Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Pemerintah Indonesia Sampaikan Edukasi Seputar Vaksin COVID-19
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Pemerintah Indonesia Sampaikan Edukasi Seputar Vaksin COVID-19

Rina C. Latuperissa Jumat, 20 November 2020 | 18:40 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc
Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita, Sp.A (K), M.Sc
Bagikan

Telegraf, Pemerintah melalui Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) terus berupaya menangani pandemi di Indonesia. Salah satunya dengan mempercepat persiapan vaksin Sinovac yang saat ini telah memasuki tahap III uji klinik dan selesai melakukan penyuntikan kepada seluruh relawan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sebagai lembaga di bidang pengawasan obat dan makanan juga turut mengawasi perkembangan penelitian vaksin Sinovac serta memastikan keamanan dan kemanjuran vaksin sebelum nantinya digunakan oleh masyarakat.

Prof. Dr. dr. Cissy Kartasasmita , Sp.A (K), M.Sc, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran mengatakan, vaksin Sinovac telah menunjukkan hasil yang baik pada uji klinik tahap satu dan dua, yang berarti keamanan dan kemanjuran vaksin tidak perlu diragukan lagi. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang percaya terhadap mitos dan hoaks mengenai vaksin COVID-19. Hal ini dapat berakibat pada terhambatnya pengembangan vaksin COVID-19 di Indonesia.

“Sebagian besar masyarakat sudah mempercayai dan mengakui kegunaan vaksin bagi pencegahan infeksi menular. Akan tetapi, masih ada masyarakat yang meragukan keamanan dan kemanjuran vaksin, termasuk meragukan keamanan vaksin COVID-19 yang masih dalam proses pengujian,” kata Prof Cissy.

Fakta dan Mitos Vaksin COVID-19

Terdapat beberapa mitos yang beredar di tengah masyarakat mengenai vaksin COVID-19, yaitu

  • Masyarakat tidak percaya terhadap keamanan dan kemanjuran vaksin yang saat ini sedang dalam tahap percobaan
  • Terdapat efek samping yang berat hingga meninggal saat dilakukan penyuntikan kepada relawan

Isu keamanan kemudian menjadi yang paling sering dibahas. Banyak yang meragukan keamanan dan kemanjuran vaksin COVID-19. Pasalnya, proses pembuatan vaksin dinilai sangat cepat. Prof Cissy mengatakan, faktanya, teknologi dan kemampuan sumber daya yang maju, serta ketersediaan biaya dapat mempercepat proses penemuan vaksin COVID-19.

Laporan keamanan uji klinik vaksin COVID-19 fase satu dan dua telah dipublikasikan pada publikasi internasional dan menunjukkan hasil yang baik. Tidak ada efek samping yang ditemukan dari para relawan. Bahkan, keberhasilan uji klinik fase satu dan dua menarik minat lebih dari 2.000 relawan untuk berpartisipasi pada uji klinik fase tiga di Bandung.

“Dari 2.000 relawan tersebut, 1620 relawan memenuhi syarat untuk berpartisipasi hingga saat ini telah selesai divaksinasi dan menunggu laporan hasil uji resminya,” jelas Prof Cissy.

Menjawab efek samping vaksin COVID-19, Prof Cissy menegaskan, informasi mengenai relawan yang sakit berat atau meninggal dunia tidak lah benar. Setelah dilakukan penelitian, kejadian relawan sakit tidak berhubungan langsung dengan vaksinisasi. Hasil uji klinik juga tidak menunjukkan adanya reaksi berlebihan dari para relawan yang mengikuti uji coba vaksin COVID-19.

“Perlu diketahui pula, apabila kita melakukan imunisasi pada banyak orang maka akan timbul yang disebut dengan imunitas populasi atau dikenal dengan herd immunity. Ini akan melindungi orang lain yang belum atau tidak bisa diberi vaksin seperti bayi atau orang dengan penyakit gangguan imun,” ujar Prof. Cissy.

Perangi Mitos dan Hoaks

Pemerintah kemudian perlu melakukan kolaborasi, terutama bersama para ahli dan dokter untuk menangani mitos dan hoaks mengenai vaksin COVID-19 yang saat ini tengah beredar. Klarifikasi diperlukan guna memberikan pemahaman dan fakta yang benar dan menyeluruh bagi masyarakat.

Media juga memiliki peran penting dalam menyosialisasikan informasi yang benar terkait vaksin kepada masyarakat. Sehingga, tidak hanya membuat masyarakat lebih tenang tetapi juga dapat menangkis hoaks yang beredar.

Masyarakat juga dihimbau untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi mengenai COVID-19 maupun vaksin COVID-19 kepada orang lain. “Sebelum menyebarkan informasi, masyarakat harus pandai memastikan informasi yang benar. Hal yang tidak masuk akal harus kita tinggalkan,” pungkas Prof Cissy.

Vaksin memang menjadi cara untuk terlindungi dari infeksi tertentu. Selagi menunggu vaksin, masyarakat tetap harus melakukan protokol kesehatan dengan ketat dan menerapkan perilaku 3 M (memakai masker, mencuci tangah, dan menjaga jarak aman) secara disiplin.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Diundang NASA ke Amerika Si Jenius Raya Pelajar Temanggung Makin Mendunia
Waktu Baca 4 Menit
Bung Karno dan Soerjo Projo: Menakar Nasib Bangsa di Era Prabowo
Waktu Baca 12 Menit
Diduga Ancam Warga Saat Urus Ijin Domisili WNA, Ketua RW di Cengkareng Timur Dipolisikan
Waktu Baca 4 Menit
Antara Resilience, IQ, dan Ajaran Tri Dharma di Tengah Persaingan Global
Waktu Baca 9 Menit
Gerindra Hanya Tegur Anggotanya Yang Kedapatan Merokok Saat Rapat Legislative
Waktu Baca 3 Menit

Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi Nasional hingga April 2026

Waktu Baca 2 Menit

Munas HIPMI XVIII Memanas, Tiga Caketum Desak Lokasi Dipindah dari Lampung

Waktu Baca 4 Menit

Kebebasan Berkarya Harus Berjalan Dengan Disertai Tanggung Jawab Publik

Waktu Baca 4 Menit

Soroti Polemik Film Pesta Babi, Akademisi Ajak Publik Melihat Papua Secara Utuh

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Penyampaian Fakta Soal Papua Harus Berimbang Dengan Solusi

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Gandeng DPR, Komdigi Tegaskan Kolaborasi Berantas Darurat Narkoba

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?