Taliban Desak Boikot Konferensi Ulama di Indonesia

Taliban Desak Boikot Konferensi Ulama di Indonesia

”Dengan memberikan legitimasi kepada pemerintah Kabul dan dengan propagandanya, AS ingin menipu negara-negara Muslim. Pertemuan para ulama di Indonesia atau beberapa negara Islam lainnya merupakan langkah yang menyesatkan,”

Taliban Desak Boikot Konferensi Ulama di Indonesia


Telegraf, Kaboul – Kelompok Taliban Afghanistan pada Sabtu (10/03/18), mendesak para ulama Islam untuk memboikot konferensi untuk perdamaian yang rencananya akan digelar di Jakarta, Indonesia. Kelompok ini menganggap konferensi tersebut sebagai langkah yang menyesatkan.

“Afghanistan bukan hanya masalah rumit tapi juga masalah utama bagi umat Islam,” kata Juru bicara kelompok Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/03/18),

Menurutnya, gerakan militan telah mengembangkan sistem yang tepat di negara itu, namun Amerika Serikat telah menghancurkannya.

”Dengan memberikan legitimasi kepada pemerintah Kabul dan dengan propagandanya, AS ingin menipu negara-negara Muslim. Pertemuan para ulama di Indonesia atau beberapa negara Islam lainnya merupakan langkah yang menyesatkan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Taliban mendesak negara-negara Islam agar tidak mendukung konferensi semacam itu dan juga tidak berpartisipasi di dalamnya.

“(Konferensi) itu merupakan upaya untuk menyatakan jihad suci di Afghanistan sebagai pertumpahan darah yang tidak sah,” lanjut pernyataan Taliban.

”Jangan memberi kesempatan kepada orang-orang kafir yang menyerang di Afghanistan untuk menyalahgunakan nama dan partisipasi anda dalam konferensi ini sebagai sarana untuk mencapai tujuan jahat mereka,” imbuh Taliban.

Bulan lalu, Jokowi menawarkan untuk menjadi tuan rumah konferensi tersebut. Pemerintah Afghanistan menyambut baik, sedangkan Pakistan sejauh ini belum merespons.

Konferensi ini bertujuan untuk menemukan solusi atas konflik yang berlangsung puluhan tahun di Afghanistan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), yang menghadiri Kabul Peace Process, berharap konferensi yang dijadwalkan digelar 15-19 Maret 2018 di Jakarta akan memberi manfaat untuk terciptanya perdamaian di Afghanistan.

”Kami berharap konferensi tersebut akan menghasilkan kesepakatan bersama atau fatwa, untuk membawa perdamaian untuk Afghanistan,” kata JK.

Sejauh ini pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah membahas persiapan untuk acara tersebut. (Red)


Photo Credit : Kelompok Taliban Afghanistan desak para ulama Islam untuk memboikot konferensi untuk perdamaian yang rencananya akan digelar di Jakarta. | EPA Photo/Jawad Jalali

KBI Telegraf

close