Trump Bela Pengguna Hidroksiklorokuin Untuk Atasi Covid-19

“Uji coba klinis yang jumlahnya begitu banyak, yang mengamati kemanjuran hidroksiklorokuin, mengindikasikan bahwa obat ini tidak efektif untuk penyakit coronavirus,”

Trump Bela Pengguna Hidroksiklorokuin Untuk Atasi Covid-19

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (28/07/20) kembali membela penggunaan obat antimalaria hidroksiklorokuin untuk Covid-19, meskipun terdapat bukti medis yang membantah efetivitasnya.

“(Obat) ini aman. Ini tidak menyebabkan masalah. Saya tidak mendapat masalah. Saya sama sekali tidak mengalami masalah,” ujar Trump dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih. “Ini tidak membuat saya terluka, dan semoga saja, tidak akan melukai siapa pun,” tambah dia.

Pernyataan itu merujuk pada konsumsi hidroksiklorokuin yang dilakukan sang presiden pada awal tahun ini.

“Saya mengonsumsinya selama 14 hari,” kata Trump. “Banyak dokter berpikir (obat) ini sangat baik, dan ada beberapa yang tidak sependapat. Saya rasa ini menjadi sangat politis.”

Trump mengeluarkan penyataan itu lebih dari sebulan setelah Institut Kesehatan Nasional (National Institutes of Health/NIH) AS menghentikan uji klinis untuk menilai keamanan dan keefektifan hidroksiklorokuin bagi pengobatan pasien Covid-19.

Sebuah dewan pengawas data dan keselamatan “menyimpulkan bahwa meskipun tidak berbahaya, obat eksperimen ini sangat tidak mungkin memberikan manfaat bagi pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit,” ujar NIH dalam sebuah siaran pers.

Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka AS yang juga anggota penting dalam gugus tugas coronavirus Gedung Putih, pada Selasa (28/07) pagi waktu setempat memperingatkan agar tidak menggunakan hidroksiklorokuin untuk pengobatan coronavirus.

“Uji coba klinis yang jumlahnya begitu banyak, yang mengamati kemanjuran hidroksiklorokuin, mengindikasikan bahwa obat ini tidak efektif untuk penyakit coronavirus,” ujar Fauci dalam program Good Morning America di saluran ABC.

Hidroksiklorokuin digunakan untuk mengobati malaria dan kondisi reumatoid seperti artritis atau radang sendi, menurut NIH.

“Dalam berbagai penelitian, obat tersebut menunjukkan aktivitas antivirus, kemampuan untuk memodifikasi aktivitas sistem kekebalan tubuh, dan memiliki profil keamanan yang kuat dalam dosis yang tepat, yang mengarah pada hipotesis bahwa obat ini mungkin juga dapat bermanfaat dalam pengobatan Covid-19,” jelas NIH.

Baca Juga :   Masih Berambisi Mahathir Bentuk Partai Baru

Photo Credit: Presiden Donald Trump mengunjungi pabrik Honeywell International Inc. yang memproduksi masker N95 selama perjalanan pertamanya sejak lockdown terkait Covid-19 yang mulai berlaku dari 5 Mei 2020 di Phoenix, Arizona. Getty Images/Brendan Smialowski

Ishwari Kyandra