Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca 15 Catatan Puan Untuk 10 Tahun Pemerintahan Jokowi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

15 Catatan Puan Untuk 10 Tahun Pemerintahan Jokowi

A. Chandra S. Jumat, 16 Agustus 2024 | 15:14 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam pidato pembukaan masa persidangan pertama Tahun Sidang 2024-2025. FILE/IST. PHOTO/Telegraf
Bagikan

TELEGRAF – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani menyatakan terima kasih atas kerja selama 10 tahun pemerintahan eksekutif Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Jokowi yang sudah berupaya maksimal, kata Puan, akan tetapi Puan juga menyampaikan beberapa kekurangan yang belum bisa dipenuhi oleh pemerintahan Jokowi-Amin.

“Saya rasa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menyejahterakan rakyat dan kemudian membesarkan Indonesia, namun tidak ada pemerintahan kemudian yang sempurna. Jadi ya kita apresiasi dengan segala kelebihan dan kekurangannya,” katanya di Sidang Paripurna ke-1 di Senayan, Jakarta, Jumat (16/08/2025).

Pagi harinya Puan membeberkan sejumlah isu yang jadi sorotan DPR kepada pemerintahan Jokowi. Dalam fungsi pengawasan eksekutif kalangan DPR membeberkan 15 permasalahan:

  1.  Serangan siber terhadap Pusat Data Nasional;
  2. Penggabungan Lembaga Penyiaran Publik (LPP);
  3. Pengangkatan Guru Honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK);
  4. Izin Hak Guna Usaha (HGU) di Ibu Kota Nusantara (IKN);
  5. Mafia tanah;
  6. Perjudian online;
  7. Korupsi tambang timah;
  8. Kinerja Penyertaan Modal Negara (PMN) pada beberapa BUMN;
  9. Penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN);
  10. Subsidi listrik di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T);
  11. Alokasi kuota tambahan haji;
  12. Peraturan pelaksana Undang-Undang Omnibus tentang Kesehatan;
  13. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara daring;
  14. Kebijakan cleansing Guru Honorer; dan
  15. Stabilitas nilai tukar rupiah.

Dengan puluhan persoalan yang masih ditinggalkan pemerintahan saat ini, penting untuk menjadi perhatian Prabowo Subianto selaku penerus ‘tongkat estafet’ kepemimpinan Presiden Jokowi.

Baca Juga :  Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law

Catatan Puan di antaranya efektivitas dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, bagi masyarakat. Selain itu pemberdayaan ekonomi, membangun sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan ekonomi rakyat. Seluruhnya bersumber dari APBN.

“Pemerintah harus dapat memiliki indikator yang terukur dari seluruh alokasi anggaran program di setiap kementerian dan lembaga, yang menunjukan bahwa belanja negara memenuhi kriteria belanja yang berkualitas atau spending better, dan bukannya hanya sekedar lebih baik belanja atau better to spending,” ujar Puan dalam dalam pembukaan Sidang Paripurna ke-1 tahun sidang 2024-2025 di Jakarta, Jumat (16/08/2025).

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

‘Lihatlah Sedalam-Dalamnya’ Dalam Perjalanan Hidup R.B. Setiawanta
Waktu Baca 4 Menit
Andrie Yunus Pernah Dilaporkan, Praktisi Hukum: Tegakkan Prinsip Equality Before The Law
Waktu Baca 5 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Bareng DPR, Komdigi Perkuat Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak
Waktu Baca 2 Menit
Pentingnya Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak
Waktu Baca 2 Menit
Literasi Digital Adalah Bentuk Nyata Bela Negara di Era Modern
Waktu Baca 2 Menit

Klaim Sudah Pegang Saham Ojol, Danantara Bakal Tambah Jumlah Saham Lagi

Waktu Baca 2 Menit

Tangkal Hoaks, Komdigi Gandeng DPR Gaungkan Penguatan Ideologi Pancasila

Waktu Baca 2 Menit

Komdigi dan DPR RI Tekan Laju Judi Online Melalui Literasi Digital

Waktu Baca 2 Menit

Menggapai Indonesia Emas dan Falsafah Kepemimpinan Nasional Dalam Perspektif Keindonesiaan

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak

Waktu Baca 4 Menit
Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?