Sri Lanka Kecam Biksu Yang Serang Warga Rohingya

"Ini bukan yang diajarkan Budha. Kita harus menunjukkan belas kasihan kepada para pengungsi ini. Biksu yang melakukan serangan itu sebenarnya bukan biksu, tetapi binatang,"

Sri Lanka Kecam Biksu Yang Serang Warga Rohingya


Telegraf, Kolombo – Pemerintah Sri Lanka pada Rabu, (27/09/2017), mengecam sekelompok biksu Budha radikal yang menyerang pengungsi Rohingya dan menyebutnya dengan “binatang”.

Juru bicara kabinet Rajitha Senaratne mengatakan bahwa pemerintah mengecam serangan pada Selasa ke sebuah rumah perlindungan PBB tempat 31 pengungsi Rohingya, termasuk 16 anak dan tujuh perempuan, diberi perlindungan dan tempat tinggal.

“Sebagai seseorang yang beragama Budha, saya malu atas apa yang terjadi,” ujar Senaratne kepada wartawan, seperti dilansir oleh AFP.

“Ibu yang membawa anak-anak kecil dipaksa keluar dari tempat perlindungan mereka yang diserang oleh gerombolan yang dipimpin segelintir biksu,” katanya.

Massa tersebut menghancurkan pintu bangunan bertingkat di dekat ibu kota Kolombo, memecahkan jendela dan perabotan saat pengungsi yang ketakutan berkumpul di lantai atas.

Tidak ada laporan korban jiwa di antara pengungsi, yang kemudian dibawa ke lokasi lain, tetapi dua petugas kepolisian mengalami cedera dan dibawa ke rumah sakit.

Senaratne mengatakan bahwa polisi telah diperintahkan untuk mengambil tindakan pendisiplinan terhadap petugas yang tidak berusaha mengendalikan massa.

“Ini bukan yang diajarkan Budha. Kita harus menunjukkan belas kasihan kepada para pengungsi ini. Biksu yang melakukan serangan itu sebenarnya bukan biksu, tetapi binatang,” katanya.

Biksu Budha Sri Lanka memiliki hubungan dekat dengan rekan ultranasionalis mereka di Myanmar. Keduanya telah dituding mendalangi aksi kekerasan terhadap minoritas muslim di kedua negara. (Red)

Baca Juga :   G-7 Akan Tambah Kontribusi Pendanaan Iklim

Photo Credit : AFP/Ye Aung Thu


KBI Telegraf

close