Belajar Soal Pengolahan Sampah Di AS, UNS Bawa Serta Dua Pemkab

Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia M Evan Cary menyebutkan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri sendiri.

Belajar Soal Pengolahan Sampah Di AS, UNS Bawa Serta Dua Pemkab

Telegraf, Solo – Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo siap belajar mengolah sampah ke Amerika Serikat, akhir November. Sepulang dari negara Paman Sam, dua kabupaten itu disiapkan menjadi daerah percontohan dalam pengeloaan sampah yang baik.

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengatakan sampah di wilayahnya sudah menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi dan ada solusinya. Sebagian sampah yang ada diharapkan bisa diolah dan bermanfaat. Dengan cara ini bisa mengurangi volume sampah yang dibuang.

Sementara ini telah melakukan proses pemilahan dan pengolahan sampah. Meski diakui belum signifikan jika dibanding dengan volume sampah yang dihasilkan. Itulah sebabnya sekarang sudah mendesak ada alternatif pengolahan sampah yang baik, tutur Wardoyo di gedung Pusdiklat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Rabu (09/11/2016).

Kepala DKP Karanganyar, Titis Sri Jawoto menambahkan Karanganyar telah merintis pengelolaan sampah berbasis pengolahan. Hanya saja sistem pengelolaan sampah harus mulai dibenahi. Sampah dari masyarakat sudah harus dipisahkan antara organik dan anorganik. Ini untuk memudahkan ketika memasuki tempat pengolahan.

Perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia M Evan Cary menyebutkan persoalan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri sendiri. Harus ada penanganan menyeluruh yang melibatkan antar daerah. Karena itu ia menyambut baik kerjasama antar Karanganyar, Sukoharjo dan UNS. (Red)

Foto : Proses manajemen pengolahan sampah di Amerika. | Reuters

KBI Telegraf

close