Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Karir dan Perjalanan ‘gol tangan Tuhan’ Diego Maradona
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Olahraga

Karir dan Perjalanan ‘gol tangan Tuhan’ Diego Maradona

Didik Fitrianto Kamis, 26 November 2020 | 18:34 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Diego Maradona pada tahun 1986. GETTY IMAGES
Bagikan

Telegraf – Kabar duka datang dari lapangan hijau. Legenda sepakbola dunia, Diego Maradona, meninggal dunia, akibat serangan jantung.

Sebelumnya, pemilik gol ‘tangan Tuhan’ itu sempat menjalani operasi akibat hematoma subdural, yang merupakan gumpalan darah di permukaan otak pada awal November 2020 ini. Operasi yang berlangsung di klinik Olivos, Ipensa Sanatorium di La Plata, Argentina tersebut, berjalan sukses.

Namun sayang takdir berkehendak lain, sang jago gocek di lapangan hijau itu harus menyerah akibat serangan jantung yang dialaminya pada hari Rabu (25/11/2020) kemarin. Ia menghembuskan nafas terakhir di rumahnya di Tigre, Buenos Aires, Argentina, dalam usia 60 tahun.

Meninggalnya Diego Maradona tentu membuat dunia sepakbola berduka. Sebagai pesepakbola, Maradona adalah salah satu yang terbaik di sepanjang masa, sehingga tepatlah ia dijuluki sebagai legenda sepakbola.

Lantas, bagaimana perjalanan karir Maradona di dunia sepakbola sehingga ia menjadi salah satu pesepakbola terbaik dunia?

Ikuti riwayat singkat perjalanan karir pemilik nama lengkap Diego Armando Maradona, pria kelahiran Argentina, 30 Oktober 1960 di bawah ini.

Maradona muda mengawali karier sepakbolanya di klub Argentinos Junior. Saat itu ia bermain untuk tim Argentinos U-18. Pada 1976 ia pun masuk dalam tim inti di skuat utama. Tampil mengagumkan bersama Argentinos, membuat Boca Juniors kepincut lalu merekrutnya pada 1981.

Di Boca Juniors, karir sepakbola Maradona muda semakin kinclong. Di klub keduanya ini ia berhasil mengangkat trofi Liga Argentina untuk pertama kali di debutnya bersama Boca Juniors.

Sukses mengantar Boca Juniors ke strata tinggi Liga Argentina membuat klub raksasa Barcelona asal Spanyol membelinya.

Sepertinya dewi keberuntungan selalu mengiringinya, bermain di klub catalan itu, Maradona juga sukses mengantar Barcelona menjadi jawara di kancah sepakbola Sepanyol dengan berhasil meraih beberapa trofi prestisius, seperti Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dan Liga Spanyol. Namun di Barcelona Maradona hanya bertahan selama 2 musim, yakni pada 1982 hingga 1984.

Lepas dari Barcelona di tahun 1984, Maradona pun memutuskan berpetualang ke Liga Italia dan klub yang menjadi tujuannya adalah Napoli. Seperti dengan klub-klub sebelumnya, bermain di klub Napoli pun Maradona kembali banyak meraih sukses. Bermain di Napoli menjadi momen terbaik pemain asal Argentina tersebut berkarir di dunia sepakbola.

Tujuh tahun membela Napoli, Maradona mengantongi 259 pertandingan dan berhasil mencetak 115 gol serta menyumbang 29 assist. Berkat Maradona juga, Napoli sukses menjuarai Liga Italia sebanyak dua kali (1986-1987, 1989-1990), Piala Italia 1986-1987, Piala Super Italia 1990-1991, dan Piala UEFA atau kini disebut Piala Eropa di musim 1988-1989.

Tapi sayang, di dunia ini tidak ada yang sempurna. Pada 1991, Maradona terkena hukuman larangan bermain selama 15 bulan karena kedapatan menggunakan kokain. Ia pun tak bisa membela Napoli hingga akhirnya memutuskan berpisah dengan klub itu pada 1992.

Selesai menjalani hukuman bermain, Maradona kembali ke Spanyol bergabung dengan klub Sevilla. Di klub ini kariernya pun perlahan meredup. Tak lama di Sevilla, Maradona pindah ke Newells, lalu kena larangan bermain lagi. Terakhir, ia kembali ke klub asalnya, Boca Juniors pada 1995 hingga pensiun di musim 1997.

Demikianlah sepintas perjalanan karir sepakbola Diego Armando Maradona, yang begitu luar biasa. Tak hanya gemilang di level klub, di level Nasional Maradona sempat membawa Argentina meraih gelar juara Piala Dunia 1986. Di final Piala Dunia 1986 itu, julukan ‘gol tangan Tuhan’ disematkan pada dirinya setelah ia berhasil mencetak gol ke gawang Inggris.


Photo Credit: Diego Maradona pada tahun 1986. GETTY IMAGES

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan
Waktu Baca 9 Menit
Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Olahraga

SOIna Siap Gelar Pekan Special Olympics Nasional 2026 di Kupang

Waktu Baca 3 Menit
Olahraga

Indonesia Targetkan Asian Games 2026 dan SEA Games 2027

Waktu Baca 3 Menit
Olahraga

Erick Thohir Dorong Timnas Bisa Memaksimalkan FIFA Series

Waktu Baca 2 Menit
Olahraga

Perhelatan Sepakbola Special Olympics Asia Tenggara Berakhir Malam Ini

Waktu Baca 3 Menit
Olahraga

Special Olympics Southeast Asia Football Competition 2025 Resmi Dibuka di Bandung

Waktu Baca 8 Menit
Foto : FORNAS VIII 2025 resmi dibuka di NTB. (29/7/25). (Doc.Ist)
Olahraga

FORNAS VIII Resmi Dibuka, 18.000 Peserta Padati NTB

Waktu Baca 4 Menit
Foto : PROPAMI CUP VI 2025 di TriboOn Mini Soccer, Jeruk Purut, Jakarta Selatan (19/7/25). (Doc.Ist)
Olahraga

KB Valbury Juara PROPAMI CUP 2025 Lewat Adu Penalti Menegangkan

Waktu Baca 4 Menit
Foto : Walikota Bandung, Muhammad Farhan, menyaksikan langsung laga playoffs IBL 2025 di C-Tra Arena.
Olahraga

IBL 2025 Dapat Acungan Jempol dari Walikota Bandung, Atmosfer Pertandingan Makin Bersahabat

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?