Setelah Sempat Melemah Kini Rupiah Mulai Menguat Hingga 41 Poin

Date:



Telegraf, Jakarta – Nilai tukar rupiah dalam transaksi antar bank di Jakarta, pada Jumat pagi bergerak menguat senilai 41 poin menjadi Rp13.474 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.515 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS setelah sempat mengalami tekanan cukup dalam pada hari sebelumnya Kamis, (28/09/2017) akibat respon positif pasar terhadap kebijakan moneter AS.

“Bank Indonesia kemungkinan menjaga fluktuasi rupiah agar pergerakannya tetap stabil,” katanya.

Ia menilai di satu sisi fundamental ekonomi nasional yang masih cukup kuat juga turut mempengaruhi pola gerak rupiah, sehingga pelemahan nilai tukar domestik sebelumnya diperkirakan bersiat jangka pendek.

Di sisi lain, menurut dia, faktor teknikal juga turut mempengaruhi pergerakan rupiah, sebagian pelaku pasar melakukan aksi ambil untung setelah penguatan tajam dolar AS di pasar valuta asing (valas).

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada berpendapat bahwa apresiasi rupiah relatif terbatas menyusul sebagian pelaku pasar uang masih merespon positif rancangan kerangka reformasi pajak oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

“Kebijakan itu diperkirakan dapat membuat bisnis lebih kompetitif sehingga baik untuk ekonomi AS, akibatnya permintaan dolar AS masih akan meningkat,” jelasnya. (Red)

Photo Credit : Reuters/Beawiharta


Artikel Lainnya

Lainnya Dari Telegraf
Telegraf

Pacu Pertumbuhan Ekonomi, Jokowi: Stop Beli Produk Impor

Telegraf - Hingga saat ini, dunia masih menghadapi situasi...

Jokowi Apresiasi Masa Mudik Lebaran 2022

Telegraf - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan apresiasinya kepada...

Tingkatkan Kemampuan Digital, Kominfo dan DPR RI Gelar Webinar

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemenkominfo) bersama Dewan...

Via Medsos, Alumni GMNI Akan Perkuat Narasi Kebangsaan

Telegraf - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) diminta...