. 

Telenetwork

Kawat Berita Indonesia

close