Indonesia Startup Insight 2020 Diadakan Online untuk Kali Pertama

Mengusung tema "Membentuk Kembali Masa Depan Kita", dengan fokus pada tantangan dan peluang untuk membentuk kembali masa depan di lingkungan pasca-COVID-19

Indonesia Startup Insight 2020 Diadakan Online untuk Kali Pertama

Telegraf, Indonesia Startup Insight (ISI) 2020 diadakan secara online sebagai konferensi virtual untuk pertama kalinya, yang akan berlangsung dari tanggal 25 hingga 28 November 2020, mempertemukan para penggerak di kancah bisnis dan startup Indonesia untuk bertukar ide, menjembatani kesenjangan pengetahuan, dan membayangkan kembali bagaimana masa depan bisnis dan teknologi akan terlihat.

Diselenggarakan oleh Business Indonesia Singapore Association (BISA) dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, acara tahun ini akan dihadiri oleh lebih dari 100 perusahaan dan organisasi, termasuk ATM Capital, Bank of Singapore, Indogen Capital, Investor Ready, UMG Myanmar, Social Collider, dan KADIN Indonesia Singapore Committee, serta sponsor Ducatus, ID Integrated, Perspectives Design, ENCE Marketing Group dan Rock Paper Scissors.

Stephanus Titus Widjaja, Pendiri dan Direktur BISA, mengatakan, “Sejak didirikan pada tahun 2015, ISI telah tumbuh menjadi platform terdepan bagi start-up dan bisnis untuk berkumpul bersama untuk mengeksplorasi ide dan praktik terbaik yang berpotensi membantu memajukan pertumbuhan dan peluang secara keseluruhan. Mengingat pandemi COVID-19 global, ini adalah waktu yang menantang sekaligus menarik bagi bisnis di Indonesia dan Asia Tenggara, dan kami mengharapkan lebih banyak penduduk asli Indonesia dan Diaspora Indonesia untuk ambil bagian tahun ini.”

Mengusung tema “Membentuk Kembali Masa Depan Kita”, dengan fokus pada tantangan dan peluang untuk membentuk kembali masa depan di lingkungan pasca-COVID-19, sesi utama akan memberikan wawasan yang komprehensif kepada para delegasi dalam menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan yang dapat ditindaklanjuti untuk para pemula dan bisnis di Indonesia dan sekitarnya.

Panel pembicara terhormat dari berbagai industri dan latar belakang, termasuk bisnis, fintech dan pemerintah, akan berbicara pada sesi keynote, termasuk Ngurah Swajaya, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Dr. Ir. Hari Santosa Sungkari, MH, Wakil Ketua, Pengembangan Infrastruktur dan Destinasi, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Yang Mulia Jean de Dieu Uwihanganye, Komisaris Tinggi Republik Rwanda untuk Australia, Selandia Baru dan Singapura dan Duta Besar- menunjuk Republik Rwanda kepada Indonesia, Antonius Tanan, Komisaris Independen, Ciputra Development and Metrodata Electronics, Terence Seow, Managing Director Bank of Singapore, serta Oddie Randa, Country Director Gushcloud Indonesia.

Topik yang akan dibahas meliputi keberlanjutan, fintech, kecerdasan buatan, kesetaraan dan inklusivitas gender, membantu bisnis memahami banyak sekali peluang yang hadir dalam lanskap yang berubah dengan cepat yang semakin digital.

“Perubahan pesat dalam teknologi dan lanskap bisnis, didorong oleh mulai dari pandemi yang sedang berlangsung, telah memunculkan peluang baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dengan latar belakang ini, pembicara utama yang kami undang tahun ini adalah semua pemimpin dan pencipta tren di industrinya masing-masing. Kami percaya bahwa wawasan dan berbagi mereka tentang industri baru dan tren teknologi akan menginspirasi dan memberdayakan bisnis untuk berbuat lebih banyak dalam merangkul inovasi untuk generasi baru, ”tambah Stephanus.

Daftar Pembicara Utama

Selain sesi keynote, ISI juga akan menjadi tuan rumah Startup Pitch Challenge tahunan, kompetisi pertama untuk start-up yang berbasis di Indonesia atau didirikan oleh diaspora Indonesia.

The Challenge menyediakan platform bagi para pemula pemula untuk mempresentasikan rencana bisnis, analisis, dan strategi mereka kepada panel juri ahli yang merupakan influencer industri dan wirausahawan dari berbagai industri termasuk komoditas, fintech, dan sektor kreatif. Hal ini juga memungkinkan sesama wirausahawan untuk mendapatkan wawasan langsung tentang pendekatan inovatif yang diadopsi oleh perusahaan rintisan Indonesia dalam mengembangkan bisnis mereka lebih jauh.

Menjelang acara, setiap start-up akan dipandu oleh seorang mentor yang akan memberikan nasehat dan nasehat atas proposal mereka untuk persiapan kompetisi. Peserta akan mengikuti proses penilaian yang ketat, berdasarkan orisinalitas, kreativitas, dan skalabilitas proposal mereka, dengan pemenang akan diberikan tiket gratis ke Kompetisi Pitch Global Alibaba Entrepreneurship Fund Jumpstarter 2021.