Jokowi Salami Raja Salman Pas di Pintu Tangga Pesawat

"Presiden Joko Widodo sendiri, untuk pertama kalinya, semenjak mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia, menyambut langsung kedatangan Raja Salman selaku tamu negara. Saat Jokowi berkunjung ke Arab Saudi tahun 2015 lalu, Kepala Negara juga mendapat perlakuan yang sama dari Raja Salman. Ia dijemput langsung oleh Sang Raja, bahkan hingga ke depan pintu Pesawat Kepresidenan Indonesia-1."

Jokowi Salami Raja Salman Pas di Pintu Tangga Pesawat


Telegraf, Jakarta  – Tepat pukul 12.31 WIB, Rabu (1/3), pesawat yang ditumpangi Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Aziz Al-Saud telah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Saat pintu terbuka beberapa menit kemudian, Raja Salman turun dari pesawat yang langsung disambut oleh Presiden Jokowi di bawah tangga pesawat.

Presiden yang mengenakan jas lengkap berdasi merah dan berpeci menyambut tamunya itu dengan cipika-cipiki, sebelum kemudian memperkenalkan Raja Salman untuk bersalaman dengan sejumlah pejabat, di antaranya Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir, Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Jokowi menyambut langsung kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud begitu turun dari pesawat dan langsung disalami serta cipika cipiki dengan Raja Arab tersebut. Bahwa baru pertama kali ini Jokowi sejak diangkat sebagai Presiden menyambut tamunya langsung di Bandara. Biasanya Jokowi menunggu di Istana Negara.

Raja Salman turun dari pesawat dengan eskalator pribadi khusus yang didatangkan langsung dari Saudi. Presiden Jokowi, yang mengenakan jas lengkap dan berpeci, langsung menyalami Raja Salman. Raja Salman mengenakan ghurtah (penutup kepala) dan jubah berwarna cokelat. Setelah itu, mereka tampak ‘cipika-cipiki’.

Setelah itu, Raja Salman bersalaman dengan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin serta beberapa tokoh lainnya, termasuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Presiden Joko Widodo sendiri, untuk pertama kalinya, semenjak mengemban amanah sebagai Presiden Republik Indonesia, menyambut langsung kedatangan Raja Salman selaku tamu negara,” kata Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dalam keterangan tertulis, Rabu (1/3/2017).

Penyambutan Raja Salman di Bandara Halim berlangsung singkat namun terasa hangat. Setelah itu, baik Jokowi maupun Raja Salman langsung bergerak menuju Istana Bogor.

“Presiden beserta rombongan langsung bergegas menuju Istana Kepresidenan Bogor guna mempersiapkan penyambutan kenegaraan,” ujar Bey.

Menurut Bey, kunjungan Raja Salman merupakan bentuk balasan kunjungan Jokowi ke Kerajaan Arab Saudi pada September 2015. Kunjungan Raja Arab Saudi terakhir kali dilakukan pada 1970 atau 47 tahun lalu.

“Untuk diketahui, saat berkunjung ke Arab Saudi tahun 2015 lalu, Kepala Negara juga mendapat perlakuan yang sama dari Raja Salman. Ia dijemput langsung oleh Sang Raja, bahkan hingga ke depan pintu Pesawat Kepresidenan Indonesia-1,” tutur Bey.

Rombongan Raja Arab berangkat ke Bogor dengan pengawalan ketat. Ada sekitar 50 mobil yang ada dalam iring-iringan tersebut. Iringan-iringan kendaraan itu cukup panjang.

Di dalam mobil Raja Salman ditemani Menteri Agama Lukman Hakim. Rombongan berkonvoi melintasi jalan tol Jagorawi.

Iring-iringan Raja Salman menjadi perhatian warga. Sebagian warga ada yang mengabadikan iring-iringan tersebut dengan ponsel.

Kedatangan Raja Salman akan memperkuat hubungan kerja sama Arab Saudi dengan Indonesia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut ada 10 nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani dalam penguatan kerja sama Indonesia-Arab Saudi. Kerja sama yang diperkuat tidak hanya mengenai haji dan tenaga kerja, tapi juga meliputi bidang lainnya.

“Nanti akan ditandatangani MoU kerja sama bidang kebudayaan, kesehatan, peningkatan status mekanisme bilateral sidang komite bersama, soal dakwah dan keislaman, soal pendidikan, kerja sama kelautan dan perikanan,” sebut juru bicara Kemlu Arrmanatha Nasir sebelumnya.

Ada juga kerja sama mengenai penanganan kejahatan lintas batas, seperti terorisme, kerja sama pelayanan udara, serta perdagangan serta usaha kecil dan menengah. (Edo)

Photo credit : Ist. Photo


Edo W.

close