Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kementan Genjot LTT di Tegal
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Kementan Genjot LTT di Tegal

Atti K. Kamis, 16 November 2017 | 20:16 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Tegal – Kemetrian Pertanian melalui Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura, Kementerian Pertanian (Kementan), genjot luas tambah tanam (LTT) di Tegal karena hingga saat ini baru mencapai 500 hektar, yang mana target perluasan di Tegal mencapai 7.700 hektar.

“Mendorong segenap pihak di Kabupaten Tegal mengejar target luas tambah tanam (LTT) untuk November 2017,” ungkap Spudnik Sujono Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementan, disela tanam serentak di Desa Slarang Kidul, Kecamatan Lebaksiu, Tegal, Jawa Tengah, Kamis (16/11/2017).

Untuk mempercepat target, Spudnik meminta, agar Unit Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) segera menyampaikan proposal tentang permohonan bantuan. “Semakin cepat, semakin baik,” tutur peraih gelar doktor dari Universitas Brawijaya (Unibraw) ini.

Spudnik berharap untuk merealisasikan target tersebut, meminta seluruh pihak di Kabupaten Tegal untuk bekerjasama dan bekerja sungguh-sungguh, baik dalam pratanam hingga waktu pascapanen, hal ini dilakukan untuk menjaga harga beli di tingkat petani. Seperti kata pak Menteri “petani harus kaya,” ungkap Spudnik menirukan.

Kejar target ini juga agar pertanian di Tegal terus maju, hal ini juga termasuk salah satu program agar petani di tegal terus bergairah, melalui Pemerintah kabupaten juga berusaha mendorong generasi muda untuk ikut terjun ke sektor agraria.

Di temui di tempat yang sama Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Tegal, Khofifah, menyatakan, salah satu persoalan yang menyebabkan rendahnya target LTT November ini adalah kurangnya curah hujan di seluruh wilayah.

Walaupun demikian, optimis target akan terealisasi, karena sudah mencanangkan beragam kegiatan dikarenakan “Petakan kembali daerah yang cepat turun hujan, kita manfaatkan pompa-pompa air tanah dangkal, permukaan, membangun long storage. Jadi, bisa airi lahan lebih luas,” kata Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan petani tegal sudah mengadopsi mekanisasi, sejak pratanam sampai pascapanen. Hanya sebagian wilayah yang belum menggunakan combine harvester, karena di wilayah tersebut masih masih mengunakan tenaga manusia karena masih banyak buruh tani.

Baca Juga :  DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Jumlah penduduk yang mencapai 1,6 juta jiwa ini telah terpenuhi kecukupan beras dimana produksi kerap melampaui target dan beragam bantuan dari pemerintah, sehingga bisa dikatakan Tegal sudah mewujudkan kedaulatan pangan.

Semantara itu Letkol Kav Kristiyanto, Dandim 0712/Tegal, mengatakan pihaknya siap membantu dalam menyukseskan program pemerintah menuju kedaulatan pangan, khususnya di Tegal, dengan cara menerjunkan 250 personel Babinsa di 18 kecamatan se-Tegal tiap hari.

“Kita dari jajaran Kodim kerahkan seluruh Babinsa di Koramil-Koramil. Tiap Babinsa temui Gapoktan di desa untuk dorong dan pantau, amati petani. Habis panen, agar segera tanam. Lahan sudah siap,” bebernya. Karenanya, optimis targer LTT November terealisasi.

Selain itu juga Dandim Kristiyanto, juga turut mengawal distribusi bantuan dari pemerintah, seperti pupuk dan benih, hingga penjualan gabah petani ke Badan Urusan Logistik. Alhasil, hal ini diharapkan agar tidak mendapat kendala berarti sejak pratanam sampai pascapanen.

Ketua UPJA Sofiudin, mengatakan bantuan alsintan ditambah dan sesuai kebutuhan, agar bisa optimal digunakan, baik pratanam sampai pascapanen. “Itu harapan kami semoga dapat terealisasi,” ujarnya.

Kunjungan ke Tegal merupakan rangkaian dari kegiatan Spudnik di Jawa Tengah sejak Rabu (15/11). Sebelumnya, dia bersama Direktur Perbenihan Sukarman, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Prihasto Setyanto, Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah Agung Sunusi, serta Kasubdit Produksi dan Kelembagaan Benih Purnomo, menyambangi Purbalingga dan Guci.

Sementara untuk kunjungan ke Purbalingga, Spudnik dan rombongan menyaksikan inovasi petani cabai yang mampu membuat tanaman tetap sehat dan produktivitasnya terjaga, meski ditanam di musim hujan serta budidaya nanas. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?