Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kontra Skema Jalur Sutra
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

MSN Senin, 23 September 2024 | 20:27 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Yudhie Haryono
Bagikan

JAKARTA, TELEGRAF.CO.ID — Apa itu jalur sutra? Adalah skema penjajahan purba yang dihidupkan lagi oleh negeri China demi eksistensialnya. Kita harus bagaimana? Buat kontra skema. Lawan kecerdasannya. Tikam kejeniusannya. Dengan apa?

Mengkreasi kembali “jalur rempah.” Kita tahu bahwa jalur maritim adalah jalur rempah. Keduanya merupakan jalur purba Atlantik dan Nusantara. Keduanya menjadi aksiologi bangsa Indonesia. Keduanya menegaskan dominasi peradaban spiritual dan jamu di semesta.

Tetapi, kini kondisinya dilupa: diucapkan tak dikerjakan. Akhirnya kita ikut jalur pasar gila: satu praktik dari teori usang dan jahat neoliberalisme yang menjijikkan karena melakukan panca program: (1)Debt Manipulation, (2)Economic Dependency, (3)Corporate Interests, (4)Political Influence dan (5)Global Impact.

Padahal, anugerah rempah, herbal dan jamu adalah mukjizat. Kita harus terus mengolahnya dengan panduan, supervisi dan ketekunan plus rasa cinta yang luarbiyasa agar maksimal jadi modal-model-modul peradaban besar, inspiratif plus berkeadilan.

Maka, kontra skema ini akan hasilkan keindahan negeri, keadilan umum, kemuliaan rakyat, kebaikan sesama, keagungan bangsa, kejeniusan pemimpin, kehormatan pemerintahan sebagai mahkota kita: mula dan akhir nusantara. Jalan dan cita-cita atlantis.

Dus, kita harus segera kerjakan tahapan-tahapan kontra skema. Pertama, dengan menghadirkan narasi maritim dan negara bahari. Beberapa langkah dua rezim sudah lumayan bekerja di ranah itu.

Kedua, kami akan luncurkan buku berjudul, “Indonesia’s Maritime Interest, Cooperation and Capacity Building,” karya Laksamana Muda TNI (Purn) Rosihan Arsyad, pada hari Sabtu, 28 September 2024, di Auditorium Perpustakaan Nasional Jl. Medan Merdeka Selatan No.11. Jakpus.

Acara ini dihadiri oleh narasumber terpilih yang akan memberikan perspektif mendalam terkait tema maritim, yaitu: Surya Wiranto, dosen Universitas Pertahanan (Unhan); Dani Setiawan, Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI); dan Ali Saleh, pakar maritim nasional.

Ketiga, kita ciptakan lembaga National Security Council (NSC) atau Dewan Keamanan Nasional yang merupakan badan pemerintah cabang eksekutif. Lembaga spesial bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan kebijakan mengenai isu keamanan nasional dan memberi nasihat kepada presiden mengenai masalah yang terkait dengan keamanan nasional.

Keempat, kita ciptakan lembaga Banrehi. Ini adalah badan nasional yang mengurus rempah dan herbal plus jamu Indonesia. Sebuah alat perang dagang bagi republik yang “bukanlah tentang sikap menunggu badai berlalu,” tapi tentang belajar bagaimana menari di banjir bandang. Memenangkan perang dan pertempuran dengan mental pancasila yang menyemesta.

Satu lembaga super penting karena pemerintah Indonesia saat ini memilih menjadi high context culture sehingga rakyat dan elitenya banyak dalih, tafsir serta hobi “ngeles” cari pembenaran sekalipun jelas salah dan kalah.

Sisanya, mari kita berdiskusi dan saling meneguhkan Indonesia sebagai poros maritim dunia menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU
Waktu Baca 2 Menit
Prabowo Minta Penanganan Pengiriman Bantuan Bencana di Sumbar Dipercepat
Waktu Baca 2 Menit
Kecelakaan Motor, Aktor Gary Iskak Meninggal di Usia 52 Tahun di Bintaro
Waktu Baca 3 Menit
Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Aceh Tengah Minta Percepatan Bantuan
Waktu Baca 5 Menit
CEO Danantara Komentari Rencana Merger Antara GoTo-Grab
Waktu Baca 2 Menit

Trump Akan Hentikan Secara Permanen Migrasi Dari Negara-Negara Miskin ke AS

Waktu Baca 5 Menit

PBNU Diminta Mempercepat Muktamar Untuk Selesaikan Konflik

Waktu Baca 4 Menit

Whoosh Dapat Saingan Baru, Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam Dengan Kereta Pajajaran

Waktu Baca 3 Menit

Relawan Ini Resmi Deklarasikan Dukungan Untuk Sufmi Dasco Sebagai Cawapres Prabowo

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Runa Maidepa: Ahli Operasi LNG Berdarah Papua yang Berkiprah di Trinidad dan Tobago
Telecoffee

Runa Maidepa: Ahli Operasi LNG Berdarah Papua yang Berkiprah di Trinidad dan Tobago

Waktu Baca 8 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?