Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Untuk Perbaiki Rumah Kumuh Djarot Akan Bentuk Pasukan Merah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Untuk Perbaiki Rumah Kumuh Djarot Akan Bentuk Pasukan Merah

Telegrafi Minggu, 19 Maret 2017 | 02:24 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Foto Antara
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berencana membentuk pasukan merah untuk memperbaiki rumah warga yang kumuh sehingga warga dapat tinggal di rumah dengan kondisi yang lebih baik.

“Nanti masing-masing lingkungan akan mengajukan pasukan merah itu di setiap kelurahan. Dia harus bertempat tinggal di kelurahan tersebut dan tidak boleh di tempat lain,” kata Djarot di Kelurahan Galur Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Jumat.

Djarot berencana merekrut sekitar 20 orang sebagai pasukan merah di tiap kelurahan.

“Kita akan rekrut saat ini setiap rumah, setiap kelurahan ditargetkan 20 orang pasukan merah yang nanti akan memasang atap-atap rumah itu sama keramik, komposisinya bisa bervariasi 10 yang bisa pasang keramik dan 10 yang pasang atap jadi 20 pada setiap kelurahan,” ungkapnya.

Djarot mengatakan perekrutan pasukan merah itu tidak harus mensyaratkan lulusan sarjana.

“Kita akan rekrut, kita akan tes, ijazah tidak diperlukan, nggak ada ijazah-ijazah. Kamu sarjana tapi nggak bisa masang atap ya percuma. Yang perlu adalah pokoknya bisa baca tulis dan sehat serta mau bekerja sebagai tukang,” ujarnya.

Djarot menuturkan pasukan merah itu akan menerima gaji sesuai upah minimum regional seperti Pekerja Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU).

Selain gaji, pekerja yang tergabung dalam pasukan merah nantinya akan mendapat jaminan kesehatan dan pendidikan bagi anaknya.

Dia mengatakan anggota pasukan merah tidak boleh memiliki dua pekerjaan seperti menjadi PPSU.

Djarot mengatakan gaji pasukan merah akan dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Namun, pembentukan pasukan merah tersebut akan ditindaklanjuti setelah Djarot aktif kembali sebagai wakil gubernur DKI jakarta. (Red)

Photo credit : Antara


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi
Waktu Baca 2 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Tangkal Hoaks, Komdigi Gandeng DPR Gaungkan Penguatan Ideologi Pancasila
Waktu Baca 2 Menit
Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit

Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri

Waktu Baca 9 Menit

Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit

Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT

Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?