Stikom Interstudi Jamin Mahasiswi Yang Orang Tuanya Terdampak Bencana Gempa Palu

“Kita mengusulkan paling tidak ada pengurangan biaya pendidikan sampai dia menyelesaikan pendidikannya tentu dengan dibantu konseling karena bagi anak yang trauma kehilangan orang tua dan keluarganya, perlu melalui proses pemulihan untuk menumbuhkan kepercayaan diri bahwa dia tidak sendirian dia bersama kita karena ada Stikom, Yang kedua kita usulkan pembebasan uang kuliah dengan harapan dia bisa melanjutkan sampai lulus jenjang s1 nya"

Stikom Interstudi Jamin Mahasiswi Yang Orang Tuanya Terdampak Bencana Gempa Palu

Telegraf, Jakarta – Bencana dahsyat gempa dan tsunami yang menyisakan pilu bagi masyarakat di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, ternyata juga dirasakan warga Jakarta. Ria Arini, mahasiswa asal Palu yang sedang menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (Stikom) InterStudi Jakarta, ikut tampak bingung, panik dan gelisah.

Mahasiswi Stikom Interstudi ini berasal dari kota Palu, Sulteng. Ia gelisah karena hingga saat ini kedua orang tuanya yang tinggal di kampung RanteLeda, Kecamatan Palolo, belum juga ada kabar beritanya.

Stikom InterStudi akan mensupport penuh kondisi yang dialami Ria Arini.

Ria Arini Mahasiswi Stikom Interstudi yang berasal dari Palu. Ia kebingungan menelpon ayah ibunya tak ada jawaban. Kedua Orang tuanya tinggal 30 km dari kota Palu dan hingga saat ini belum diketahui nasibnya (ist)

“Kita mendapatkan kabar setelah pak Atma (Ketua Juruan Penyiaran Stikom InterStudi,red) dihubungi oleh temannya bernama Citra mengabarkan ada mahasiswa Stikom InterStudi kehilangan orang tuanya, kita baru mengetahui kalau ada mahasiswa kita Ria Arini yang ternyata orang tuanya atau keluarganya belum ditemukan,” ujar Pelaksana Harian Ketua Stikom InterStudi, Irwansyah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (2/9/2018)

Atas dasar inisiatif itu maka Stikom InterStudi tergerak tidak dalam skala besar, tapi berusaha menyelamatkan anak didik kampus di kawasan jalan Wijaya Jakarta Selatan itu. “Maka kita harus menyelamatkan anak didik kita sendiri, jangan sampai Ria ini karena punya persoalan misalnya keluarganya menjadi korban dalam bencana ini terkendala dalam kegiatan akademiknya,” kata Irwansyah.

Atas dasar ini, menurut Irwansyah, pihak Stikom akan berusaha dan berinisiatif untuk melakukan pendataan lebih lengkap lagi terhadap mahasiswa jurusan Penyiaran Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom InterStudi) yang kehilangan orang tuanya. Termasuk bagaimana komunikasi dengan orang tuanya.

“Bagaimana kondisi terakhir orang tua dan keluarga Ria disana, kami dapat kabar kan Ria kos di tempat kakaknya, kita belum tahu apakah kakaknya yang membiayai atau orang tuanya, tapi informasi sementara bahwa Ria dibiayai orang tuanya,” kata Irwansyah.

Inisiatif Stikom Interstudi ada dua. Pertama, seluruh keluarga besar Stikom InterStudi berdoa agar semua keluarga Ria selamat. “Sehingga kalaupun kita ingin membantu keluarga besar di Palu maka melalui Ria, karena sebagai orang Palu dia memahami apa yang dibutuhkan masyarakat disana, kita dapat menyalurkan bantuan kesana,” paparnya.

Kondisi terburuk adalah jika orang tua Ria tidak ditemukan. Menanggapi jika kemungkinan yang terjadi seperti ini, Irwansyah mengatakan, Stikom InterStudi tentu akan membantu bagaimana mahasiswa Stikom InterStudi Ria Arini ini tidak putus pendidikannya,

“Kita mengusulkan paling tidak ada pengurangan biaya pendidikan sampai dia menyelesaikan pendidikannya tentu dengan dibantu konseling karena bagi anak yang trauma kehilangan orang tua dan keluarganya, perlu melalui proses pemulihan untuk menumbuhkan kepercayaan diri bahwa dia tidak sendirian dia bersama kita karena ada Stikom, Yang kedua kita usulkan pembebasan uang kuliah dengan harapan dia bisa melanjutkan sampai lulus jenjang s1 nya,” kata Irwansyah. (Red)


Share