Ekaspansi Pasar dan Pencapaian Target Jamsyar Kerjasama Dengan Bank NTB Syariah

Ekaspansi Pasar dan Pencapaian Target Jamsyar Kerjasama Dengan Bank NTB Syariah

"Manfaat untuk Terjamin (debitur yang dijamin) adalah apabila tanpa penjaminan belum tentu mendapatkan pembiayaan dari Bank karena persyaratan yang tidak bankable. Dengan adanya penjaminan persyaratan yang tidak bankable tadi menjadi bankable selanjutnya terjamin akan menerima pembiayaan dari Bank yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya. Apabila terjadi default maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian penjamin akan mengcover beberapa kali angsuran dari terjamin kepada Bank"

Ekaspansi Pasar dan Pencapaian Target Jamsyar Kerjasama Dengan Bank NTB Syariah


Telegraf, Mataram – Pencapaian penjamin PT Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamsyar) hingga November mencapai 19,29 triliun, dari taget 13,8 triliun, ini berarti target 2018 sudah terlampaui.

Dalam rangka ekspansi pasar di tahun 2019 Jamsyar menandatangani nota kesepahaman dengan PT Nusa Tenggara Barat Syariah (Bank NTB Syariah), adapun nota kesepahaman tersebut antara lain nota Kesepahaman Bersama, Kafalah Pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) iB & KUR iB Online, Kafalah Pembiayaan Konsumer, Kafalah Pembiayaan Kontra Bank Garansi (KBG), Kafalah Pembiayaan Konstruksi dan Pengadaan Barang /Jasa.

Penandatanganan tersebut di hadiri oleh Gatot Suprabowo selaku Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, Kukuh Rahardjo selaku Direktur Utama PT Nusa Tenggara Barat Syariah, Achmad Sonhadji Direktur Operasional PT Jamkrindo Syariah, serta beberapa staf Jamsyar dan PT Nusa Tenggara Barat Syariah.

Gatot Suprabowo mengatakan kerjasama ini bermanfaat untuk kedua belah pihak antaralain untuk Bank NTB Syariah akan menambah jumlah customer based karena calon debitur yang memiliki collateral yang tidak bankable kemudian menjadi bankable, dengan demikian Bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya sehingga penyaluran pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian (prudential).

Gatot melanjutkan dengan pembiayaan yang dijamin oleh penjamin, maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada sebuah bank menjadi lebih kecil bobot risikonya sehingga CAR akan meningkat karena CAR diperoleh dari perbandingan antara modal dengan ATMR dimana dengan modal yang tetap namun ATMR menurun maka CAR menjadi lebih besar sehingga kapasitas lending bank menjadi lebih besar.

“Manfaat untuk Terjamin (debitur yang dijamin) adalah apabila tanpa penjaminan belum tentu mendapatkan pembiayaan dari Bank karena persyaratan yang tidak bankable. Dengan adanya penjaminan persyaratan yang tidak bankable tadi menjadi bankable selanjutnya terjamin akan menerima pembiayaan dari Bank yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya. Apabila terjadi default maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian penjamin akan mengcover beberapa kali angsuran dari terjamin kepada Bank, ” utturnya dalam pres rilis yang di terima di meja redaksi telegraf 7 Desember 2018.

Selain manfaat untuk Bank NTB Syariah, kerjasama tersebut juga terdapat manfaat untuk Jamsyar selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin, dan diharapkan dapat menambah kontribusi untuk target di tahun 2019.  (Red)

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

Credit Photo : Gatot Suprabowo selaku Plt. Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, dan Kukuh Rahardjo selaku Direktur Utama PT Nusa Tenggara Barat Syariah, Achmad Sonhadji Direktur usai menandatangani nota kesepahaman/istimewa


Atti K.

close