Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Gandeng BNPB dan BBMKG LPBI NU Adakan Workshop Kebencanaan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Gandeng BNPB dan BBMKG LPBI NU Adakan Workshop Kebencanaan

Telegrafi Jumat, 9 Maret 2018 | 01:51 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan didukung oleh pemerintah Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) sedang melaksanakan program peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat daerah dalam kesiapsiagaan bencana menuju tanggap darurat yang cepat, tepat, dan efektif (SLOGAN–STEADY), dimana salah satu tahapan yang akan dilaksanakan adalah mengadakan serangkaian kegiatan, mulai dari TTX (Table Top Exercise), CPX (Command Post Exercise) dan FTX (Field Training Exercise) untuk mendorong sistem dan mekanisme yang efektif dalam menghadapi keadaan darurat bencana di wilayah sasaran.

Adapun tujuan dari diadakannya acara tersebut yaitu untuk meningkatkannya ketrampilan dan pemahaman para pihak dalam menghadapi situasi darurat bencana di wilayahnya, tersusunnya skenario yang akan dilaksanakan dalam serangkaian kegiatan TTX dan CPX dan tersedianya informasi terkait pembagian peran antar aktor dan kebutuhan sumberdaya yang akan digunakan dalam melaksanakan serangkain kegiatan yang dimaksu,  tersedianya informasi kesenjangan sumberdaya yang akan digunakan dalam TTX dan CPX serta munculnya kesepakatan dari para pihak untuk menentukan jenis kejadian dan lokasi dilaksanakannya gladi lapang dengan menghadirkan narasumber pada kegiatan workshop  antara lain dari BNPB, BPD Provinsi Jawa Tengah, BBMKG Jawa Tengah.

Kegiatan ini adalah lanjutan program pedampingan LPBI NU selama 2 tahun di kabupaten Jepara dan Kudus, dan telah menghasilkan beberapa dokumen penting antara lain, kajian risiko kabupaten, mekanisme penanganan darurat bencana, SOP peringatan dini, SOP kedaruratan bencana tingkat kabupaten, rencana kontinjeni banjir tingakt desa di dua Kabupaten dan juga adanya tim relawan desa yang telah dilatih pada program ini

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Adi Prabowo Sekretaris Kabag TU BPBD Propinsi Jawa Tengah, mengapresiasi kegiatan LPBI NU membantu dalam pegurangan risiko bencana yang ada di Jawa Tengah, pemerntah sangat terbantu dan manfaat yang di terima oleh masing- masing kabupaten dalam hal kebencanaan.

Di Jawa Tengah menurut data yang ada di BPBD ada 586 kejadian bencana di seluruh Jawa Tengah sampai dengan 7 Maret 2018, oleh karena itu perlu adanya kerjasama antara masyarakat, dunia usaha, stakeholder dan organisasi yang lain, untuk ikut berkomitmen dalam penaggulangan bencana, karena tidak mungkin semua itu hanya di tumpukan lewat BPBD saja.

Workshop dubuka oleh Direktur Kesiapsagaan BNPB yang disampaikan oleh Eni Supartini Kasubdit perencanaan dan kesiapsiagaan menyampaikan sebagiaman amanat UU NO.24 th 2007 yang meliputi penanganan pra, saat dan pasca bencana.

Berdasarkan kajian risiko bencana yang di susun oleh BNPB terdapat daerah – daerah yang terpapar bencana yang berada di seluruh propinsi dan kabupaten kota yang ada di Indonesia, dan ada sekitar 600 bencana dalam 2 bulan, hasil penelitian dari Jepang bahwa prosentasi keselamatan jiwa orang yang terkena risiko bencana adalah diri sendiri 35%, keluarga 31,9%, teman 28,1 %, orang lewat 2,6 %, tim SAR 1,7 %, lainnya 0,9 %.

Selain itu penguatan kesiapsiagaan dikalangan masyarakat itu perlu diadakan pelatihan yang berjenjang dan berkelanjutan sehingga para relawan lebih berkompetensi dalam penanggulangan bencana, kami bangga dengan LPBI NU yang selalu konsern dalam melaksanakan Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Masyarakat.

Peserta workhop adalah organisasi perangkat daerah (OPD), Polres, Kodim, dan parapihak yang terkait dengan penanggulangan bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 7 – 9 Maret 2018 di Hotel Pandanaran Semarang Jawa Tengah. (Red)


Photo Credit : LPBI NU bekerja sama dengan BNPB dan didukung oleh pemerintah Australia laksanakan program peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat daerah dalam kesiapsiagaan bencana. | LPBI NU

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern

Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?