Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Paus Akhiri Lawatannya di Indonesia Dalam Rangkaian Tur Asia-Pasifik Yang Melelahkan
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Paus Akhiri Lawatannya di Indonesia Dalam Rangkaian Tur Asia-Pasifik Yang Melelahkan

A. Chandra S. Jumat, 6 September 2024 | 14:20 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Dalam foto selebaran yang dirilis oleh Kantor Pers Vatikan pada 6 September 2024 ini, Paus Fransiskus (tengah) menaiki pesawat untuk keberangkatannya dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta menuju ibu kota Papua Nugini, Port Moresby. (AFP/Handout)
Bagikan

TELEGRAF – Pemimpin umat Katolik dunia yang juga Kepala Negara Vatikan Paus Fransiskus meninggalkan Indonesia untuk menuju ke Papua Nugini usai menjalani agenda apostolik di Jakarta sejak Selasa (03/09) hingga Jumat (06/09), dalam perjalanan kedua dari tur 12 hari yang melelahkan di Asia-Pasifik, setelah menyampaikan pesan persatuan agama di negara dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Pria berusia 87 tahun ini tampak bugar dan tersenyum selama kunjungan tiga harinya meskipun jadwalnya padat dan cuaca sangat panas, memimpin misa pada hari Kamis yang dihadiri lebih dari 80.000 orang di stadion utama Gelora Bung Karno, Senayan.

Upacara pelepasan resmi dengan pengawal kehormatan diadakan di bandara internasional Soekarno-Hatta, di mana pesawat lepas landas menuju ibukota Papua Nugini.

Paus Fransiskus tiba di Terminal VVIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bersama iring-iringan rombongannya sekitar pukul 10.01 WIB dengan pengawalan ketat dari aparat keamanan TNI/Polri.

Kepala Negara Vatikan itu dalam perjalanan ke Bandara Soetta menaiki kendaraan roda empat jenis Toyota Kijang Innova Zenix yang disiapkan secara khusus oleh pihak Pemerintah Indonesia.

Paus Fransiskus (tengah) melambaikan tangan sebelum meninggalkan Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2024). Paus Fransiskus melanjutkan perjalanan menuju Papua Nugini setelah mengunjungi Indonesia selama empat hari. ANTARA/Muhammad Iqbal

Dengan mengenakan pakaian khas putih-putih, Paus Fransiskus sempat menyapa dan melambaikan tangan kepada awak media serta warga sembari tersenyum.

Paus Fransiskus dalam perjalanan menuju Papua Nugini menggunakan pesawat komersil Garuda Indonesia GA7780 dengan keberangkatan pukul 10.30 WIB untuk menuju Bandara Port Moresby, Papua Nugini, pada Jumat (06/09/2024).

Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas mengantar Paus Fransiskus, bersama Dewan Pertimbangan Presiden RI Gandi Sulistiyanto, dan Duta Besar Indonesia untuk Tahta Suci Michael Trias Kuncahyono.

Kemudian turut hadir juga perwakilan Vatikan seperti Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Wali Gereja Antonius Subianto Bunyamin, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Uskup Piero Pipoppo, Sekretariat Kedutaan Vatikan Pastur Michael Andrew Pawlowicsz, Ketua Panitia Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus ke Indonesia Ignatius Jonan.

Baca Juga :  Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Sebelumnya, Paus Fransiskus juga menandatangani sebuah deklarasi bersama Imam Besar Masjid Istiqlal yang menyerukan aksi melawan kekerasan yang diilhami oleh agama dan perubahan iklim. Paus akan berada di Papua Nugini hingga 9 September, sebuah negara Pasifik yang terdiri dari berbagai etnis dan mayoritas penduduknya beragama Kristen, sebagian besar Protestan.

Paus Fransiskus (tengah) berjabat tangan dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) sebelum meninggalkan Indonesia di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (6/9/2024). Paus Fransiskus melanjutkan perjalanan menuju Papua Nugini setelah mengunjungi Indonesia selama empat hari. ANTARA/Muhammad Iqbal

Negara bekas jajahan Australia yang berpenduduk sembilan juta jiwa itu, yang dikunjungi Yohanes Paulus II pada tahun 1984 dan 1995, sering dilanda kekerasan kesukuan, dan pada bulan Januari terjadi kerusuhan mematikan setelah protes anti-pemerintah menentang pemotongan upah. Fransiskus juga dapat memperbaharui seruan untuk perlindungan yang lebih besar terhadap lingkungan hidup, di negara yang telah mencatat deforestasi yang luas dalam beberapa dekade terakhir dan telah dilanda bencana alam. Dalam kunjungan satu hari ke Vanimo, sebuah kota di barat laut Papua Nugini yang berpenduduk 10.000 orang, Paus diperkirakan akan fokus pada penyebaran agama Kristen melalui penginjilan.

Paus Fransiskus akan mengambil bagian dalam upacara singkat setibanya di Port Moresby pada Jumat sore, dan kemudian menuju ke kedutaan besar Vatikan pada malam harinya. Acara publik pertamanya di negara ini adalah pidato di hadapan para pemimpin politik pada Sabtu pagi. Dengan penerbangan dari Jakarta, Paus akan menempuh jarak sekitar 16.000 km (sekitar 10.000 mil) dalam perjalanan ke luar negeri, yang merupakan perjalanan terpanjangnya. Pada saat ia kembali ke Roma, ia akan menempuh jarak hampir 33.000 km (20.500 mil). Pada hari Senin ia akan melakukan perjalanan ke Timor Leste dan kemudian ke Singapura, di mana ia akan mengakhiri perjalanan terpanjang dan terjauh dalam masa kepausannya selama 11 tahun.

 

 

 

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

‘Lihatlah Sedalam-Dalamnya’ Dalam Perjalanan Hidup R.B. Setiawanta
Waktu Baca 4 Menit
Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law
Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Bareng DPR, Komdigi Perkuat Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak
Waktu Baca 2 Menit
Literasi Digital Adalah Bentuk Nyata Bela Negara di Era Modern
Waktu Baca 2 Menit

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit

Tangkal Hoaks, Komdigi Gandeng DPR Gaungkan Penguatan Ideologi Pancasila

Waktu Baca 2 Menit

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?