Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Doni Monardo, Covid-19 dan Rest Area Tol Batang
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Telecoffee

Doni Monardo, Covid-19 dan Rest Area Tol Batang

Edo W. Selasa, 4 Agustus 2020 | 03:44 WIB Waktu Baca 7 Menit
Bagikan
Photo Credit: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/Muhammad Iqbal
Photo Credit: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/Muhammad Iqbal
Bagikan

Deru suara mesin mobil minibus terdengar garang memompa energi. Roda-roda berputar menggilas aspal meninggalkan Kota Semarang selepas petang.

Melalui Pintu Gerbang Tol Krapyak, minibus bernomor plat RI 75 beserta tiga mobil rombongan lainnya melesat menuju ke arah barat. Tuas gas terus digenjot. Kecepatan rata-rata 100 kilometer per jam, terkadang lebih.

Terus melaju menjauhi Kota Atlas, rombongan itu melintas melewati Kabupaten Kendal, kemudian masuk ke wilayah adminsitrasi Kabupaten Batang.

Beberapa menit berselang, iring-iringan mobil yang dikawal ketat oleh Patwal Polisi Militer itu segera menurunkan kecepatan dan masuk ke rest area KM 360 di wilayah Subah, Batang.

Sesaat setelah mobil benar-benar berhenti, penumpang minibus RI 75, Letnan Jenderal Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun dan menuju ke sebuah Rumah Makan Padang untuk mengisi energi yang terbuang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo menceritakan pengalamannya berkantor di tempat istirahat di jalan tol, pada Selasa, 30 Juni 2020.

Di rest area KM 360 di wilayah Subah, Batang, Jawa Tengah, Doni menyulap ruang kaca berukuran 3 kali 5 meter di samping rumah makan Padang menjadi kantor. “Sudah, tidak apa-apa. Di sini saja,” kata Doni sembari menyiapkan materi.

Selepas santap malam, Doni tak lantas bergegas melanjutkan perjalanan. Bersama jajarannya, Doni memilih untuk ‘berkantor’ sejenak di sebuah ruangan kaca di samping kiri rumah makan tadi.

Dalam ruangan ‘kantor dadakan’ berukuran kurang lebih 3×5 meter itu, Letjen Doni yang juga memangku jabatan sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengikuti rapat virtual yang dipimpin oleh Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy. ANTARA/Sigid Kurniawan

Rapat secara tertutup itu menyinggung tentang perkembangan RS Darurat Pulau Galang dan Wisma Atlet. Di sisi lain, rapat juga membahas tentang perihal produksi alat tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di dalam negeri.

Selain Ketua Gugus Tugas, rapat juga diikuti oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro.

Kemudian Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan para perwakilan Kementerian/Lembaga lainnya.

Rupanya, salah satu alasan kenapa Letjen Doni lebih memilih kembali ke markas Gugus Tugas Nasional di Graha BNPB Jakarta melalui jalur darat tak lain juga untuk menghadiri rapat secara virtual membahas perihal penanganan Covid-19 bersama para menteri dan Panglima TNI tadi.

Sembilan jam sebelumnya, Letjen Doni Monardo mendampingi Presiden RI Joko Widodo saat memimpin rapat koordinasi dan penanganan Covid-19 bersama bupati dan wali kota se-Provinsi Jawa Tengah di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jawa Tengah, Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang.

Untuk diketahui, Letjen Doni menuju Semarang bersama rombongan RI 1 dengan pesawat kepresidenan Boeing Bussiness Jet (BJJ) dari Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta menuju Lanud Ahmad Yani Semarang pada Selasa Pagi (30/6). Namun ikhwal kepulangannya, Doni memilih kembali menuju ke Jakarta melalui jalur darat pada hari yang sama.

Kepala BNPB, Doni Monardo, selaku Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, saat memberikan keterangan pers usai mengikuti Ratas di Istana Merdeka. SETKAB/Agung

Totalitas

Dalam upaya memerangi Covid-19, sejak awal Letjen Doni memang totalitas dan mengedepankan profesionalisme. Seperti rapat di kantor dadakan di rest area, Doni tak mau ketinggalan barang semenit saja mengikuti tiap-tiap materi pembahasan yang disampaikan dalam rapat tersebut.

