Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kompol Andri Kurniawan Bongkar Sindikat Narkoba Raih Pin Emas
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Kompol Andri Kurniawan Bongkar Sindikat Narkoba Raih Pin Emas

Idris Daulat Selasa, 3 Agustus 2021 | 13:34 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Kompol Andri Kurniawan
Kompol Andri Kurniawan
Bagikan

Telegraf – Figurnya ramah dan cepat akrab kepada siapapun. Kompol (Komisaris Polisi) Andri Kurniawan adalah sosok polisi santun dan sangat melayani kepada setiap warga. Penugasannya sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polresta Barelang, Kepulauan Riau (Kepri) menuntut perwira berpangkat melati satu di pundaknya ini harus presisi.

Itulah yang membuat Kompol Andri Kurniawan harus jeli dalam melihat kasus dan membaca situasi. Sosok ayah dari tiga anak ini sangat humbel sehingga ia mudah berbaur dan sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Kota Batam.

Andri di kalangan warga juga dikenal sebagai polisi pekerja keras serta jeli dalam menangani setiap perkara.

Sejak lulus Akpol pada 2006 lalu, Andri kemudian mengabdikan dirinya sebagai perwira polisi di sejumlah daerah wilayah Tanah Air. Usai lulus PTIK, Andri kemudian ditugaskan di Polda Kepri.

Bermodalkan ilmu yang ia dapat selama masa pendidikan, Andri lebih dominan bertugas di satuan reserse. Tak heran, selama berada di Polda Kepri, dia sudah tiga kali menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Barelang.

Ia pernah mengisi jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Bintan pada 2014, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang pada 2015 dan Kasat Rekrim Polresta Barelang tahun 2017 hingga saat ini. Semua merupakan Polres yang ada di Polda Kepri.

Menurut Andri, jabatan yang dipercayakan saat ini kepada dirinya merupakan sebuah amanah yang harus dirinya jalani. Dengan bekerja secara sungguh-sunggung sejumlah kasus besar sering berhasil diungkapnya.

“Alhamdulilah, ini merupakan sebuah amanah yang diberikan kepada saya. Kita hanya bekerja dengan sebaik-baiknya,” sebut Andri low profile.

Menjadi Seorang Polisi menurut Andri merupakan pekerjaan mulia. Apa yang dilakukan hari ini pasti akan mendapat balasan dilain waktu.

Selama berkarir di Polresta Barelang banyak kasus besar di ungkap oleh Kompol Andri Kurniawan bersama rekan-rekannya.

Seperti kasus pembunuhan yang mayatnya ditemukan di Tiban. Para pelaku diburu tim hingga ke Medan dan Surabaya.

Begitu juga berupa kasus kejahatan menonjol di Batam seperti Curas, Curanmor dan Curat. Selama di Batam, ia sudah beberapa kali mengungkap kasus kejahatan kriminalitas. Dari aksi curat, curas hingga kasus pembunuhan.

Terbaru, ia mengungkap kasus pembunuhan seorang Qui Hong yang merupakan wanita paruh baya di Kota Batam.

Pengungkapan kasus ini dari hasil kejelian Andri selaku Kasat Reskrim Polresta Barelang melihat kasus tersebut.

Kecurigaan Andri awalnya setelah melihat hasil Visum yang terjadi di tubuh Qui Hong. Sejumlah luka memar membuat Andri curiga dan langsung menganalisanya.

“Awalnya ada memar dan patah tulang di leher. Dari sana kita curiga dan akhinya melakukan penyelidikan,” sebut Andri.

Padahal menurut Andri, keluarga korban mengira Qui Hong meninggal wajar saja.

Setelah mengumpulkan sejumlah saksi, Andri memerintahkan anggotanya untuk mendalami CCTV. Alhasil, kurang dari 24 jam, pelaku bisa dibekuk saat hendak melarikan diri.

Andri juga paling jeli melihat kasus kekerasan terhadap anak. Karena kesuksesannya, Satreskrim yang dia pimpin mendapatkan penghargaan dari KPPAI.

Tidak sampai di sana, ia juga mendapat penghargaan Pin Emas hingga dua kali dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pin Emas tersebut diberikan atas keberhasilan Kompol Andri dan rekannya mengungkap dan menangkap jaringan narkoba internasional di laut.

Kendati bertugas di Satreskrim, ternyata dia juga membantu rekannya di satuan Narkoba.

“Kita bantu juga menangani kasus narkoba, dan Alhamdulilah diberikan Pin Emas oleh Pak Kapolri Tito Karnavian saat itu,” ungkap Kompol Andri Kurniawan.

“Doakan saja saya tetap amanah dan bisa memberikan pelayanan terbik untuk masyarakat,” pungkasnya. (**)


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU
Waktu Baca 2 Menit
Prabowo Minta Penanganan Pengiriman Bantuan Bencana di Sumbar Dipercepat
Waktu Baca 2 Menit
Kecelakaan Motor, Aktor Gary Iskak Meninggal di Usia 52 Tahun di Bintaro
Waktu Baca 3 Menit
Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Aceh Tengah Minta Percepatan Bantuan
Waktu Baca 5 Menit
CEO Danantara Komentari Rencana Merger Antara GoTo-Grab
Waktu Baca 2 Menit

Trump Akan Hentikan Secara Permanen Migrasi Dari Negara-Negara Miskin ke AS

Waktu Baca 5 Menit

PBNU Diminta Mempercepat Muktamar Untuk Selesaikan Konflik

Waktu Baca 4 Menit

Whoosh Dapat Saingan Baru, Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam Dengan Kereta Pajajaran

Waktu Baca 3 Menit

Relawan Ini Resmi Deklarasikan Dukungan Untuk Sufmi Dasco Sebagai Cawapres Prabowo

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?