20 Tahun Reformasi, Tjahjo: Demokrasi Meningkat

“Pemerintahan Pak Jokowi tampil tegas. Siapapun, jangan ada kelompok, perorangan, golongan yang menghalalkan segala cara,”

20 Tahun Reformasi, Tjahjo: Demokrasi Meningkat

Telegraf, Jakarta – Kehidupan demokrasi setelah era Reformasi berjalan dengan efektif. Masyarakat terlibat secara langsung dalam menentukan kepemimpinan pusat dan daerah.

“Dari kacamata demokrasi, ini keberhasilan reformasi. Kualitas demokrasi dari sisi kelembagaan meningkat,” kata Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Jakarta, Senin (21/05/18).

Mendagri mengungkapkan, Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Serentak berhasil diterapkan. Pada 2019, lanjutnya, rakyat akan mengikuti Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Serentak. “Keputusan politik ada di tangan rakyat,” ungkapnya.

Tjahjo menuturkan, Indonesia memegang teguh konstitusi UUD 1945 dan prinsip kebinekaan. Keutuhan NKRI senantiasa dijaga. Setiap pengambilan keputusan kebijakan pembanguunan, bermuara pada sila-sila Pancasila. Namun, menurutnya, masih terdapat kelompok-kelompok yang ingin mengubah ideologi negara.

Ditegsakan Tjahjo bahwa pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla berkomitmen menindak kelompok tersebut. “Pemerintahan Pak Jokowi tampil tegas. Siapapun, jangan ada kelompok, perorangan, golongan yang menghalalkan segala cara,” jelasnya.

Tjahjo pun mengajak segenap elemen masyarakat melakukan deteksi dini. Tujuannya yaitu menangkal ideologi-ideologi baru yang merusak persatuan. “Kalau tidak, bangsa ini bisa hancur bisa pecah. Mari kita menentukan sikap siapa kawan siapa lawan. Jaga negara ini dengan baik,” ujarnya.

Dia berharap, kemajuan yang diraih pada era Reformasi tetap dipertahankan. “Jangan mundur ke belakang. Reformasi ini dalam upaya mencoba menjabarkan sesuatu sesuai kondisi yang ada, masak harus sideback (mundur) kembali,” terangnya.

Ditambahkan, permasalahan korupsi, narkoba serta radikalisme/ terorisme harus diberantas. “Sedikit ada percik api padamkan, ada gerakan-gerakan tumpas. Kalau tidak, ini bisa mengancam bangsa dan negara kita,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Mendagri Tjahjo Kumolo mengajak segenap elemen masyarakat melakukan deteksi dini. Tujuannya yaitu menangkal ideologi-ideologi baru yang merusak persatuan. ANTARA /Wahyu Putro

 

Share