Jaga Perdamaian Timur Tengah, Inggris Larang Pembangunan Pemukiman Yahudi

Jaga Perdamaian Timur Tengah, Inggris Larang Pembangunan Pemukiman Yahudi

"Mereka membahas kepercayaan bersama dalam perdagangan bebas dan sepakat untuk membentuk kelompok kerja perdagangan baru Inggris-Israel untuk melanjutkan kemajuan yang telah tercipta dalam hubungan penanaman modal dan perdagangan yang berkembang, dan mempersiapkan dasar bagi kesepakatan dagang pra-Brexit,"

Jaga Perdamaian Timur Tengah, Inggris Larang Pembangunan Pemukiman Yahudi


Telegraf, London – Perdana Menteri Inggris, Theresa May, membahas proses perdamaian di Timur Tengah dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, selama satu pertemuan pada Senin (6/2) di 10 Downing Street.

Mereka makan siang bersama dalam pertemuan bilateral pertama mereka. Tak ada taklimat setelah pertemuan pribadi itu.

Juru bicara May mengatakan, selama pembahasan mereka, “kedua pemimpin tersebut berbicara mengenai proses perdamaian Timur Tengah dan komitmen kuat Inggris bagi penyelesaian dua-negara sebagai cara terbaik untuk mewujudkan kestabilan dan perdamaian di wilayah itu. perdana menteri kembali menyampaikan penentangan Inggris terhadap kegiatan permukiman”.

Selama pertemuan tersebut, May dan Netanyahu menyampaikan komitmen untuk bekerjasama dalam membangun persahabatan lama dan hubungan kuat yang sudah ada.

Inggris dan Israel memiliki hubungan di banyak bidang, mulai dari perdagangan dan penanaman modal, sampai pada inovasi dan teknologi, dan pertahanan serta keamanan.

“Mereka membahas kepercayaan bersama dalam perdagangan bebas dan sepakat untuk membentuk kelompok kerja perdagangan baru Inggris-Israel untuk melanjutkan kemajuan yang telah tercipta dalam hubungan penanaman modal dan perdagangan yang berkembang, dan mempersiapkan dasar bagi kesepakatan dagang pra-Brexit,” juru bicara itu berkata.

Kedua pemimpin itu juga membahas peluang untuk meningkatkan penanaman modal di bidang penelitian, pembangunan dan teknologi, dan memperkuat kemitraan di semua bidang itu antara kedua pemerintah, universitas dan kegiatan usaha. Mereka juga membahas berbagi keterangan di bidang intelijen dan keamanan media. (Red)

Photo credit : Reuters/Nicolas Asfonri


KBI Telegraf

close