Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Technology

Bijak Memanfaatkan Ruang Digital Tanpa Judi Online

Didik Fitrianto Senin, 6 April 2026 | 22:17 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Ilustrasi game online. UNSPLASH
Bagikan

Telegraf – Dalam upaya meningkatkan literasi digital sebagai langkah percepatan transformasi digital Indonesia, pada Senin (0604/2026) diadakan seminar dengan tema “Bijak Digital Tanpa Judi Online”. Seminar tersebut dihadiri  oleh Sarifah Ainun Jariyah, yang merupakan anggota komisi I DPR RI, Gun Gun Siswadi, yang merupakan Pegiat Literasi Digital dan Devi Irwan, yang merupakan praktisi hukum.

Webinar tersebut memiliki empat sesi diantaranya pembukaan, pemaparan materi, tanya jawab dan sesi penutup. Webinar ini juga melibatkan elemen masyarakat dengan tujuan mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan binis, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan infrastruktur Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) yang dilakukan oleh pemerintah khususnya oleh Dirjen APTIKA Kementerian Kominfo sebagai upaya mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Sarifah dalam paparannya mengatakan, bahwa literasi digital dan keuangan harus diperkuat sejak dini. Regulasi perlu ditegakkan dengan tegas dan yang tak kalah penting, masyarakat harus saling mendukung, bukan menghakimi korban.

“Karena yang mereka butuhkan adalah solusi dan harapan, bukan stigma dan pengucilan. Dalam hal ini bentuk pendampingan orang tua serta edukasi literasi digital menjadi kunci utama untuk menjaga serta mengatur waktu penggunaan teknologi agar tidak berlebihan,” kata Sarifah.

Menurutnya, pemahaman bahaya judol dan pinjol ilegal harus dimulai sejak dini sebab literasi digital adalah tameng utama melawan konten negatif di dalam digitalisasi saat ini.

Baca Juga :  Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber

Sedangkan Gun Gun Siswadi, mengatakan dampak negatif judi online bagi individu merupakan dampak finansial yaitu kehilangan uang, hutang menumpuk serta kebangkrutan.

“Rata-rata kerugian pemain judi online per bulan bisa mencapai jutaan rupiah, tergantung pada jenis permainan dan frekuensi bermain, serta adanya dampak psikologis kecanduan, depresi, kecemasan, gangguan tidur, isolasi sosial,” ujarnya.

Persentase pemain judi online yang mengalami depresi mencapai 40%, menunjukkan betapa seriusnya masalah ini dan adanya dampak sosial merupakan keretakan hubungan keluarga, kehilangan pekerjaan, kriminalitas. Contoh kasusnya seperti pencurian atau penipuan akibat judi online sering terjadi untuk memenuhi kebutuhan berjudi.

Sementara itu Devi Irwan menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk munculnya berbagai bentuk kejahatan berbasis internet. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah judi online.

“Judi online semakin mudah diakses oleh berbagai kalangan, bahkan anak-anak dan remaja dan fenomena ini tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga menimbulkan kerusakan moral, sosial, serta gangguan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan sikap bijak dalam menghadapi fenomena ini melalui pendekatan hukum, agama, serta peran negara,” ungkapnya.

Dengan adanya acara tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan literasi digital sebagai dukungan kepada pemerintah untuk mewujudkan transformasi digital Indonesia.

 

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Pertahanan Semesta di Era Digital Melalui Kolaborasi Hadapi Ancaman Siber
Waktu Baca 2 Menit
Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba
Waktu Baca 2 Menit
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61 Persen di Tengah Gejolak Global, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru
Waktu Baca 4 Menit
Pemerintah Siapkan Insentif Besar untuk Kendaraan Listrik, Target 100 Ribu Unit
Waktu Baca 2 Menit
‘Lihatlah Sedalam-Dalamnya’ Dalam Perjalanan Hidup R.B. Setiawanta
Waktu Baca 4 Menit

Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Waktu Baca 5 Menit

Bareng DPR, Komdigi Perkuat Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak

Waktu Baca 2 Menit

Pentingnya Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

Literasi Digital Adalah Bentuk Nyata Bela Negara di Era Modern

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Technology

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Technology

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit
Technology

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit
Technology

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

Waktu Baca 2 Menit
Dokumen Digital Palsu
Technology

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit
Fina Asriani
Technology

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit
vivo Y31d Pro
Technology

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?