Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Guns N’ Roses dan Axl Rose Dituntut Karena Utang Soal Pembayaran Gaji
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Musik

Guns N’ Roses dan Axl Rose Dituntut Karena Utang Soal Pembayaran Gaji

Telegrafi Jumat, 16 September 2016 | 15:10 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Amerika – Guns N’ Roses dan Axl Rose digugat oleh mantan pemain tambahan dalam band-nya yang membantu selama tur. Sang penggugat mengklaim, band rock itu berutang lebih dari US$163 ribu atau Rp2,1 miliar kepadanya.

Pria bernama Chris Pitman itu menyebutkan, Guns N’ Roses belum membayar upahnya. Ia pun memintanya langsung kepada sang vokalis, Rose.

Mengutip NME, Pitman bermain untuk Guns N ‘Roses antara 1998 sampai 2016. Dirinya berperan sebagai pemain kibor dan pemain bass tambahan. Selama periode itu ia juga  sesekali membantu sebagai penyanyi latar dan pemain perkusi.

Tadinya,  utang itu harus dibayarkan pada 2011. Tapi kabar bangkrutnya Rose membuat adanya pengunduran masa pembayaran upah Pitman pada Oktober 2012.

Melalui surat pernyataan pengunduran pembayaran itu, Rose juga menulis pihaknya akan membayar biaya sebesar US$125 ribu atau Rp1,6 miliar.

Tapi Rose kembali ingkar janji. Pitman pun menaikkan angka yang harus dibayarkan, dihitung dengan bunga selama empat tahun terakhir. Hingga kabar ini berembus, baik Rose maupun Guns N’ Roses belum memberikan komentar atas gugatan itu.

Gugatan datang beberapa hari setelah kabar bahwa tur reuni Guns N’ Roses meraup keuntungan besar yaitu US$116,8 ribu (Rp1,5 miliar). Padahal mereka hanya konser di Amerika Utara.

Konser bertajuk ‘The Not in This Lifetime Tour’ itu menunjukkan kembalinya Rose yang bergabung dengan Slash dan Duff McKagan untuk pertama kali sejak 1993.

Dalam konser itu mereka menjadwalkan 56 tur di Amerika Utara, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Asia dan Oceania. Mereka juga mengumumkan jadwal konser di Eropa baru-baru ini. (rsa)

Foto : Guns N’ Roses saat konser reunion. | The Daily Beast

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Berantas Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Penguatan Literasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi
Waktu Baca 3 Menit
Pesta Babi, Papua dan Pancasila: Ketika Narasi Budaya Memojokkan Pembangunan Indonesia
Waktu Baca 11 Menit
Photo Credit: Teknologi digital semakin memudahkan hidup kita. Namun, penggunaan internet, e-commerce, berbagai aplikasi, dan platform digital lainnya sering “meminta” data pribadi pengguna. Jika tidak berhati-hati, seseorang yang berniat tidak baik mencuri data digital. SHUTTERSTOCK
Waspadai Pinjol Ilegal, Pemerintah Ingatkan Bahaya Penyalahgunaan Data Pribadi
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Ruang Digital Aman Bagi Kesehatan Mental Anak
Waktu Baca 2 Menit

DPR: Jadi Ancaman Serius, Judol Telah Merambah Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Waktu Baca 2 Menit

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Waktu Baca 2 Menit

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Java Jazz Festival
Musik

Menjaga Denyut Jazz: Konsistensi Dua Dekade Java Jazz Festival

Waktu Baca 6 Menit
Musik

Mungkinkah Rush Membuat Musik Baru Dengan Anika Nilles? Ini Kata Geddy Lee

Waktu Baca 3 Menit
Musik

Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air

Waktu Baca 4 Menit
Band d’AVERY
Musik

d’AVERY Gandeng Aiu Ratna Rilis Ulang Lagu Hidup Hanya Sekali

Waktu Baca 4 Menit
Musik

Semangati Timnas Masuk Piala Dunia, Azza Koto Luncurkan Single “Mimpi yang Nyata”

Waktu Baca 2 Menit
Musik

Vokalis Whitesnake David Coverdale Umumkan Pensiun Dari Dunia Musik

Waktu Baca 2 Menit
KOPLING 2025
Musik

Kementerian UMKM Pastikan KOPLING 2025 Jadi Ajang Kolaborasi Musik dan Ekonomi Lokal

Waktu Baca 6 Menit
Musik

Sharon Osbourne Ungkap Jumlah Uang Terkumpul Dari Konser Ozzy’s Back to the Beginning

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?