Telegraf – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar seminar forum diskusi publik bertajuk “Penguatan Ideologi Pancasila” pada Selasa, (05/05/2026). Kegiatan yang dilangsungkan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai landasan bernegara.
Anggota Komisi I DPR RI, Ruth Naomi Rumkabu, dalam pengantarnya menegaskan bahwa Pancasila merupakan cermin jati diri bangsa yang mencakup nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Ia menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan perdamaian dan keadilan sosial.
“Pancasila adalah pedoman hidup sekaligus landasan filosofis dan hukum yang mempersatukan bangsa Indonesia,” kata Ruth Naomi.
Senada dengan hal tersebut, Anggota Dewan Pengawas PFN, Rosarita Niken Widiastuti, menyoroti tantangan Pancasila di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.
Menurutnya, masyarakat saat ini dihadapkan pada ancaman ideologi asing, maraknya hoaks, serta potensi konflik sosial akibat informasi yang tidak terfilter.
“Pancasila harus menjadi kompas moral dan filter dalam menghadapi perubahan zaman. Penguatan ini perlu dilakukan melalui literasi digital dan peran aktif generasi muda dalam menyebarkan konten positif,” jelas Niken.
Sementara itu, dari perspektif akademis, Dosen Psikologi UNIBI, Syariful, mengungkapkan adanya trend penurunan pemahaman nilai Pancasila di kalangan generasi muda. Ia menyebutkan bahwa sifat individualisme dan polarisasi di dunia maya menjadi tantangan psikologis yang nyata.
Syariful mendorong agar nilai Pancasila tidak sekadar dihafal, namun diinternalisasi melalui keteladanan di lingkungan keluarga dan pendidikan.
Diskusi publik ini menyimpulkan bahwa penguatan ideologi Pancasila sangat mendesak dilakukan sebagai benteng pertahanan bangsa terhadap disinformasi dan polarisasi di era digital. Melalui kolaborasi antara pendidikan, keteladanan, dan literasi, diharapkan karakter bangsa tetap terjaga demi keutuhan NKRI.