Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca DPR RI Perjuangkan Pembatalan Resolusi Kelapa Sawit di Uni Eropa
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

DPR RI Perjuangkan Pembatalan Resolusi Kelapa Sawit di Uni Eropa

Telegrafi Kamis, 12 April 2018 | 22:34 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Brussels – Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan ke Parlemen Uni Eropa di Brussels, Belgia. Kunjungan yang dijadwalkan pada tanggal 7 – 13 April tersebut, merupakan bentuk pelaksanaan diplomasi parlemen sebagai second track diplomacy dalam rangka penguatan kerjasama bilateral antara Indonesia dengan Uni Eropa.

Delegasi Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI – Parlemen Uni Eropa tersebut dipimpin oleh Nurhayati Ali Assegaf dari Fraksi Partai Demokrat, dengan anggota delegasi antara lain Fadel Muhammad dari Fraksi Partai Golkar, Syaiful Rasyid dari Fraksi Partai Gerindra, Abdul Latief Hanafiah, dari Fraksi PKB, Aryanto Munawar dari Fraksi PKB dan Soehartono dari Fraksi Nasdem.

Selama melakukan kunjungan ke Brussels, delegasi DPR RI bertemu dengan para anggota Parlemen Uni Eropa dari berbagai bidang strategis antara lain; Delegasi Parlemen Uni Eropa untuk ASEAN dan Negara-negara Asia Tenggara (DASE), Komite Perdagangan Internasional Parlemen Uni Eropa (INTA), Bidang Kerjasama Luar Negeri Uni Eropa (EEAS) dan Grup Persahabatan Antar Parlemen Uni Eropa (EPFG). Dalam rangkaian kunjungan tersebut delegasi DPR RI membawa misi memperjuangkan minyak kelapa sawit khususnya yang berasal dari Indonesia.

Saat ini Parlemen Uni Eropa sedang dalam proses pembahasan lebih lanjut mengenai resolusi yang menganjurkan bahwa kelapa sawit akan dikesampingkan dari daftar komoditi pertanian yang dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan. Alasan utama dari resolusi tersebut adalah berkembangnya opini di Eropa bahwa kelapa sawit merupakan salah satu penyebab utama terjadinya deforestasi di negara-negara yang memiliki hutan tropis seperti Indonesia.

Dalam pertemuannya dengan DASE, INTA dan EEAS, pimpinan Delegasi GKSB DPR RI Nurhayati Assegaf, menegaskan bahwa resolusi Parlemen Uni Eropa tersebut akan mengakibatkan kerugian yang besar tidak hanya bagi pelaku industri minyak kelapa sawit, tetapi juga para petani dan 50 juta masyarakat Indonesia yang menggantungkan kehidupannya pada kelapa sawit.

Lebih jauh lagi resolusi tersebut dipandang sebagai sebuah resolusi diskriminatif terhadap Indonesia akibat adanya kampanye negative terhadap minyak kelapa sawit Indonesia. Nurhayati juga menekankan bahwa tidak seharusnya Parlemen Uni Eropa menyusun resolusi yang justru kontradiktif terhadap upaya-upaya dari kedua belah pihak dalam mewujudkan kerjasama ekonomi yang lebih baik.

Ditambahkan pula, bahwa sebagai demokrasi ketiga terbesar di dunia dan kontributor terbesar bagi perekonomian ASEAN, seharusnya Uni Eropa mengedepankan kerjasama dengan Indonesia ketimbang negara-negara lain yang tidak demokratis. Menurutnya hal tersebut justru akan memberikan sinyal negatif bahwa demokrasi bukanlah pertimbangan utama dalam penguatan kerja sama dengan Uni Eropa.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Dalam kesempatan tersebut anggota delegasi DPR RI Fadel Muhammad meyampaikan bahwa Parlemen Uni Eropa seharusnya berpikir bagaimana caranya meningkatkan investasi Eropa di Indonesia yang sedang menurun akibat ketatnya persaingan dalam hal kerjasama ekonomi dan investasi dari China.

Dalam responnya, Warner Langen selaku ketua DASE menyampaikan bahwa resolusi mengenai minyak kelapa sawit tersebut belum final dan masih dalam tahapan pembahasan da negosiasi trialogue antara tiga institusi Uni Eropa yakni; Parlemen Uni Eropa, Komisi Uni Eropa dan Dewan Uni Eropa.

Oleh karena itu kunjungan seperti yang dilakukan oleh delegasi DPR RI sangat penting, tepat waktu dan dibutuhkan guna memberikan informasi dan data penyeimbang terkait kelapa sawit yang dinilai sebagai produk yang kurang ramah lingkungan dan tidak bersifat sustainable. Pada sesi pertemuan lainnya Sean Kelly selaku Shadow Raporteur dari INTA mengatakan bahwa pertemuan dengan delegasi DPR RI sangat tepat waktu mengingat Parlemen Uni Eropa akan bersidang di Strasbourg minggu depan, guna membahas lebih lanjut mengenai kelapa sawit dan hasil pertemuan dengan delegasi DPR RI ini akan disampaikan dalam sidang tersebut.

Delegasi DPR RI juga berkesempatan menemui dua orang anggota Grup Persahabatan Antar Parlemen Uni – Eropa (EPFG), Anna Gomes dan Barbara Lochbiler, dalam rangka penguatan kerjasama antar parlemen Indonesia dengan Uni Eropa dalam menangani berbagai permasalahan penting seputar Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Pencucian Uang dan Penyelundupan Narkoba.

Dalam pertemuan tersebut Nurhayati Assegaf selaku pimpinan delegasi menegasan bahwa sebagai negara Demokrasi terbesar ketiga di dunia dan ASEAN, yang menjunjung Hak Asasi Manusia, DPR RI sebagai garda terdepan demokrasi akan terus melakukan pengawasan dan mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam rangka menangani permasalahan-permasalahan tersebut.

Pada akhir pertemuan, pimpinan delegasi DPR RI Nurhayati Assegaf menyampaikan bahwa DPR RI akan menyelenggarakan 2nd World Parliamentary Forum on Sustainable Development di Bali pada September 2018, yaitu pertemuan Parlemen Dunia mengenai Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan satu-satunya forum di Dunia yang membahas pembangunan berkelanjutan, dan merupakan gagasan Badan Kerjasama Antara Parlemen yang juga diketuai oleh Nurhayati Assegaf. Beliau berharap Parlemen Uni Eropa dapat mengirimkan delegasinya untuk mengikuti pertemuan dimaksud. (Red)


Photo Credit : Terkait resolusi sawit, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) lakukan kunjungan ke Parlemen Uni Eropa di Belgia. | File/Dok/Ist. Photo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?