Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca May Day, GMNI Ikut Soroti Nasib Buruh di Indonesia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

May Day, GMNI Ikut Soroti Nasib Buruh di Indonesia

Telegrafi Rabu, 2 Mei 2018 | 02:31 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Ribuan buruh dan pekerja berserta semua elemen masyarakat yang tergabung dalam KRPI bersiap bergerak menuju Istana Merdeka dalam peringatan May Day 2018 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, 1 Mei 2018. | File/Dok/Ade
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Puluhan ribu buruh dan pekerja dari Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) memadati lokasi strategis di Jakarta, antara lain di sekitaran patung kuda Arjuna Wiwaha di Jalan Medan Merdeka Barat, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (01/05/18). Mereka berkumpul untuk berunjuk rasa dan mengajukan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.

Para pekerja dan buruh mulai berdatangan sejak pukul 07.00 WIB. Massa buruh yang datang dari berbagai penjuru kota Jakarta dan sekitarnya mereka memarkir kendaraan di dalam kawasan Monas. Kemudian, mereka berjalan bersama ke arah titik kumpul di patung kuda Arjuna Wiwaha, persis di depan jembatan penyeberangan orang gedung Kementerian Pariwisata.

Banyak juga disana mobil truk maupun bus komando dengan pengeras suara berupaya mengatur barisan ribuan buruh yang memanjang yang melakukan long march hingga kurang lebih dua kilometer ke arah Jalan MH. Thamrin.

“Dengan datangnya hari buruh mari kita sambut momentum ini untuk meneriakan aspirasi para buruh dan pekerja, tentu bersama hal ini adalah momen yang sangat tepat untuk menyuarakan aspirasi yang selama ini ingin dikeluarkan oleh para buruh dan pekerja, tentunya hal ini agar bisa didengarkan oleh para penyelenggara pemerintahan dan para penentu kebijakan, terutama yang berkaitan dengan kebijakan upah dan regulasi tenaga kerja, agar mereka benar-benar didengarkan aspirasi dan keinginannya, dimana para buruh yang merupakan salah satu penopang jalannya roda kehidupan ekonomi bangsa, maka buruh harus bisa hidup layak dan sejahtera serta mendapatkan pengupahan yang layak pula” ujar Wiwid Widjojo, Sekertaris Jenderal DPC GMNI Jakarta Timur di Jakarta, Selasa (01/05/18).

“Pemerintah harus bisa menyelamatkan aset-aset negara dan mengembalikan tata kelola BUMN sesuai perintah konstitusi dan UUD 1945 yang sebesar-besarnya dimanfaaatkan untuk kesejahteraan rakyat, kepentingan bangsa dan negara Indonesia tanpa terkecuali,” imbuhnya.

Adanya aksi sekitar 50.000 kaum buruh dan pekerja yang tergabung dalam KRPI menggelar unjuk rasa hari ini. KRPI merupakan gabungan sejumlah organisasi buruh, yakni Federasi Pekerja Pelabuhan Indonesia (FPPI), Federasi Pekerja Pos Logistik Indonesia (FPPLI), Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSBI), Komite Nusantara Aparatur Sipil Negara (KNASN), dan Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI).

“Kami semua menginginkan para buruh agar bisa hidup sejahtera, sebagaimana buruh dan kaum pekerja lainnay adalah sebagai salah satu roda penopang jalannya perekonomian bangsa. Adanya revisi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (ASN). Kita menginginkan agar para pekerja harus hidup sejahtera,” kata, Fery A. Saragih, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur.

Sementara itu, Andi Aditya Hardinto, Ketua DPK GMNI UNJ menyebutkan berbagai elemen buruh dari sektor industri dan pelayan publik memutuskan untuk bergabung dan menyuarakan hal-hal elementer bagi perbaikan nasib pekerja dalam perayaaan Hari Buruh Internasional tahun ini, melalui beberapa tuntutan kepada pemerintah antara lain :

1. Berikan upah layak sesuai kebutuhan riil,
2. Berikan jaminan lapangan pekerjaan layak bagi seluruh rakyat,
3. Hapus sistem kerja kontrak dan outsourcing,
4. Laksanakan reforma agraria sejati,
5. Hentikan kenaikan harga barang-barang dan kebutuhan pokok.

“Semoga, bersatunya mahasiswa dengan elemen masyarakat lainnya terutama kaum buruh akan menjadi kekuatan yang luar biasa. Tentunya dengan disertai perspektif dan teori yang tepat terhadap situasi masyarakat dan perkembangannya, perjuangan dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat dapat tercapai,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Ribuan buruh dan pekerja berserta semua elemen masyarakat yang tergabung dalam KRPI bersiap bergerak menuju Istana Merdeka dalam peringatan May Day 2018 di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, 1 Mei 2018. | File/Dok/Ade

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Gebrakan Generasi Z dan Milenial: 54 Persen Kekuatan Pasar Modal Indonesia Kini di Tangan Anak Muda
Waktu Baca 3 Menit
Hacking Hackers
Komdigi dan DPR RI Kembali Perkuat Sistem Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Pemerintah Dorong Ruang Digital Aman Demi Cetak Generasi Emas 2045
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Literasi Digital, DPR Bareng Komdigi Bahas Bahaya Judi Online
Waktu Baca 2 Menit
Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit

Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo

Waktu Baca 12 Menit

Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan

Waktu Baca 4 Menit

Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global

Waktu Baca 9 Menit

Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?