Inflasi Februari Capai Angka 0,23 Persen

“Masih seperti inflasi tahun lalu yaitu Administrated Prices atau harga yang diatuar oleh pemerintah, pada komponen perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar, yang menyumbang inflasi sebesar 0,17 persen yaitu dengan pelanggan 900 Volt Ampere (VA)”.

Inflasi Februari Capai Angka 0,23 Persen


Telegraf, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data Indeks Harga Konsumen atau Inflasi sepanjang bulan kedua tahun 2017 adalah 0,23 persen, untuk inflasi tahun kalender Januari- Februari sebesar 1.21 persen, sementara inflasi tahun ke tahun dari Ferbuari 2016 hingga Februari 2017 adalah sebesar 3,38 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Suharyanto dalam konferensi pers di kantornya Jl. Pasar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/17).

Kepala BPS Suharyanto mengatakan dari 82 kota yang di survey oleh BPS mendapatkan 62 kota yang mengalami inflasi dan 20 kota mengalami deflasi, sementara untuk inflasi yang tertinggi terjadi di kota Manado sebesar 1,16 persen dan inflasi terendah di Ternate yaitu 0.03 persen, sementara untuk deflasi tertinggi terjadi di kota Jambi dengan nilai deflasi 1,40 persen dan deflasi terendah terjadi di kota  Bungo sebesar 0,02 persen.

Penyebab inflasi di 62 kota kata Suharyanto  “masih seperti inflasi tahun lalu yaitu Administrated Prices atau harga yang diatuar oleh pemerintah, pada komponen perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar, yang menyumbang inflasi sebesar 0,17 persen yaitu dengan pelanggan 900 Volt Ampere (VA)”.

Suharyanto menambahkan angka inflasi pada bulan Februari tahun ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2015 dimana saat itu terjadi deflasi sebesar 0,36 persen dan 2016 deflasi sebesar 0,09 persen, namun dibanding tahun 2014 dan 2013 tahun ini masih lebih rendah  yaitu diangka 0,26 persen dan 0,75 persen.

Baca Juga :   Ini Kata Presiden FSPPB Terkait Penanganan Kebakaran Kilang Minyak Cilacap

Sementara untuk komoditas bahan makanan Suharyanto menerangkan ada yang naik dan ada yang turun, untuk cabai rawit dan bawang merah misalkan, mengalami kenaikan dan hal ini tidak mempengaruhi inflasi, justru sementara ini yang menghambat inflasi adalah  cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan harga beras, jadi secara keseluruhan bahan makanan mengalami deflasi. (Red)

Foto Credit  : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close