Kontroversi Ahok Lepas dari Permasalahan Warga Keturunan

Kontroversi Ahok Lepas dari Permasalahan Warga Keturunan

“Sebaiknya pak Ahok konsentrasi pada pekerjaan (pembenahan Jakarta), tidak bersinggungan dengan politik keagamaan,”

Kontroversi Ahok Lepas dari Permasalahan Warga Keturunan

Telegraf, Jakarta – Politisi Tionghoa Indonesia Nurdin Purnomo melihat kontroversi sosok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) lepas dari permasalahan warga keturunan. Tetapi hal yang paling penting, ada keinginan Ahok untuk bisa menahan diri. “Sebaiknya pak Ahok konsentrasi pada pekerjaan (pembenahan Jakarta), tidak bersinggungan dengan politik keagamaan,” Nurdin mengatakan kepada Telegraf

Kepemimpinan Ahok terutama membenahi Jakarta harus dibarengi dengan gaya yang elegan. Kalau situasi seperti sekarang ini, masyarakat Tionghoa bisa dilematis. Di satu sisi, Tionghoa Indonesia bangga dengan kiprah politik Ahok. “Tetapi kadang gaya komunikasinya ngaco. Masyarakat Tionghoa bisa serba salah.”

Sejarah perpolitikan di Indonesia sejak zaman Bung Karno (presiden pertama Repubik Indonesia), Soeharto (1966 – 1998) dan Presiden Joko “Jokowi” Widodo tidak lepas dari dinamika. Berbagai permasalahan politik, komunikasi politik sebetulnya sederhana. “Karena ada kelompok yang tidak terakomodasi. Ada kelompok yang merasa tidak dibela. Sehingga muncul aksi-aksi demo seperti sekarang ini (4/11). Sehingga perlu komunikasi politik yang elegan,” kata Nurdin yang juga ketua umum Persatuan Liong dan Barongsai Seluruh Indonesia (PLBSI). (S.Liu)

Atti K.

close