Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Fee Based Income BRI Tembus Hingga Angka Rp7,4 Triliun
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Fee Based Income BRI Tembus Hingga Angka Rp7,4 Triliun

Telegrafi Selasa, 14 November 2017 | 16:59 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Strategi program BRI Poin bertujuan meningkatkan loyalitas nasabah. Program lawas ini selama tiga tahun terakhir dikemas lebih ‘keren’ agar nasabah makin tertarik menambah saldo dan transaksi dengan menambah merchat untuk menukarkan poinnya.

Di era digital saat ini, BRI Poin pun memberikan kesempatan nasabah untuk bisa memanfaatkan poinnya agar bisa dibelanjakan di sejumlah toko online Tokopedia, blibli.com, tiket.com, dan sebagainya. “Sudah tahun ke tiga sebelumnya BRI poin lebih melalui katalog BRI, kini kami ingin nasabah punya pilihan lebih banyak,” terang Handayani, Direktur Konsumer Banking BRI di Mal Kota Kasablanka Jakarta (11/11/2017).

Ia menambahkan, saat ini transaksi digital nasabah BRI masih didominasi ATM, hanya 20-30 persen porsi non ATM. “Internet banking masih belum sebesar penggunaan ATM, bisa dibilang pengguna internet banking BRI sekitar 6,5 juta dan mobile banking 17 juta,” ungkapnya.

Pihaknya menjalankan berbagai strategi untuk meningkatkan internet dan mobile banking. Seperti belum lama ini bersama Garuda Indonesia mengadakan travel fair yang menurutnya meningkatkan transaksi hingga 3-4 kali dari acara tesebut.

“BRI Poin lebih untuk meningkatkan loyalitas nasabah, tidak secara langsung menarik nasabah baru. Dalam satu setengah bulan terakhir 300 ribu nasabah baru berhasil kami dapat,” ujarnya. Targetnya hingga akhir tahun ini ada tambahan 2,5 juta account baru bisa diraih BRI.

Periode program BRI Poin dimulai November 2017 hingga Agustus 2018. Dalam rentang waktu tersebut nasabah dapat terus meningkatkan BRI Poin dengan meningkatkan jumlah saldo dengan menggunakan tabungan BritAma, BritAma Bisnis, BRI Junio dan Giro BRI serta transaksi kartu Debit BRI, ATM BRI atau Mobile Banking BRI dan Internet Banking BRI.

Semakin banyak transaksi yang dilakukan maka semakin banyak BRI Poin yang diperoleh. Nasabah dapat menggunakan BRI Poin tersebut sebagai alat transaksi di sejumlah merchant yang telah bekerja sama dengan Bank BRI.

Baca Juga :  Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital

Program BRI Poin Keren Terus Fest ini diluncurkan bersamaan dengan kota-kota lain di Indonesia yang lokasinya meliputi: Mal Ratu Indah Makasar, Ciputra World Surabaya dan Medan Fair di Medan. Poin BRI bisa digunakan untuk berbelanja di mal-mal tesebut, salah satunya setiap 1 BRI Poin bisa ditukar 1 Hokkaido Baked Cheese Tart dan setiap 10 BRI Poin bisa berksempatan mendapatkan 1 Samsung Gear S3 melalui permainan tebak harga.

Handayani menambahkan, ada 1.400 merchant yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk menukarkan poinnya. Ada beberapa cara bagi nasabah yang ingin menukarkan BRI Poin yaitu antara lain dengan menggunakan cara Redeem BRI Poin via Merchant e-Pay BRI dimana nasabah belanja di merchant e-Pay, lalu pilih metode pembayaran e-Pay, dan gunakan BRI Poin dengan memasukkan BRI Poin untuk mengurangi nilai pembayaran.

Cara berikutnya dengan menggunakan Redeem BRI Poin via e-catalog BRI. Nasabah dapat mengakses ecatalog BRI pilih hadiahnya; e-voucher untuk belanja di merchant, e-product untuk pulsa dan token listrik atau barang. Pilihan berikutnya melalui Redeem BRI Poin via EDC BRI, nasabah berbelanja di merchant kerjasama Bank BRI. Selain cara diatas, nasabah dapat mendatangi kantor cabang dan cabang pembantu BRI terdekat untuk melakukan penukaran BRI Poin dengan fasilitas transaksi khusus nasabah giro.

Melalui program ini Bank BRI juga berharap dapat meningkatkan fee based income (FBI) perusahaan. Hingga akhir September 2017, tercatat FBI BRI sebesar Rp7,4 triliun atau tumbuh 12,7% year on year. Salah satu kontributor terbesar FBI BRI yakni fee transaksi e-banking yang mencapai 28% dari total FBI. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Munas HIPMI
Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung
Waktu Baca 4 Menit
Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik
Waktu Baca 4 Menit
Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh
Waktu Baca 4 Menit
Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit

Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia

Waktu Baca 11 Menit

Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?