Perkembangan Asuranai Syariah Kini Naik Tiga Kali Lipat

“Asuransi dalam lima tahun terkahir fantastis berkembang bisa tiga kali lipat dr 13 triliun per April 2017, 36 triliun jadi hampir tiga kali lipat dan dari sisi perusahaaan semula pada 2012, 44 perusahana sekarang sudah ada 58 entitas jadi kemajuan tidak hanya dari aset tetapi juga jumlah pelakunya,”

Perkembangan Asuranai Syariah Kini Naik Tiga Kali Lipat


Telegraf, Jakarta – Perkembangan asuransi syariah sudah mulai membaik, dimana terbukti pertumbuhan asuransi syariah dalam lima tahun terakhir sangat fantastis bisa mencapai 3 kali lipat dari Rp13 triliun per April menjadi 36 triliun dan pada tahun 2014 hanya mencapai 44 perusahaan sekarang mencapai 58 entitas perusahaan.

Edi Setiadi, Deputi Komisioner Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan perkembangan itu terjadi bukan saja dari aset tetapi juga pelaku, dan dengan itu kedepan akan terus tumbuh membaik, asuransi tidak terlepas dari kehadiran asosiasi yang kredibel dan dipercaya. Berbagai program akselerasi harus diupayakan secara masif agar umbuh sesuai target.

“Asuransi dalam lima tahun terkahir fantastis berkembang bisa tiga kali lipat dr 13 triliun per April 2017, 36 triliun jadi hampir tiga kali lipat dan dari sisi perusahaaan semula pada 2012, 44 perusahana sekarang sudah ada 58 entitas jadi kemajuan tidak hanya dari aset tetapi juga jumlah pelakunya,” ujarnya.

Hal itu di ungkapkan oleh Edi saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) di Jakarta, Jumat (14 /07/2017).

Edi juga mengatakan perlu dilakukan sinergi antara institusi tetapi juga virtual dengan kehadiran fintech untuk menurunkan biaya operasional “Jadi tidak berdiri sendiri, sinergi itu tidak hanya kerjasama dengn institusi trade tetapi juga virtual dengan kehadiran fintech perlu dilakukan sinergi semuanya untuk turunkan biaya operasional,” ujarnya.

Baca Juga :   Bantuan PPKM, Pemilik Warung Hingga PKL Akan Dapat Rp 1,2 Juta

Dalam Munas tersebut juga terpilih ketua umum baru periode 2017-2020 yaitu Achmad Sya’roni dimana Sya’roni sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT ReIndonesia Syariah yang menggantikan Taufik Marjuniadi.

Taufik Marjuniadi ketua umum AASI mengatakan untuk meningkatkan pasar yang lebih luas maka perlunya penguatan dan program program inklusi bersama lembaga keuangan syariah dan berbagai upaya perbaikan layanan, “dengan penguatan dan program inklusi bersama lembaga keuangan syariah lainnya dan berbagai upaya perbaikan layanan dan inovasi produk untuk tingkatkan pasar yang lebih luas,” tuturnya. (Red)

 

Photo Credit : Telegraf/Atti Kurnia


 

KBI Telegraf

close