Perihal Letjen Doni yang berkantor secara dadakan di rest area juga bukan menjadi soal baginya. Justru hal itu menjadi implementasi dari tugas seorang pejuang dan panglima perang dengan semangat 55.“Sudah, tidak apa-apa. Di sini saja” katanya sembari menyiapkan materi.

Semenjak Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Ketua Gugus Tugas Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 7 tahun 2020, Doni bahkan tak pulang ke rumah, melainkan menjadikan kantor di Graha BNPB menjadi rumahnya.

Letnan Jenderal Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dok. BNPB

Terlepas apa yang sedang dipikul dipundaknya sebagai panglima perang melawan Covid-19, Doni selalu meminta agar seluruh komponen dapat bersama-sama berjuang melawan penyebaran virus SARS-CoV-2.

Dalam hal ini, penanganan bencana katogori non-alam pandemi Covid-19 tidak bisa hanya ditangani oleh pemerintah saja, melainkan juga perlu kolaborasi dari unsur yang lainnya seperti dunia usaha, komunitas, media massa dan utamanya adalah masyarakat.

Sebagaimana yang diketahui bahwa pandemi Covid-19 tidak hanya menyerang aspek kesehatan saja, melainkan juga menggerus roda perekonomian.

Oleh sebab itu, pemerintah selalu berusaha agar penanganan Covid-19 dan stabiitas ekonomi dapat berjalan beriringan dengan mengutamakan aspek kesehatan.

Sehingga dalam hal ini, Doni selalu meminta agar protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir dapat diterapkan dan menjadi adaptasi kebiasaan baru di tengah masyarakat.

Menurut Doni, tiga kata yang menjadi kunci keberhasilan penanganan Covid-19 adalah disiplin, disiplin dan disiplin.

Seusai mengikuti rapat virtual, rombongan kemudian meninggalkan rest area pada pukul 20.52 WIB untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.

Belum lama ketika mobil rombongan kembali membelah kegelapan malam beriring-iringanan, seluruh jajaran sudah menerima pesan pendek yang berisi jadwal kegiatan bersama Ketua Gugus Tugas esok hari. Tentunya seluruh agenda itu masih berurusan dengan Covid-19.

Sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo, bahwa “perjuangan melawan Covid-19 belum usai. (JD)


Photo Credit: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. ANTARA/Muhammad Iqbal

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU
Waktu Baca 2 Menit
Prabowo Minta Penanganan Pengiriman Bantuan Bencana di Sumbar Dipercepat
Waktu Baca 2 Menit
Kecelakaan Motor, Aktor Gary Iskak Meninggal di Usia 52 Tahun di Bintaro
Waktu Baca 3 Menit
Tetapkan Tanggap Darurat, Pemkab Aceh Tengah Minta Percepatan Bantuan
Waktu Baca 5 Menit
CEO Danantara Komentari Rencana Merger Antara GoTo-Grab
Waktu Baca 2 Menit

Trump Akan Hentikan Secara Permanen Migrasi Dari Negara-Negara Miskin ke AS

Waktu Baca 5 Menit

PBNU Diminta Mempercepat Muktamar Untuk Selesaikan Konflik

Waktu Baca 4 Menit

Whoosh Dapat Saingan Baru, Jakarta-Bandung Hanya 1,5 Jam Dengan Kereta Pajajaran

Waktu Baca 3 Menit

Relawan Ini Resmi Deklarasikan Dukungan Untuk Sufmi Dasco Sebagai Cawapres Prabowo

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Kenaikan PPN 12%
Telecoffee

Kenaikan PPN 12% Tanggung Jawab siapa?

Waktu Baca 2 Menit
Telecoffee

Memenangkan Pancasila

Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Telecoffee

Menghadirkan Kembali Negara Pancasila

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Tentara Pancasila : Mengenang AH Nasution

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Membangun Dengan Basis Konstitusi

Waktu Baca 4 Menit
Telecoffee

Kontra Skema Jalur Sutra

Waktu Baca 3 Menit
Foto : Komisioner BNSP Muhammad Nur Hayid seusai dinyatakan layak mendapat gelar Doktor (DR), Rabu 14 Agustus 2024, di Jakarta (Doc.Ist)
Telecoffee

Muhammad Nur Hayid: Tarekat dan Nasionalisme, Jalan Menuju Indonesia Emas 2045

Waktu Baca 3 Menit
Telecoffee

Namanya Disebut-Sebut Oleh Gibran Saat Debat Cawapres, Siapakah Tom Lembong, Ini Profilnya

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?