Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Menkeu: Harga Minyak Dunia Ke Level US$60 Masih Fifty-Fifty
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Menkeu: Harga Minyak Dunia Ke Level US$60 Masih Fifty-Fifty

Koes Anindya Rabu, 7 Desember 2016 | 18:02 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menilai kembali melambungnya harga minyak dunia ke level US$60 per barel seiring dengan rencana pemangkasan produksi negara-negara penghasil minyak (OPEC) ini peluangnya masih setengah-setengah (fifty-fifty).

Kemampuan membuat  komitmen untuk memangkas produksi minyak oleh negara negara anggota OPEC memang cukup mencengangkan, hal ini di katana oleh Menteri Keuangan (MenKeu) Sri Mulyani saat menghadiri acara sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (6/12)

Akan tetapi, lanjutnya, tetap saja apabila dilihat secara lebih rinci lagi dari segi realisasinya nanti, terutama kontribusi masing-masing negara, justru ada kemungkinan akan memunculkan pertanyaan apakah jumlah volume produksi yang dipangkas tersebut, dari total komitmen produksi seluruh dunia itu akan sesuai dengan kebutuhan yang muncul dari sisi permintaannya.

“Perlu diingat, bahwa tentu saja proyeksi mengenai sisi permintaan minyak ini ada pengaruh dari apa yang terjadi di Eropa. Seperti di Eropa itu terjadi Brexit, referendum Italia, dan berbagai pemilihan umum yang akan terjadi seperti di Perancis, Jerman, dan Belanda,” kata Sri Mulyani.

Kesemuanya itu, lanjutnya, akan memberi pengaruh terhadap proyeksi pemulihan di Eropa dan  di AS, yang semuanya akan melihat bagaimana peranan kebijakan Presiden Amerika Donald Trump, akan menstimulasikan permintaan energi atau minyak dunia. Namun dari AS sendiri, Sri Mulyani mengatakan, kebutuhan terhadap energi dan produksi terutama dari non minyak, melalui shale gas juga bisa menggantikan minyak mentah.

Baca Juga :  Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

“Secara total di 2016, masih dianggap imbang dari sisi kemungkinan bahwa harga minyak sesuai dengan asumsi pemerintah di US$45 per barel dengan perkembangan yang nampak sekarang. Namun dilihat dari prospek permintaan tidak mengalami kenaikan, kemungkinan saja, penguatan dari harga minyak itu akan terpengaruh atau dilemahkan oleh permintaan yang melemah juga,” tuturnya.

Dengan demikian, Ia menyebutkan, tidak menutup kemungkinan kalaupun ada kenaikan harga minyak dunia, maka harga minyak itu pun tidak akan bisa bertahan cukup lama dalam posisi yang terlalu tinggi. Sri Mulyani juga tidak menampik bahwa harga minyak bukan hal mustahil naik ke US$60 per barel sebagaimana para analis pasar memproyeksikan.

“Harga minyak dunia memang bisa meningkat di angka yang mana saja. Akan tetapi, perlu juga dicermati dari sisi komitmen OPEC sebagai produsen minyak terbesar secara terorganisir maupun dari sisi permintaan yang dalam hal ini masih sangat mix dari sisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, yang kemudian turunannya adalah permintaan terhadap minyak. Saya masih melihat bahwa itu masih kansnya 50-50 dari sisi kenaikan harga minyak (ke US$60 per barel),” jelasnya.


Photo Credit: Sri Mulyani. Antara

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan
Waktu Baca 4 Menit
Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global
Waktu Baca 9 Menit
Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026
Waktu Baca 2 Menit
Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh

Waktu Baca 4 Menit

Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?