Palo Alto Networks Pamerkan Masa Depan Keamanan Siber

Palo Alto Networks Pamerkan Masa Depan Keamanan Siber

"Seusai peningkatan sebesar 188% dalam kasus cloud selama 3 tahun terakhir, Unit 42 mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan komitmen pada praktik Cloud Incident Response untuk menyediakan pendekatan optimal pada setiap tahap siklus hidup insiden cloud, yang mempercepat proses pemulihan bagi organisasi yang terdampak."

Palo Alto Networks Pamerkan Masa Depan Keamanan Siber

Telegraf – Palo Alto Networks menampilkan serangkaian inovasi keamanan dalam industri untuk membantu para organisasi menjaga keamanan serangan yang meluas pesat. Di depan 26.000 peserta pada konferensi Ignite ’21, perusahaan siber ini meluncurkan terobosan seperti Prisma Cloud 3.0, platform terintegrasi yang menjaga keamanan pada siklus hidup aplikasi, dan CASB (Cloud Access Security Broker) Next-Generation, yang meningkatkan standar keamanan SaaS, pada saat banyak organisasi menerapkan sistem kerja hybrid guna mengatasi lonjakan penggunaan SaaS.

Palo Alto Networks juga mengumumkan Cortex eXtended Managed Detection and Response (XMDR) Partner Specialization, menggabungkan solusi perintis Cortex XDR 3.0 guna memberdayakan operasi keamanan.

“Cara perusahaan menggarap pekerjaan telah berubah karena adanya transformasi massal menuju sistem kerja hybrid dan pengadopsian teknologi cloud yang pesat. Aplikasi-aplikasi kolaborasi SaaS menjadi penting bagi tenaga kerja hibrid yang produktif, namun keamanan SaaS masih tertinggal. Dengan memperkenalkan CASB Next-Generation, kami mengenali dan merangkul pergeseran ini, serta memberikan solusinya. Di saat yang sama, seiring dengan semakin banyaknya aplikasi yang dikembangkan dan dijalankan di cloud, Prisma Cloud 3.0 sekarang sepenuhnya mengamankan siklus hidup aplikasi cloud. Prisma Cloud terus mendorong maju industri dengan evolusi berikutnya dari keamanan cloud ini.” kata Lee Klarich, Chief Product Officer Palo Alto Networks, melalui keterangan rilsinya pada Telegraf, Rabu (24/11/2021).

Prisma Cloud 3.0: Platform Terintegrasi Jaga Keamanan pada Seluruh Siklus Hidup Aplikasi
Platform terintegrasi dalam industri yang menggeser keamanan ke tahap lebih awal, Prisma Cloud 3.0 secara signifikan meningkatkan seluruh postur keamanan cloud para organisasi, dengan mengurangi risiko keamanan saat operasi. Cloud Native Application Protection Platform (CNAPP) kini juga menawarkan keamanan kode cloud untuk perlindungan utama pada proses pengembangan produk, keamanan tanpa agen guna melengkapi perlindungan berbasis agen yang sudah ada, dan Cloud Infrastructure Entitlement Management (CIEM) untuk Microsoft Azure.

CASB Next-Generation Jaga Organisasi Tetap Aman saat Penggunaan SaaS Melonjak
CASB Next-Generation dari Palo Alto Networks yang diumumkan hari ini meningkatkan standar keamanan SaaS untuk mengakomodasi sistem kerja hybrid masa kini. Dikembangkan untuk menjaga keamanan aplikasi cloud, terutama solusi-solusi kolaborasi modern yang tidak dapat dilindungi oleh keamanan SaaS sebelumnya, CASB Generasi Berikutnya membantu para organisasi mengadopsi SaaS secara aman dengan menjaga keamanan aplikasi baru secara otomatis, serta melindungi data sensitif.

Palo Alto Networks mengumumkan ketersediaan WildFire, penganalisis ancaman berbasis cloud. Sebagai salah satu solusi penganalisis malware lanjutan, yang didukung oleh wawasan bersifat crowd-sourced, dengan menerapkan kapabilitas WildFire pada berbagai rangkaian kasus penggunaan, seperti menjaga keamanan portal online di mana para pengguna akhir semakin sering berinteraksi dengan bisnis-bisnis dan pemerintah – mencegah agar mereka tidak menjadi vektor pengiriman malware.

Unit 42 Tingkatkan Komitmen pada Cloud Incident Response

Seusai peningkatan sebesar 188% dalam kasus cloud selama 3 tahun terakhir, Unit 42 mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan komitmen pada praktik Cloud Incident Response untuk menyediakan pendekatan optimal pada setiap tahap siklus hidup insiden cloud, yang mempercepat proses pemulihan bagi organisasi yang terdampak. Tim forensik digital cloud dan respons insiden yang terspesialisasi, yang terdiri dari pakar-pakar cloud, menggunakan produk keamanan cloud mutakhir seperti Cortex XDR, Cortex Xpanse, Prisma Cloud, dan metode DFIR terbaru yang dirancang untuk insiden cloud dinamis, guna mengidentifikasi vektor serangan, tingkat akses, dan data yang berisiko.

Photo Credit : Ilustrasi Big Data. SHUTTERSTOCK
Didik Fitrianto

close