2017 BCA Menunjukan Kinerja Yang Positif dengan Perolehan Laba 13,1 persen

"Kalau melihat tahun lalu yang menojol itu dari korporasi adalah jasa keuangan, artinya permintaan dari finance lain untuk mereka meminjamkan kembali dana itu, mereka banyak permintaan ke kita, antara lain pertanian permintaannya masih cukup besar, dari 2016 ke 2017, pembangkit energi dan tenaga listrik ini juga permintaanya cukup besar kemudian distribusi retail atau toko serba ada"

2017 BCA Menunjukan Kinerja Yang Positif  dengan Perolehan Laba 13,1 persen


Telegraf, Jakarta – Ditengah pemuliahan ekonomi Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk terus memanfaatkan berbagai peluang bisnis sehingga kinerja tahun 2017 menujukan peningkatan, naiknya pertumbuhan laba bersih sebesar 13,1 persen setara Rp 23,3 triliun dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 20, 6 triliun.

Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja, menyampaikan, portofolio kredit meningkat 12,4%, menjadi Rp 468 triliun yang ditopang oleh pertumbuhan di seluruh segmen. Kredit korporasi juga tumbuh 14,5% menjadi Rp 177,3 triliun pada akhir tahun 2017. Pada triwulan akhir 2017, BCA melihat tingginya pencairan kredit korporasi sejalan dengan siklus peningkatan permintaan kredit pada akhir tahun. Kredit konsumer tumbuh 12,1% menjadi Rp 122,8 triliun didukung oleh produk-produk kredit konsumer yang kompetitif.

Pada portofolio kredit konsumer, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meningkat 14,2% menjadi Rp 73,0 triliun dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) naik 10,0% menjadi Rp 38,3 triliun pada tahun 2017. Pada periode yang sama, outstanding kartu kredit meningkat 6,9% menjadi Rp 11,5 triliun. Sementara itu, kredit komersial dan UKM tumbuh 10,3% menjadi Rp 167,5 triliun.

“Kalau melihat tahun lalu yang menojol itu dari korporasi adalah jasa keuangan, artinya permintaan dari finance lain untuk mereka meminjamkan kembali dana itu, mereka banyak permintaan ke kita, antara lain pertanian permintaannya masih cukup besar, dari 2016 ke 2017, pembangkit energi dan tenaga listrik ini juga permintaanya cukup besar kemudian distribusi retail atau toko serba ada,” ungkap Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Kamis (08/03/18).

Jahja juga menjelaskan pendapatan operasional yang terdiri dari pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional tumbuh 6,0% menjadi Rp 57,0 triliun pada tahun 2017, dibandingkan Rp 53,8 triliun pada tahun 2016. Pendapatan bunga bersih BCA meningkat 4,1% menjadi Rp 41,8 triliun sedangkan pendapatan operasional lainnya tumbuh 11,5% menjadi Rp 15,1 triliun pada tahun 2017.

Baca Juga :   JamSyar Raih Opini WTP Pada Laporan Keuangan Tahun 2020

Rasio kredit bermasalah juga masih (NPL) BCA terjaga pada level yang relatif rendah yaitu 1,5% pada akhir tahun 2017. Total cadangan kredit yang telah dibentuk tercatat sebesar Rp 14,6 triliun, meningkat 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio cadangan terhadap kredit bermasalah tercatat sebesar 190,7%.

Pengembangan layanan payment settlement merupakan langkah strategis yang berperan dalam memperkokoh pendanaan BCA terutama dari dana giro dan tabungan (Current Account and Savings Accounts CASA). (Red)


Photo Credit : Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja berserta jajaran dalam pembahasan laporan kinerja 2017. Telegraf/Atti Kurnia

Atti K.

close